Teluk Ambon!!! Mungkin Wallace akan Menangis

is pelupessy
Karya is pelupessy Kategori Lainnya
dipublikasikan 22 November 2017
Teluk Ambon!!!  Mungkin Wallace akan Menangis

Ikan-ikan di Ambon tak tertandingi dalam hal jenis dan keindahannya oleh ikan di kawasan manapun di dunia, Dr. Bleeker (seorang Ahli ikan dari Belanda) memiliki katalog yang menampilkan 780 spesies ikan yang ditemukan di Ambon. Jumlah yang hamper sama dengan seluruh spesies ikan dari semua lautan dan sungai-sungai di Eropa, sebagian besar dari ikan berwarna cemerlang, yang bercorak pita-pita dan bintik-bintik kuning, merah, dan biru, bentuk mereka menghadirkan berbagai jenis yang unik dan tak ada habisnya sehingga mencirikan habitat lautan di sini, kerang juga sangat banyak dan terdiri dari spesies terbaik di dunia. Wallace memperkirakan secara kasar bahwa ada hampir seribu jenis kerang dan mungkin sepuluh ribu spesies.

Terlihat betapa sang naturalis ini begitu menghayati keindahan Teluk ini dengan segala isinya, Wallace pun berfilosofi tentang karakteristik ikan dengan kata-kata pujian. Alfred Russel Wallacea (1823-1913) demikian nama lengkapnya, Wallacea adalah seorang naturalis asal Inggris, yang mengusulkan ide tentang Garis Wallacea, yaitu garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Asia. Beliau  telah menjelajahi kepulauan Nusantara selama delapan tahun (23 Januari 1854 – 1 Januari 1862).

Testimoni sang naturalisasal Inggris Wallace itu bukan tanpa alasan. Menurut Wibowo (Kompas.com,30/09/2012). Karakteristik habitat yang kaya akan sumberdaya pesisir, produktifitas perairan yang bagus, membuat perairanTeluk Ambon sebagai salah satu lingkungan terkaya di dunia. Lihat saja tinggi keragaman lamun, mangrove, dan koral menjadikan produksi ikan sangat tinggi dan beragam di perairan dengan luas sekitar 143,5 Km2. Sayangnya testimony Wallacea tentang keindahan Teluk itu sudah tidak kita temukan lagi saat ini, Abrasi yang tinggi, berkurangnya beberapa spesies ikan, langkanya ikan umpan, hancurnya beberapa ekosisitem karang serta munculnya masalah-masalah yang lebih kompleks seperti terkontaminasinya beberapa ikan dengan logam berat seperti tembaga (Cu) dan timbal (Pb) dalam konsentrasi yang rendah maupun tinggi, serta terdapatnya bakteri E-Coli di beberapa lokasi di teluk Ambon, makin menambah rumit masalah yang di hadapi teluk idaman Wallace ini, seperti diperkuat oleh Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam - LIPI yang berpusat di Ambon DR Augy Syahailatua berujar Penurunan secara perlahan kondisi kualitas perairan di Teluk Ambon,  katanya lagi, disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya adalah semakin rusaknya ekosistem pesisir, reklamasi, pembukaan lahan baru untuk pembangunan dan pemukiman, dan sampah yang belum tertangani dengan baik.

  • view 152