Indonesia Sehat Part 1

ISNA ARIFIN
Karya ISNA ARIFIN Kategori Kesehatan
dipublikasikan 06 November 2016
Indonesia Sehat Part 1

Minggu, 6 November 2015

Tak terasa, sudah 2 minggu lamanya saya menjalani hari di sebuah rumah sakit. Saya bukan seorang dokter, ataupun pegawai rumah sakit.  Aku hanyalah mahasiswa gizi magang yang baru pertama kali "Ngeh"  tentang rumah sakit. Karena , sejak kecil, bapak ibuku tak pernah mengajak anaknya menjenguk orang sakit. Alasan orangtuaku cukup simpel, tidak ingin anaknya sakit. Seperti yang kita tahu, penularan penyakit bisa lewat udara, dan akan-anak lebih rentan dengan hal itu. Ibuku lebih membiarkanku bermain di rumah, mengeksplor apapun yang ada di sekeliling desa. Bermain layang-layang, bermain perahu-perauan kala hujan turun, atau bermain petak umpet. Hahaha,, memang seringkali aku ditinggal sendiri di rumah.

 Aku masih ingat, pertama kali menginjakkan kaki di rumah sakit yaitu saat kelas 3 SLTP.  Lorong-lorong ruang itu, setiap sudut bangunan serta suara gledekan pembawa pasien , serta sebuah kamar yang mungkin semua orang takut. Itu lah kesan pertamaku mengenai rumah sakit, begitu mencekam. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, akau akan berada di rumah sakit selama ini. 

Hanya dua pilihan, mengapa orang pulang dari rumah sakit.   pasien-pasien dipulangkan karena memang sudah membaik atau tuhan berkehendak lain.  

Ya, begitulah. Dokter, dan semua tenaga kesehatan hanyalah perantara. Allahlah yang menentukan .  Meskipun hidup, mati hanya Allah yang tahu, kita sebagai manusia harus tetap berikhtiar, tidak membiarkan begitu saja penyakit menggerogoti tubuh kita.

Pernahkah kita berfikir? Ada berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk menyembuhkan penyakit? Ah, saya tak sanggup menghitungnya.  Coba saja uang itu dialokasiklan untuk hal lain, pasti akan lebih bermanfaat. 

Sat kamu sakit, kamu harus mengeluarkan biaya untuk berobat,  biaya rawat inap, bahkan kamu harus cuti dari pekerjaan. Tidak hanya bicara soal ekonomi saja, tapi soal sosial. Coba bayangkan berapa banyak orang ang sudah kau repotkan saat kamu sakit.

Lagi -lagi , orang masih memiliki paradigma yang salah. Sebagian besar oang baru sadar kesehatan saat kesehatannya mulai menurun. Mengaa tidak kau jaga kesehatan saja, pastinya lebih efisien dan lebih bahagia. 

Sehat itu berasal dari kemauan mu. Ah, selalu berdoa untuk kesehatan dan keselamatan, tapi kamu tidak pernah ikhtiar. Makan sembarangan, tidak pernah berolahraga, dan membiarkan dirimu terpapar polusi.  Lebih aware tenatang gizi, kesehatan, dan olah raga. Sekarang kamu bisa dengan mudah bertanya dengan para ahli kok.

#IndonesiaSehat

#IndonesiaBergizi

#HKN2016

 

 

 

  • view 126