Badut Terbaik

Isro Hariadi
Karya Isro Hariadi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Januari 2016
Badut Terbaik

" hari ini, hari yang kau tunggu bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu"?( Selamat Ulang tahun - Jamrud)

aku sedang makan dikantin sekolah waktu itu, sambil mendengarkan lagu bersuara serak dari radio usang yang terpojok diatas lemari piring, aku makan dengan perasaan cemas sambil ngelirakngelirik sekitaran kantin, jangan sampai ada satupun teman teman yang mengintaiku dibelakang, tertawa cekikikan bak hantu sambil membawa tepung, telur, belau (sejenis deterjen) dan hal hal yang berbau busuk?lainnya, demi memenuhi hasrat budaya "kacau" mereka, begitulah biasanya anak anak sekolah dijamanku, merayakan hari kelahiran teman temannya. Bagiku itu sangat seru!

makanku sudah hampir habis, aku tampak kecewa, tak ada satupun kejutan yang kutunggu itu datang. pembantu kantin yang aku akrabi dengan santai berujar " sudahlah sa, tidak usah ditunggu. sudah 5 tahun kamu disini sejak SMP hingga tahun kedua putih abu abumu, kau tak akan mendapatkan sebutir telur pecah dikepalamu, temanmu kan hanya aku", perempuan yang rambutnya dikuncir itu tampak meledekku, sambil cekikikan menutup mulutnya. "opps sory" dia mencoba menenangkanku yang tengah menatap tajam kepadanya.

dia jelas tahu. apa yang kutakutkan itu sebenarnya hal yang sudah lama kuinginkan. dia tahu, siapa sih yang mau berteman dengan seorang kutubuku, berkaca mata bingkai hitam tebal, berpakaian yang tak sekeren remaja SMA ditipitipi, emang siapa sih yang mau? kecemasanku tadi hanya akal akalanku saja. aku dan dia mengikrarkan diri menjadi bagian kaum minoritas yang terpinggirkan, tak ada yang mau mendekati perempuan muda yang menjaga kantin bukan. kami kalah elit kawan.

namanya Airi, dia sejak aku berseragam putih biru?sudah membantu ibu kantin mengelola satu satunya resto makanan ala anak sekolah tersebut, airi selalu terlihat menggoreng bakwan, tempe , tahu dan menu cemilan lainnya, kadang kadang menyuci piring, melayani anak anak sekolah yang mampir kekantin, dan yang selalu sajamengganggunya,?anak laki laki yang terus terusan menggodanya bak kucing melihat tikus. airi sebenarnya berwajah manis dibalik tampilannya yang kusut itu.

Hingga saat ini hanya dia dan adik lelakinya yang mengelola kantin, ibu kantin memilih jadi TKW di malaysia pada saat aku masih duduk dikelas 3 SMP. kabarnya, ibu kantin terdesak mencari penghasilan lebih, karena anak semata wayangnya membutuhkan biaya tinggi untuk operasi penyakit yang dideritanya. sampai sekarang masih tidak jelas, bagaimana kabar berita ibu kantin, bahkan airi sendiri pun tak pernah menjawab pertanyaanku tentang itu. akupun tak mau terlalu mempertanyakan, mungkin itu hanya urusan orang dewasa yang memahaminya.

airi menyediakan segelas susu coklat hangat untukku, mungkin sebagai sogokan agar aku tak kesal lagi kepadanya, "selamat ulang tahun sa, semoga panjang umur, jadi ahli lukis terhebat, juru dongeng luar biasa dan penulis yang handal" sambil tersenyum manis plus lesung pipi sebelah kanan yang mempesona. dia selalu tahu, di sekolah aku selalu bergegas ke perpustakaan saat bel istirahat berbunyi, mengambil buku Oscar Wilde, Fitzgerald, Updike, Allan poe, Henry dan John Green. setelah selesai membaca, aku mengambil kertas kosong, menggambar sesuka hati dan ya, setiap bel masuk kelas berbunyi. satu karyaku telah tercipta dan airilah tempatku menyimpannya.

aku terlahir dikeluarga biasa saja, yang paling mahal apa yang dikenakan tubuhku ini adalah sebuah kacamata. ayahku selalu sedih, memperhatikan mataku yang selalu menyipit ketika membaca buku buku sekolah dan melihat apapun yang ada dirumah, ayahku jelas tahu ada yang salah dengan penglihatanku. dia sudah sering kedokter membawaku untuk diperiksakan, dan memang disarankan untuk segera memakai kacamata. bagi ayah yang hanya kuli serabutan kapal, membawa kedokter tersebut juga paling mahal baginya, apalagi membelikanku kacamata. ayahku mungkin heran bertanyatanya dalam benaknya. diantara anak anaknya, hanya aku yang seperti ini. yang lainnya baik baik saja sedangkan aku, aku butuh perbaikan dimana mana. tapi ayahku selalu saja bijak, " diantara pohon mangga terbaik yang berbuah, ada satu buah diantaranya yang rasanya paling lezaat" ayahku memikirkanku seperti itu.

saat masuk lingkungan sekolah pertama kali, sekolah yang memiliki tiingkat SD?hingga jenjang SMA didalamnya,?sekolah terbaik diprovinsi ini. ayah dengan bangga menggandengku menaiki sepeda ontelnya mengantarkanku ke sekolah, batinnya mungkin berbisik " anakku akan menjadi insinyur yang hebat nantinya dan aku tak akan membiarkannya mengikuti jejakku menjadi seorang buruh kapal" setidaknya akulah kesempatan terakhir baginya, aku anak paling kecil diantara 4 bersaudara.

ayah membuka tas kerja yang dia bawa, mengeluarkan dan membuka sebuah kotak. sebelumnya, ayah menyuruhkan memejamkan mata. lalu memasangkan alat tersebut kemataku. "buka matamu sekarang sa" ayahku berujar. "bagaimana, apakah sudah terang sekarang" lanjut ayahku. aku membuka mataku, dan ya. aku melihat semuanya begitu fokus, gembira teramat lebih dan sedih menyeruak hati. "terimakasih ayah" aku berkata sambil sesenggukan. ini pertama kalinya aku memiliki benda tercanggih ditubuhku, sebuah kacamata berbingkai hitam tebal. aku makin terharu karena langsung mengingat keanehan pada ayahku dirumah beberapa bulan sebelumnya. ayahku berhenti merokok dan minum kopi demi kacamataku.

airi selalu menjadi tempat karyaku tersimpan selama ini, dia ikut serta terlibat pada sejarah pertama kali aku menggunakan kacamata berhargaku. saat aku sesenggukan didepan ayah, airi tampak terharu melihat ikatan yang terjadi antara aku dan ayahku. airi langsung menghampiriku " Darsa?" keningnya mengkerit setelah membaca label nama yang ada didadaku, sambil menarik tanganku ke arah kantin. dan aku yang masih sesenggukan sedih, patuh bak kerbau lapar duduk dipojokan kantin. "ini, susuh coklat hangat buatmu" airi menghampiriku dengan segelas air yang berbau harum itu dan diletakkan diatas meja. "airi" dia menyebutkan namanya didepanku sambil menyodorkan tangannya yang mungil. dia begitu ahli dalam hal perkenalan, begitu tegas. begitu dewasa jauh terlihat diatas usianya. "daa, daaarsaa" ucapku terbata sambil menggenggam tanganya yang sedikit kasar itu. perkenalan kami singkat jelas padat dan bagiku itu tak terlupakan

airi itu riang, tetapi juga misterius. dia tak pernah mau menceritakan asal usulnya kepadaku, bahkan ketika kutanya sekalipun, dia hanya tersenyum dan senyumnya selalu membuatku membeku, tak bisa melanjutkan pertanyaan lagi. bagiku cukup dia menjadi teman terbaikku saja sudah begitu membahagiakan.

-------------------------------------------------------------------------------------------

lantunan lagu all of me menggema diudara, dilangit langit bandara.

aku sedang dibandara, berada diterminal keberangkatan internasional. aku melihat sebuah outlet roti yang dijaga oleh seorang perempuan yang rambutnya dikuncir. hal itulah yang membuat seketika teringat kisah dikantin sekolah itu. aku mengingat airi kembali. begitu pentingkah dia bagiku? kenapa hingga tubuhku sedewasa, umurku yang lebih dari seperempat tahun masih termenyemenye dengan sebuah nostalgia. seberapa pentingkah dia?

setelah susu coklat yang disediakan airi kuhabiskan, stelah aku tenang karena kecewa tak mendapatkan kejutan apa apa saat itu, tak ada perayaan istimewa dihari kelahiranku. airi nampak sigap menarik tanganku untuk yang kedua kalinya, setelah yang pertama. aku yang sudah kelas dua SMA, masih saja patuh, kali ini aku seperti The Hunstman dalam film Snow White, "kuikuti kemanapun kau pergi putri". bisikku dalam hati. airi sedikit berteriak, " gar, jaga kantin. kakak, mau pergi sebentar". gagar nampak langsung siap siaga dikantin dan memberikan jempol, telunjuk dan bentuk bentuk paduan jari lainnya dari kejauhan. hanya kata "Okay" yang kutangkap dari kode dua bersaudara itu.?

bertepatan dengan hari ulang tahunku, ternyata hari itu ada rapat sekolah. setelah istirahat, ada dua mata pelajaran yang kosong. airi jelas sudah tahu, sialnya aku benar benar lupa akan hal itu, aku terlalu fokus akan kecemburuan kecemburuan perayaan ulang tahun yang selalu aku idam idamkan, kecemas cemasan yang aku harapkan agar badanku dilempari dengan hal hal aneh, keseruan tertawa tertawa mentraktir teman dan hal hal indah lainnya dimataku, ya dimataku ketika melihat teman teman lain merayakan ulang tahunnya seperti itu. jika seandainya aku sadar lebih dahulu kalau ada rapat, rencana yang kusiapkan jauh jauh hari untuk mengutarakan isi hati kepada airi akan kulakukan saat ini, tapi dengan keadaan seperti ini, aku tak membawa perlengkapan apapun. "sial" lenguhku pelan.

airi membawaku kerumahnya, tak jauh dari sekolah. aku kaget, bukan karena rumahnya yang begitu sederhana atau macam apalah kekagetan harta benda, bukan. aku sadar?karena ini pertama kali menginjakkan kaki dirumah airi dan dia yang langsung yang membawaku. aku teringat dulu dulu betapa getolnya aku bertanya tentang kehidupan pribadinya, yang hasilnya sampai saat ini aku hanya tahu dia punya adik bernama gagar, sebaliknya, dia tahu semua kehidupan pribadiku. semuanya. ada apakah gerangan? penasaranku menjadi jadi.

didalam rumah ada terpajang foto ibu airi, foto ayahnya, dan foto dirinya pada dinding, berbingkai rapi dan unik. aku sepertinya mengenal ibu tersebut, "siapa ya, perasaan wajah itu tak asing bagiku"?aku membatin. sebelum pertanyaanku terlontar kepada airi, lagi lagi dia menarikku kedalam sebuah ruangan, tarikan lembut oleh tangannya itu bak magis yang membuat aku patuh begitu saja. ruangan itu adalah kamarnya airi, cukup luas dan penuh dengan barang barang unik, ada pasir dalam botol beraneka warna, kerang kerang yang digantungan, edelwys yang diawetkan, kupu kupu yang terbingkai manis pada tatanan meja, buku buku asing yang cukup banyak dan satu yang mengherankan, sebuah tabung oksigen besar dipojok kamar. aku langsung bertanya, "airi, itu..." ucapanku dipotong airi dengan menyibakkan sebuah kain berwarna biru pada jendela kamar, awalnya aku kira itu hanya sebuah horden. nyatanya, aku ternganga, membeku, kaku dan makin cinta.

"selamat ulang tahun sa, ucapnya untuk yang kedua kali. ini hadiah buat kita. kita memiliki hari lahir yang sama"

aku terpaku. lama.

semua karyaku, sejak pertama kali kami bertemu dirangkumkan airi pada sebuah bingkai besar, semua gambar, semua dongeng, semua puisi, semua lagu dan semua tulisanku dirangkai airi membentuk sebuah peta, dunia kami berdua.

dalam kebekuanku, aku meilhat raut ceria airi berubah gelap dan berkaca kaca.

airi tiba tiba memelukku sambil menangis sesenggukan " sa, aku takut, aku takut"

aku lalu menenangkannya dan dia bercerita panjang, sebuah kisah yang menghentakkan isi jagad kepalaku, menyentil kehidupan keras yang kami alami sejak dulu.

itulah pertama kalinya dia menceritakan kehidupannya kepadaku, semuanya.

-----

ingatanku dihentikan oleh panggilan penerbangan, aku bergegas memberikan tiket dan menuju pesawat, aku duduk dibangku paling depan, dekat dengan tempat duduk pramugari, sementara penumpang yang lainnya sibuk mengaturkan perlengkapan pada bagasi kabin, aku melamun mencoba kembali melanjutkan ingatan tadi, tapi tak juga bisa kembali.

"I will always be yours forever and more.." (Ever Enough - A Rocket To The Moon) suara dering hape tersebut terdengar jelas dari belakangku, aku langsung sesenggukan tak jelas karena lagu itu, aku kembali mengingatnya. Airi.

"sa, aku takut. aku takut operasinya gagal sa, aku takut" tangis airi pecah bak deburan ombak. aku shock, lemas dan bingung. airi adalah anak semata wayang ibu kantin, airi selalu meminta merahasiakan siapa dirinya, karena airi tak mau hidupnya dibatasi dengan drama drama yang terjadi karena penyakit tersebut, airi ingin bebas. selama ibunya bekerja diluar negeri pun, ibunya tak pernah tau airi ikut menjaga kantin, padahal ibunya sudah memberikan kendali kantin kepada gagar anak angkatnya. ya, gagar adalah seorang anak angkat yang diambil dari sebuah keluarga jauh dari ayah airi, gagar diangkat?setelah kepergian ayah airi, ayah airi meninggal karena kanker yang sama.

hari itu adalah hari perayaan ulang tahun tersedih dalam hidupku.

besoknya airi melaksanakan operasi, dan ya, ya..seperti drama drama yang mudah ditebak. airi menghembuskan nafas terakhirnya.

mungkin doaku kurang kencang kelangit, kurang banyak sekian hari. aku menyesal masih terlalu muda saat itu, tak bisa melakukan apa apa. ibu airi memelukku erat, "sa, riri pergi sa, riri pergi" ibu yang selalu tegar kulihat sejak dulu itu, tanpak lunglay dan kusut, begitu juga aku. aku tak bisa menahannya, tak bisa menahannya.. kacamata berhargaku yang sering ditambal sulam airi agar lebih nyaman kupakai ini basah oleh air mata. aku tak menyangka, sampai saat ini hari ulang tahunku dan hari setelahnya masih saja menyedihkan.

setelah berapa lama, beberapa bulan setelah kepergian airi.?gagar mengantarkan bingkai peta dunia kami (aku dan airi) kerumahku, beserta sebuah surat, surat pertama dan terakhir airi.

"hai darsa, pertama kali aku melihatmu, kau mampu memukauku dengan ikatan batin yang kau punya dengan ayahmu. aku kagum dengan dirimu yang selalu menganggap dunia sekitar bak lelucon drama romanti yang selalu kita tertawai, setelah itu kita bersedih dan kita tertawai lagi. munkin kita terlalu cepat dewasa mengerti ikatan ikatan itu dalam tubuh kita yang masih muda, kita dengan mudah mengerti karena terlalu dini ditempa kerasnya hidup yang kita rasakan.

kau menjadi badut terbaikku, terbaik bukan karena kau selalu membuatku tertawa, kau terbaik karena kau selalu menjadikanku perias wajahmu, lalu kita membahagiakan orang lain. dengan cara kita berdua. kau selalu mendikteku dengan sangat baik akan buku buku yang kau baca " airi yang punya satu lesung pipi, versi terbaik diri manusia itu tercipta bukan karena meminta orang lain untuk memahami bahwa dia seperti ini dan seperti itu, kalau versi terbaik dirinya adalah seorang penjahat apakah kau membiarkannya jadi penjahat? bukan kan. versi terbaik diri manusia adalah ketika manusia mampu menerima dan saling mempengaruhi diri bersama sama menjadi lebih baik. penyatuan ego dua manusia adalah versi terbaik manusia yang memiliki sebuah hubungan". begitu panjang lebar sa, panjang. kau menjelaskanku dengan pemaknaanmu sendiri dan aku langsung paham. karena versi terbaik diriku sendiri adalah menyayangimu.

maap sa, aku terlalu cepat pergi darimu, tak apa apa kan ya. ini adalah lanjutan misiku, lanjutan terbaik dari diriku sendiri. aku akan secara langsung menyampaikan kepada tuhan. jadikan darsa?jadi ahli lukis terhebat, juru dongeng luar biasa dan penulis yang handal.

jaga peta dunia kita

Airi Handani?

sekita tangisku pecah lagi.

?

peta dunia kami adalah sebuah misi yang kami lakukan diluar sekolah, menjadi penghibur anak anak panti, anak anak yang membutuhkan perhatian khusus, sering kami berdua menyelinap dalam kegiatan kegiatan sosial, kegiatan apapun yang menginspirasi diri kami menjadi orang yang berguna. kami tak pernah lagi membandingkan diri kami dengan anak anak sebaya yang lainnya, yang dengan tetek bengeknya meminta sebuah kesenangan bermain kepada masing masing orang tua mereka, kami berdua menciptakan kesenangan kami sendiri.

tangisku makin pecah.

bagaimanakah perasaanmu kawan?

ketika aku nanti mengunjungi panti sosial, menghibur mereka sendirian. ada salah satu anak yang menanyakan "om badut, ibu badutnya kemana?

?

----

pemberitahuan dari pramugari bahwa pesawat akan berangkat, membuyarkan ingatanku kembali.

aku masih terisak diantara kerlipan lampu pesawat yang akan take off, hari ini?adalah?hari yang sama?dimana airi menyatakan isi hatinya kepadaku. hari ulang tahun kami berdua.

"happy birthday ri, aku memang badut terbaikmu dan kau perias terbaikku, aku juga menyayangimu"

berkat doanya, aku mendapatkan sebuah undangan kandidat peraih beasiswa sastra ke universitas Birmingham London, atas karya novelku yang berjudul "Hati Bintang".

Aku tak tahu mengapa aku masih begitu dalam mencintainya, sudah berlalu sewindu setelah kisah itu. Airi menyisakan lubang yang lebar dihatiku, diisinya, ditempatinya sebagai sebuah bintang, bersinar terang memancarkan keriangan setiap saat, memberikan aura positif yang tiada henti, memerikan inspirasi yang terus terusan bergulir. Yang menjadikanku manusia paling berbahagia didunia, paling beruntung sejagad raya.?

Aku badut terbaik dan dia menjadi perias badut terbaik. Kami menjadi terbaiknya diri sendiri karena saling membutuhkan satu sama lain. saling menginspirasi.

?

?

(Isha, Januari 2016)

?*gambar diatas diambil dari diri sendiri.

?

  • view 288