Sedang Belajar : Limbo

Isro Hariadi
Karya Isro Hariadi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Mei 2016
Sedang Belajar : Limbo

Bip bip tenonet..

Sebuah pesan balasan darimu dalam sebuah percakapan kita, masuk dan bergetar dalam henponku.

Ohh

Tiga huruf itu langsung membawaku ke area limbo yang dipenuhi raksasa telanjang yang punya taring dan cakar tajam, raksasa itu terlihat semakin membesar dari sudut labirin yang sedang kucari pintu keluarnya, pintu yang tak akan mengarahkanku ke raksasa cabul dan sadis itu. Selama aku berlari lari dalam labirin yang temboknya berukir relief relief aneh tentang kisah kisah pangeran yang dikhianati putri pujaan hatinya, aku masih sempat mengutak-ngatik henponku, mencoba membaca ulang percakapanku denganmu. Adakah sesuatu yang salah tulis pikirku? Dari sekian panjangnya huruf huruf menjadi kata yang kutuliskan hanya dijawab tiga huruf olehmu. saat mengecek kembali dalam henponku, aku kehilangan fokus dan jatuh tersungkur oleh rambat tanaman yang tumbuh disekitar tembok, dalam deru nafas ketakutan aku bangkit dan terus berlari tanpa peduli lagi henponku pecah berantakan. Aku terus berlari mengejar arah matahari, berharap bisa bercakap dengannya agar jangan tenggelam dulu hari ini, karena sebelum aku bisa menemukan jalan keluar dan matahari nekat tenggelam, aku akan membeku menjadi patung dan terukir otomatis menjadi relief relief yang kesekian.

Bib bip tenonet...

Aku berharap, itu pesan dari matahari. Sembari bergegas membacanya.

Pak, BPKB motornya belum ketemu ” Ternyata dari teman kantor

Bib bip tenonet...

Bang, Surat untuk Bank-nya belum ditandatangani bos, minggu depan mungkin” dari teman kantor

Bib bip tenonet...

Assalamualaikum, adikmu sudah dilamar dengan mahar segini dan bantuan segini, bisahkah pulang bulan sembilan?”  dari ayah.

Bib bip tenonet...

“surat rekomendasi sudah ditandatangani, silahkan datang keruangan saya” teman kantor

Bib bip tenonet...

dek, bisa minta tolong? Pinjam duitmu sekian untuk keperluan mendadak banget, tolong ya

pesan yang kutunggu tak kunjung datang, aku pun meradang dengan spekulasi spekulasi yang terjadi didalam kepala.

Jadi bagaimanakah seorang pria dengan kehidupannya yang cukup pelik, dengan semua permasalahan penting lain dalam hidupnya yang kurangajarnya selalu saja datang bersamaan, tetap bisa memberi kenyamanan terhadap wanita yang suasana hatinya senantiasa cepat berubah?

aku hanya tidak ingin berkeringat dalam limbo limbo berikutnya...

 

sumber Gambar disini

  • view 164