Untukmu yang ku panggil sahabat

Irmayani Sandi
Karya Irmayani Sandi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Oktober 2016
Untukmu yang ku panggil sahabat

Bagaimana kabarmu?  takkah kau merasakan bahwa aku merindukanmu. Mengapa semuanya begitu cepat berlalu, mengapa kebersamaan harus terkikis oleh hembusan angin, mengapa tawa harus berganti dengan isakan tangis.

Sahabatku, aku tak pergi, aku tak berubah. Sama sekali aku tak pernah melakukan itu. Aku hanya memposisikan diriku karena ku tahu sekarang dan dulu adalah dua hal yang berbeda. Dulu aku bebas mengajakmu pergi, tapi kini kau harus jauh melangkah meninggalkanku karena cita-citamu.

Sahabatku, Sejujurnya aku sangat iri melihat mereka yang menghapus butir kristal diujung matamu ketika kerasnya kehidupan menghapirimu, ketika mereka memberikan pelukan hangat saat masalah bergelayutan dipundakmu.

Sahabatku, semenjak kepergianmu hari itu kujalani semuanya sendiri, aku seakan-akan berada diruangan yang kosong, semuanya tampak sunyi tak bersuara. Semuanya pergi hanya meninggalkan kenangan dan air mata.

Sahabatku, jangan ragu untuk menghampiriku ketika kakimu membutuhkan pijakan untuk berdiri. Disini aku selalu menunggumu meski ku tau kini kau telah nyaman berada ditempatmu yang baru. Taukah kamu, banyak yang datang untuk mengisi tempatmu tapi tak ada yang sehebat dirimu yeah, sehebat kau mengurai masalahku, sehebat kau memberiku dorongan ketika kakiku tak mampu untuk berlarilagi.

Sahabatku, pelangi yang kupandangi sekarang tak seindah pelangi yang kita lihat dulu. Semuanya tampak berbeda, mungkin karena kini aku memandangnya seorang diri. Warnanya begitu gelap, mungkin dia tau bahwa aku lebih ingin melihatmu dibanding dirinya.

Sahabatku, banyak kisah yang ingin kuceritakan padamu, kisah yang rasanya hambar jika kau tak mengetahuinya, banyak hal yang ingin kuperlihatkan padamu, hal-hal yang mungkin kau akan mengejekku jika kau melihatnya.

Sahabatku, tetaplah menjadi sosok seperti yang kukenal, sosok yang mampu membuat mereka kagum dengan ketangguhanmu, sosok yang mampu membuat mereka tersenyum ketika berada didekatmu, sosok yang mampu menjadi obat bagi mereka yang terluka.

Sahabatku, Kelak jika kita bertemu kuharap tak ada tangis yang mengiringi sela-sela perbincangan kita. Kelak jika kita bertemu, ku harap kita sudah sama-sama menggenggam manisnya kesuksesan yang selama ini kita impikan.

 

 

Yang merindukanmu -05 Oktober-

  • view 243