Untukmu calon pelengkap imanku...

Irmayani Sandi
Karya Irmayani Sandi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 September 2016
Untukmu calon pelengkap imanku...

Calon imamku sedang apa kau sekarang ? sibukkah ? atau kau sedang kebingungan mencariku ? disini aku berusaha memperbaiki diri agar kelak kau bangga memperkenalkan diriku kepada keluargamu. Entah apakah kau akan datang secepat yang perempuan harapkan atau mungkin sekarang kau masih enggang memikirkan masa depan seperti yang kupikirkan , entahlah… Tapi kupastikan aku akan sabar menunggumu sampai kau beranikan diri datang mengetuk pintu rumahku, meminta restu ayahku bahwa kau menginginkanku menjadi bidadarimu.

Calon imamku maafkan aku yang tak berani mencarimu, aku hanya takut dipertemukan yang selain dirimu. Sabarlah mencariku, disini aku selalu membicarakanmu dengan-NYA, yah inilah caraku mendekatimu agar kau tahu kemana kau harus langkahkan kakimu.

Calon imamku aku tak tau kau adalah teman masa kecilku ataukah mungkin orang asing yang tak pernah kutemui, satu yang ku tau kau adalah yang akan mereka panggil Ayah, kau adalah tempat mereka bermain dan tempat mereka berbagi cerita.

Calon imamku tak mengapa jika kelak kita tak tinggal dibawah atap mewah, aku hanya berharap kau akan setia bersamaku. Kelak aku akan sabar menunggumu dibalik pintu, bersabar mendengarkan cerita dan keluh kesahmu, dan melihat ekspresi yang berubah-ubah diwajahmu, saat itu aku hanya bisa tersenyum dan bersyukur karena telah menjadikanku bagian dalam hidupmu.

Calon imamku tak penasarankah kau bagaimana kelak kita akan bertemu ? apakah dipertemuan pertama kita kau akan mudah mengenaliku ? siapakah yang akan pertama kali tersenyum ketika kita saling pandang? akankah bidadari syurga akan iri denganku melihat ketulusan terpancar dari matamu ? sungguh, apakah kau tak penasaran dengan semua itu???

Calon imamku aku tak akan marah jika kelak kau akan sulit mengenaliku, aku tak akan membencimu jika kelak kau lebih dulu tersenyum kepada teman wanitaku, aku tak akan egois memaksamu untuk tidak memalingkan wajahmu. Aku tak akan berjalan meninggalkanmu meski kau tak menganggapku. Sungguh aku tak akan melakukan hal bodoh itu. aku akan tabah seperti hujan yang meskipun telah jatuh berkali-kali tetap tak bosan melakukan hal yang sama untuk menyakiti dirinya, aku akan tabah seperti hujan dimalam hari yang tahu bahwa pelangi tak akan muncul meskipun dia merindukannya.

Calon imamku aku tak pernah menyesali penantianku karena ku tahu semua akan indah jika Dia berkehendak. Kelak jika kau telah mengenaliku bahwa aku adalah ibu dari anak-anakmu banyak hal yang ingin kuceritakan tentang kesabaranku menantimu.

Calon imamku aku tak pernah iri dengan mereka yang lebih dulu menemukan cintanya, aku tak pernah iri melihat mereka bergandengan tangan bersama anak-anak mereka karena ku tahu sekarang kau sedang memantaskan diri untuk menjadi sesosok ayah dan suami yang akan membuat penghuni syurga iri melihat kita kelak.

Jika saat ini kakimu terasa lelah untuk melangkah padaku berdoalah, bukankah semuanya akan terasa lebih mudah jika doamu dan doaku disatukan. Sayang, aku ingin bersamamu dua puluh tahun, tiga puluh tahun, lima puluh tahun. Bahkan sampai aku tak mampu bernafas lagi. Aku berharap kelak aku adalah yang pertama dan yang terakhir bagimu. Jemputlah aku wahai calon imamku… Aku sungguh merindukanmu memegang tanganku dengan halal.

 

 

Yang sabar menantimu.

  • view 345