Incredible96

Incredible96

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 08 Juni 2018
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

5.6 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible96

Incredible96

My Farewell…

 

Tak ada yang selalu menyedihkan dari sebuah kata perpisahan. Meskipun aku sudah mantap pulang tetap saja pada akhirnya berat meninggalkan mereka. Aku yang sebenarnya ingin ke Delhi dulu melihat Lodi Garden tapi sudah tak bisa lagi, karena Nicole dan Amal ingin bertemu aku untuk yang terakhir kalinya dan mereka hanya punya waktu tanggal 27. maka jadilah aku melewati hari-hariku di intern house.

 

Akhirnya saat itu datang juga, aku bertemu kembali dengan Nicole dan Amal setelah satu bulan kami tak bertemu.

 

“We are working like hell”,

 

begitu kata mereka berdua. Beberapa teman menghadiri farewell party-ku di Shindy Sweet. Ini memang suatu “kebiasaan”, jika seorang intern telah menyelesaikan internshipnya, mereka akan menggelar perpisahan bisa berupa dinner biasa, party gila-gilaan, atau hanya sekedar ngobrol santai diselingi games. Semua terserah host.

 

Ternyata project ke dua Amal dan Nicole menyimpan beberapa cerita duka, diantaranya akomodasi dengan kasur yang kutuan yang mengakibatkan Nicole harus pergi ke dokter kulit. Lain lagi dengan Amal, dia diprotes berbahasa Inggris kurang jelas dan diminta menggunakan Hinglish (HindiEnglish). Kami menggunakan joke ini karena hal ini tak hanya berlaku pada Amal tapi juga Chelsea.

 

Suatu hari Chelsea diminta berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Chelsea yang native Amerika, dibuat bingung dengan maksud bos-nya. Chelsea bingung seperti bagaimana Bahasa Inggris yang baik dan benar sementara dia sendiri adalah pengguna bahasa Inggris dari orok. Dan sejak itulah kami berkelakar kalau Indian tidak mengerti bahasa Inggris yang kami maksud, maka kami harus menggunakan Hinglish yang disertai dengan goyangan kepala atau bila perlu sambil menari, hahahahaha…        

 

Nicole dan Amal memberikan aku gift  yang tak pernah kuduga yaitu, blush on dan buku HOLY COW! Bukan tanpa alasan mereka memberikan dua benda berharga itu. Sebagai orang yang lebih senior alias paling tua, aku dinilai “kurang bisa/malah tidak bisa berdandan”. Pada satu waktu, ketika kami akan berangkat ke club, aku hanya mengoleskan lipglos dan bedak “seadanya”, sementara mereka dengan telaten memulaskan semua benda ke muka mereka. Hingga kuberanikan Nicole memberikan apa saja untuk “ditaruh” dimukaku, akhirnya dia menyapukan blush on dipipiku dan ajaib, ketika aku tersenyum, tulang pipiku yang terangkat dan warnanya berkembang menjadi merah merona! Kami berdua cekikikan di depan cermin dan sejak saat itu katanya dia berniat menghadiahkan aku blush on, jika aku pulang nanti.  

 

Sedangkan holybook, HOLY COW! adalah kenangan kami ketika trip ke Rishikesh. Buku yang dipinjam di book corner Pyramid Caffee, telah membuat kami tertawa lepas dalam tenda camping kami, ketika mengetahui bahwa kemungkinan anjing-anjing di India juga adalah seekor binatang yang vegetarian! Tulisan itu kami kaitkan dengan “ditemukannya” pasta gigi yang 100% vegetarian di MORE MARKET. Sejak saat itulah kami menganggap bahwa HOLY COW! adalah “holybook” dimana kami menemukan fakta-fakta yang sama antara kami dengan penulisnya.   

 

Dan untuk pertama kalinya, dalam sejarah perjalanan internship-ku bersama intern yang lainnya, aku bersedia menghadiri birthday party yang diadakan disebuah club. Aku bisa melihat tatapan Nicole yang heran dan “setengah amaze” ketika kukatakan aku in untuk pergi. Malam ini adalah malam terakhir aku bersama mereka, jadi aku ingin menikmatinya, toh aku tak tahu lagi apakah ada kemungkinan bagiku untuk bersama mereka lagi dikemudian hari. Mereka sudah menjadi bagian hidupku. Sayangnya Daraz tak bersedia ikut, dia memilih pulang, aku tak sanggup membujuknya. Dia tidak menyukai semua jenis party, seperti aku pada dasarnya…

  • view 20