Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 8 Juni 2018   20:57 WIB
Incredible94

Incredible94

 

July 22nd,2013

Keylong-Manali-Chandigarh

 

                Jam empat teng aku sudah bergegas menuju bus stand. Hari kedua melanjutkan perjalanan menuju Chandigarh, tapi sebelumnya kita transit dulu di Manali. Keylong telah mempesona pasangan Korea-Swiss sehingga mereka memutuskan untuk tinggal melakukan trekking dan tinggal lebih lama disana. Keindahan alam kadang membuat orang berubah fikiran.

Meninggalkan Keylong dan menuju Manali, kami melewati Rohtang Pass dan Subhanallah, ini benar-benar amazing. Suasana di Rohtang kini menjadi “North India” kembali. Tak ada lagi dry and cold, sekarang benar-benar sejuk. Masyarakatnya pun percampuran antara Ladakh dan Punjab, terbukti dengan pria-pria berturban yang terlihat berkeliaran.

Hawa sejuk, pohon pinus dan jalanan mulus membuat aku menikmati pemandangan Rohtang dengan senang hati. Air terjun dan patung Dewa Shiva beserta Trisula yang segede gaban seolah menambah ketentraman Rohtang.

Dan tibalah kami di Manali, break cukup lama dan melanjutkan kembali sisa perjalanan terakhir menuju Chandigarh. Kurang lebih sepuluh jam aku duduk di bis, melewati hari mulai dari terang benderang, berbuka puasa dalam bis hingga menyadari bahwa matahari sudah tak tampak lagi dan menyelimuti sisa badan kami yang pegal-pegal.

Finally, jam 22.30 aku sampai dengan selamat dan berwajah kucel. Tak tahu lagi bentuk jilbabku kayak apa. Aku kembali pada kenyataan Chandigarh yang panas dan meninggalkan Manali yang dingin. Satu jam kemudian dengan menggunakan autorickshaw aku tiba di intern house. Hah rasanya ingin cepat-cepat merebahkan badan dan meluruskan kaki.

Nyatanya hal itu tak bisa kulakukan. Begitu aku membuka pintu, musik hingar bingar langsung menyapa telinga. Pasti sedang ada party atau paling tidak mereka ngumpul di rooftop. Aku tak ingin keatas kalau saja kamar Shendy, roommate ku sementara terbuka. Mau tidak mau aku harus ke rooftop. Hah benar saja, mereka berkumpul disini. Tak ada wajah yang aku kenali, semuanya orang baru. Dua orang berkulit hitam sedang berkissing ria di sudut pintu, sementara yang lainnya tengah bercelotoh sambil memegang beer, kini tak hanya wajah Eropa yang aku lihat, banyak Chinese. Dalam keadaan teler, sebagian mengajakku bergabung. Aduh maaf-maaf kata nih bang, aye cape dan pengen tidur.

Sialnya lagi ternyata Shendy sedang travelling ke Varanasi, jadilah aku harus mencari kamar kosong, tapi semuanya penuh! Dalam keadaan frustasi karena mata sudah tak bisa diajak koordinasi untuk tetap melek, aku menemukan gadis sipit sedang membaca buku diranjangnya. Dari dia, aku tahu ada dua orang yang sedang travelling dan tidak pulang malam ini. Vicky yang asal Taipei menyangka aku baru sampai India, dengan keramahtamahan khas Asia dia menerangkan semua hal tentang intern house diakhiri dengan perkataan “Welcome to India.” Aku tak punya banyak waktu menerangkan bahwa aku sudah berada disini selama enam bulan dan akan segera pulang. Aku membuka sepatu dan mengucapkan Goodnight dan tidur.

Karya : Irma Rahmatiana