Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 8 Juni 2018   20:09 WIB
Incredible88

Incredible88

 

July 16th, 2013

12.00 PM

 

                Aku cukup kaget ketika tiba di LADF, hanya beberapa orang murid yang aku temui, kemana sebagian besar yang lain. Ternyata mereka sudah pulang kampung ke Lingshed dan beberapa desa lainnya dimana mereka berasal karena summer holiday di Ladakh sudah dimulai. Hanya tersisa 20 anak di hostel dan mereka juga akan pulang tanggal 18 nanti. Jadwal summer holiday memang tidak sama antara sekolah satu dengan lainnya. Ini artinya dua hari kedepan hostel akan sepi dan hanya beberapa anak yang tinggal disini. Dechen Angmo, yang sedang bersekolah medis mengatakan bahwa dia akan tetap tinggal di hostel karena sedang praktek kerja lapangan di rumah sakit pemerintah di Leh. Selain Dechen Angmo ada juga “Angmo” yang lain yang kuceritakan di awal, yang ingin melanjutkan sekolahnya di Jammu. 

                 

Dia yang masih “ga pede” untuk keluar Ladakh ternyata curhat juga kepada Charly. Aku dan Charly seperti menjadi team supporter bagi Angmo untuk menyiapkan mentalnya “bermigrasi” ke Jammu. Angmo memang terlihat lebih matang diantara teman-teman sebayanya. Akupun mengingat dia sebagai cewek yang menjadi “tour guide” ku ketika pertama kali datang. Dia yang menunjukkan dimana kamarku, kamar mandi umum, tempat mencuci mandi, ruang belajar,library dan toilet tentunya.

 

Kemarin dia menjadi “translater” ketika couple asal Perancis datang ke LADF untuk melakukan kampanye “Go Green”. Pasangan Perancis ini adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan project untuk lingkungan hidup dengan tema “Nature Protection”. Mereka melakukan travelling mulai dari Eropa, Asia Tenggara hingga Amerika. Mereka adalah mahasiswa dengan idealis tingkat tinggi yang berbackpack mengelilingi negara di tiga benua mengkampanyekan penyelamatan lingkungan. Mereka datang ke sekolah-sekolah mulai dari sekolah yang ada dikota hingga daerah terpencil, meminta anak-anak menggambar/melukis apapun tentang lingkungan. Sudah terkumpul puluhan ribu coretan anak-anak dari berbagai bangsa yang nantinya akan dipamerkan di Paris. Disetiap akhir menggambar, anak-anak ditanyai apa maksud dari gambar mereka dan mahasiswa brewokan serta sigadis cantik berpenampilan sporty akan menulis semua pesan mereka didalam gambar tersebut.

 

Charly yang hari itu menjadi fasilitator tampak sibuk wara-wiri. Ditengah-tengah kesibukannya dia mengucapkan terimakasih kepadaku yang sudah menulis artikel untuk majalah LADF bulan ini. Dia bahkan mengajakku untuk sama-sama pergi ke Lingshed dengan bocah-bocah ingusan itu. Ini merupakan kali kedua Charly mengunjungi Lingshed. Charly menggambarkan Lingshed sebagai “the most beautiful village in Ladakh and a must place to visit”. Aku terpaku membayangkan seperti apa Lingshed, pasti menyenangkan pergi bersama anak-anak itu. Mendengar Charly menawariku, anak-anak itu langsung menawariku untuk tinggal dan bermalam dirumah mereka jika aku sudah tiba disana.

 

“You can ride my horse”, “I’ll show Lingshed to you”, “You can sleep in my room”, “You can eat momo and timok everyday”.

 

Ya Allah mereka begitu polos dan lugu menawarkan semua hal itu. Tapi tanggal 21 aku harus kembali ke Chandigarh. Rumbak dan Lingshed adalah dua tempat yang tertunda untuk Ladakh.

Karya : Irma Rahmatiana