Incredible79

Incredible79

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 08 Juni 2018
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

5.6 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible79

Incredible79

“Cleaning” the Toilet

 

                Khusus untuk Ladakh trip, seorang teman yang sudah pernah kesana menyarankan aku untuk membekali diri dengan toilet paper ataupun tisu, baik tisu basah maupun tisu kering. Di Ladhak mereka menerapkan system “dry toilet”, ini disebabkan karena sumber mata air yang susah digali. Kalaupun mereka menemukan mata air, mereka harus menggalinya beberapa meter.

 

Sebelumnya aku tidak bisa membayangkan seperti apa wujud “dry toilet” tersebut, tetapi begitu sampai di SECMOL, barulah aku mengerti. Bentuk dry toilet adalah tanah seluas ukuran toilet biasa, didalamnya terdapat tanah yang dilubangi sebesar closet.

 

Yang membedakan dari toilet biasanya adalah, dibawah lubang sebesar closet tersebut terdapat ruangan untuk menampung “sampah manusia” tersebut. Setelah “aktivitas pembuangan” selesai, user diwajibkan menguruknya dengan tanah yang sudah disediakan. Dua hal yang disediakan selain tisu kering adalah sekop kecil untuk menguruknya. Ternyata di LADF juga menerapkan hal yang sama untuk toilet ini.

 

Hari Minggu yang biasanya merupakan hari bebas tak berlaku untuk minggu ini. Hari minggu juga biasanya bel bangun pagi berbunyi jam 7, tapi Minggu ini bel tetap berbunyi jam 6, seperti hari biasa karena semua siswa bertugas bersih-bersih. Bersih-bersih meliputi area toilet, pekarangan, tangga, dan semua ruangan yang ada. Aku tertarik untuk bergabung membersihkan toilet.

 

Jika dalam bayangan kita membersihkan toilet berarti membersihkan lantai kamar mandi dengan karbol dan sikat WC, maka bersih-bersih toilet ala Ladakh adalah menambah cadangan tanah untuk bekal menguruk ”sampah manusia” tersebut dan memastikan bahwa setiap toilet terdapat sekop kecil didalamnya.

 

Adapun peralatan yang dibutuhkan adalah sekop besar, linggis dan karung goni. Sekop dan linggis digunakan untuk menggali dan mengambil tanah dihalaman belakang, sedangkan karung goni digunakan untuk membawa/mengangkut tanah tersebut menuju toilet.

 

Aku sendiri sudah siap dengan masker dan pashmina untuk menutup mulut dan kepalaku dari terik matahari dan tentunya bau tak sedap yang dipastikan akan menyeruak ketika kita memasuki area toilet.

 

  • view 15