Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Wisata 2 Juni 2018   17:30 WIB
BALI

BALI

Tak perlu banyak kata untuk memberikan judul untuk Bali. Menulis empat huruf saja semua orang, seantero jagat raya rasanya tahu siapa dia. Bali adalah pintu bagi keindahan dan jendela bagi pertemuan budaya yang terbuka. Apa saja yang bisa kamu nikmati di Bali? Ini pengalaman saya ketika berkelana di Bali sekitar enam tahun yang lalu. Selamat menikmati :)

Sudah tahukah kamu kalau Bali dinobatkan sebagai World’s Best Destination? The 2017 Travellers’ Choice Award menobatkan Bali diposisi pertama bersaing ketat dengan 418 destinasi wisata dunia yang tersebar di Paris, New York, Barcelona, Prague dan London.  Wow banget kan? Award ini dianugerahkan pada bulan Maret 2017 ini! Makin bangga dong jadi orang Indonesia.

Apa sebenarnya yang membuat Bali begitu outstanding, tak hanya bagi kita warga lokal, tapi juga wisatawan asing? Kalau berdasarkan polling sih ada tiga kategori yang membuat Bali menjadi tujuan wisata dunia, yaitu accomodation, attraction and culinary.

Untuk kategori akomodasi resort di Legian dan Nusa Dua paling banyak direkomendasikan. Sedangkan untuk kategori atraksi Monkey Forest, Waterbom Bali dan Tari Kecak di Tanah Lot Temple adalah yang paling banyak di review. Kalau soal kuliner sih tidak perlu dibahas lagi ya, saya pribadi suka Nasi Bali dan sambal matahnya. Kalau kamu?

Saya rasa sebagai bangsa Indonesia kita patut bangga dengan Bali. Percaya deh Bali itu begitu mendunia banget. Maka tak heran banyak dan mungkin banyak sekali video-video yang diunggah oleh turis mancanegara mengenai eksotisme Bali. Saking terkenalnya Bali, orang asing selalu mengira bahwa Bali adalah pulau tersendiri dan bukan bagian dari Indonesia. Mudah-mudahan tagline “Wondeful Indonesia” bisa menjadi pengingat bagi siapa saja bahwa Bali ada di Indonesia. Gambar penari Bali dengan lirikan matanya di brand “Wonderful Indonesia” adalah bukti nyatanya.  

Apa kesanmu tentang Bali? Kalau aku sih, dalam banget (sedalam cintaku padamu eeeaaaaa).

Saya berkelana di Bali sekitar enam tahun yang lalu bersama seorang teman, sebut saja dia Mawar  eh  dan menghabiskan waktu kurang lebih dua atau tiga minggu (saya lupa persisnya) yang jelas saya menikmati sekali Bali, maklum itu hadiah untuk diri saya sendiri setelah sekian lama lelah dengan kehidupan ini hihihihi. Alasan utamanya sih, saya sudah lama ingin kesana, itu saja, no more, no less.  

Eksotisme alam Bali tak kan berhenti jika terus disusuri, sampe sekarang saya masih ingin kembali lagi ke Bali. Selama di Bali saya mengunjungi beberapa titik yaitu Ubud, Tanah Lot, Besakih, Kintamani, Kuta, Bedugul, GWK, Uluwatu dan tiga tempat (yang mungkin tidak terlalu populer) yaitu Kebun Raya Bali, Monumen Perjuangan Rakyat Bali dan Taman Ayun.

Bagi saya pribadi, semua tempat di Bali menawarkan aroma keselarasan dan keharmonisan antara alam, manusia dan Sang Maha Pencipta. Ketiga elemen inilah yang menurut saya membuat orang betah berlama-lama di Bali. Ga heran kan Raja Salman dan rombongan keluarga Arab memperpanjang liburan mereka di Bali. Gak heran pula jika Nicole Kidman tertangkap kamera menikmati berbelanja di Sukowati disela-sela syuting film Eat,Pray,Love. Tinggal nunggu Ryan Gosling nih dibandara Ngurah Rai ;)

Apa saja sih yang bisa kamu nikmati di Bali? Jaman sekolah saya senang banget lagu Kuta Bali-nya Andre Hehanusa. Gambaran Cut Mini pake kebaya putih Bali dan berjalan di pantai itu ya selalu teringat dengan jelas sampe sekarang. Agak modern-an dikit giliran Mba Anggun deh yang membuat saya terpana dengan setting Bali di lagunya Snow on the Sahara.

Dulu, Bali yang saya tahu selalu erat kaitannya dengan pantai Kuta. Tapi ketika saya sampai disana, saya kok jadi merasa sebaliknya ya. For me, Kuta is too crowd! Kecuali kamu memang suka keramaian ya. Di Kuta malah (saya) yang merasa jadi orang asing hahahahaha. Habisnya berseliweran orang berbikini dan bertelanjang dada. Kuta ibarat kata adalah pantai yang tak mengenal kata derita. Orang-orang datang silih berganti. Seorang rasta tak berhenti bernyanyi dengan gitar ditangannya. Ibu penjaja tikar dan jasa mengepang tak lelah menawarkan jasanya, hingga seorang Ibu setengah baya yang hanya menyediakan jasa charging handphone pun bisa bercengkrama ria dengan pemuda British.

Berjalan menyusuri Kuta malah membuat saya sedih ketika melihat Monumen Bom Bali. Disitu terpampang deretan nama-nama dari berbagai belahan dunia yang menjadi korban Bom Bali tahun 2002. Saat itu saya melihat orang-orang yang melalui jalan Legian berhenti sejenak, tak hanya untuk membaca daftar nama-nama korban tapi juga berdoa dan meletakkan bunga. 

Akhirnya ketenangan dan kekaguman bercampur jadi satu ketika manapaki satu persatu tangga di Besakih. Sebagai pura terbesar di Bali, Besakih seperti “grand temple”, bahkan ia dijuluki Ibu nya pura di Indonesia. Besakih ini terdiri dari 18 kompleks pura dan setiap pura mempunyai nama masing-masing.

Dari sekian banyak pura untuk umat Hindu, terselip satu pura milik umat Budha lho. Kalau kamu kesana gampang sekali mengenalinya, karena dia mempunyai warna yang berbeda. Jika pura umat Hindu didominasi warna kuning, maka pura umat Budha ini berwarna oranye. Indah sekali bukan ketika perbedaan saling berdampingan?

Berlanjut menikmati eksotika Bali, Tanah Lot dan Uluwatu hanya mempunyai satu definisi yaitu cantik. Uluwatu ini cantik bukan kepalang lho. If you want to relax yourself, do spend your time here. Waktu itu saya dan ratusan pengunjung yang lain benar-benar menghabiskan waktu sampe sunset. Saking keasyikan nya di Uluwatu, sampe sisa waktu sedikit sekali ke Tanah Lot.

Deburan ombak di Tanah Lot sedikit menyejukkan hawa Bali di senja hari. Sayang sekali kami tidak kebagian view Tanah Lot di siang hari. Dibelakang komplek Tanah Lot banyak berjejer toko-toko souvenir Bali, mungkin bisa jadi pilihan kamu kalau mau cari oleh-oleh.

Dibelahan Bali yang lain, saya suka sekali spot foto di GWK, angle nya bagus-bagus dari segala penjuru, kalo istilah zaman sekarang, foto di GWK itu Istagrammable banget. Jadi tak heran pula banyak yang melakukan sesi foto pre-wed disana J. By the way, kamu tahu ga kalau patung Krishna yang jadi icon GWK itu dibuatnya di Bandung lho. Serius? Serius banget sama kaget banget yak.

Jadi, seniman patung nya adalah seniman asal Bali namun berdomisili di Bandung. Jadi setiap bagian tubuh Krishna yang sudah selesai di Bandung akan dikirim langsung ke Bali. Sampai tahun 2012, patung Krishna ini belum selesai dan masih on going untuk tahap finishing. Entah kalau sekarang ya, mungkin sudah selesai? Di GWK kamu juga bisa menikmati pertunjukan tari Bali yang apik banget.   

Oya, jangan lewatkan Ubud di list kamu jika ke Bali ya. Kalau kamu pecinta art galery, wajib hukumnya ke Ubud. Meskipun ada yang bilang kalau Ubud itu kawasan “orang tua tua” tapi bagus juga kok. Ada barisan sawah hijau yang menyejukkan mata. Udaranya seger banget. Waktu itu saya ke Ubud setelah menikmati Kintamani.

Hayo apa yang ada di fikiranmu kalau disebutkan nama Kintamani? Kalau aku sih anjing nya hihihihi. Maklum dulu sering banget denger lagu Anjing Kintamani nya Shaggy Dog (eh ini bener ga ya nulisnya). Anjing Kintamani terkenal karena bulunya yang bagus dan lebat. Mungkin kalau kamu penggemar anjing dan punya peliharaan anjing bisa mampir ke Kintamani.

Karena berada diantara Gunung Batur dan Danau Batur hanya di Kintamani cukup sejuk. Sebenarnya waktu itu kami ditawari wisata petik buah, macam wisata petik apel di Malang, tapi kami skip wisata itu. Jadi ketika di Kintamani saya hanya menikmati suasana Gunung Batur dari kejauhan dan danau nya saja, itu sudah cukup. Dan di Kintamani pula saya akhirnya menemukan mesjid jami, Al-Muhajirin namanya, jadi ga usah numpang-numpang shalat lagi.

Sebenarnya dari Kintamani kamu bisa nyebrang dikit pake perahu kecil, kalau kamu berniat melihat Trunyan. Terambil dari dua kata yaitu turu (tidur) dan menyan, Trunyan merupakan kompleks pemakaman di Bali, dimana kamu bisa melihat mayat yang masih dalam keadaan segar karena memang kawasan ini konon katanya dikelilingi pohon kemenyan. Saya sendiri tidak ke Trunyan, mungkin yang sudah pernah ke Trunyan bisa share disini pengalamannya.  

Tapi kalau saya lihat-lihat folder foto Bali, sebenarnya paling senang lihat foto di Danau Beuratan-Bedugul. Mungkin saya terlalu sering lihat danau itu di uang lima puluh ribu kali ya, makanya pas ada disana saya seperti mimpi hihihihi, norak banget ya. Tapi ga apa-apalah yang penting udah kesampean.

Dalam hati saya selalu amazing dan berdecak kagum dengan skill para leluhur kita dizaman dahulu kala. Ya seperti Danau Beuratan ini, ada pura ditengah-tengah danau, kan amazing banget. Konon katanya kalau ada odalan (upacara keagamaan), maka “tangga penghubung” baru dibuka sebagai jalan menuju pura. Tapi jika tidak, ya seperti itu saja, pura nya seakan-akan berada di tengah danau.

Kalau kamu punya banyak waktu, ga ada ruginya lho datang ke Museum Perjuangan Rakyat Bali dan Kebun Raya Bali. Di museum ini kamu tak hanya menikmati arsitektur museum yang keren banget tapi juga belajar sejarah, salah satu nya tentang Perang Puputan Bali dan membaca surat ketegasan tanpa kompromi yang ditulis oleh I Gusti Ngurah Rai kepada Belanda.

Nah kalau di Kebun Raya Bali, kamu siap-siap gempor ya kakinya J Luas banget!!! Mungkin lebih luas dari Kebun Raya Bogor. Tapi ya di Bali itu semua tempat kayaknya ga bisa lepas dari aroma arts, sampe dikebon pun ada saja patungnya, malah gigantic! Yang anti mainstream tentu saja patungnya Rahwana yang menggenggam manusia. Tak lupa pula patung romansa Shinta dan Rama.    

Nah gimana? Tertarik mengunjungi Bali? Pastinya dong, banyak sekali tempat di Bali yang bisa kamu kunjungi. Pandawa dan Lovina adalah dua pantai yang saat ini sering banget jadi objek buat foto-foto. Nusa Penida dan Nusa Lembongan katanya bagus juga. Ahh, jadi pengen piknik lagi nih J

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, saya satu bangku dengan seorang kakek. Si kakek yang saat itu menenteng beberapa biji durian bercerita dengan riang gembira tentang kampung halamannya. Sang kakek menawarkan saya untuk mampir ke rumahnya, namun sayang itu rasanya tidak mungkin. Dia berpamitan dan menyebutkan nama tempat dimana dia tinggal yaitu Negara. Mudah-mudahan suatu saat bisa kesana.

Kiranya perbincangan saya dengan si kakek adalah akhir cerita dari perjalanan saya di Pulau Dewata dan berakhir pula cerita saya disini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang merencanakan kesana.

Ada quote bagi yang masih fikir-fikir dan galau ke Bali ga ya?? Ini quote nya:

“Bali is morning of the World” – Jawaharlal Nehru (1950s)

Segitu aja, selamat berlibur J

A few tips if you want to visit Bali:

-Lebih enak kalo berdua atau berkelompok karena kamu bisa rental motor atau mobil, sehingga kamu bisa save waktu dan budget, termasuk jumping dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya. Kamu juga bisa memanfaatkan bis sebagai moda transport. Ada yang menarik lho dari para sopir bis di Bali. Mereka ga akan perduli dengan jumlah uang yang kamu bayar. Sering saya perhatikan, ketika menerima uang, mereka akan langsung melemparnya ke dashboard. Hayo tahu ga kenapa? Yup, itu terkait kepercayaan mereka pada apa yang dinamakan “Karma”. Apa yang kamu semai, tentu saja berdasarkan benih yang kamu tanam. Isn’t it interesting to learn?

-Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, saya pribadi agak kesulitan mendapatkan mesjid/mushola di Bali. Tapi ini bukan alasan untuk tidak shalat dong, jadi siasatnya adalah saya (hampir) selalu makan di warung padang, sekalian numpang shalat karena biasanya mereka menyediakan space untuk shalat. Pernah juga saya numpang shalat di rumah penduduk, jangan khawatir mereka dengan baik hati memberikan tempat yang layak untuk kita shalat kok.

-Ke Bali ga harus selalu by air, kalo mau lewat jalur darat sebenarnya bisa banget, asalkan kamu punya waktu yang lebih. Ke Banyuwangi dulu aja, sekalian susurin Banyuwangi trus nyebrang deh melalui Ketapang. It is definitely will save your budget. Semakin ramah dikantong, maka travelling semakin menyenangkan.

-The nature and the people hospitality in Bali are harmonious, so do not hesitate to visit Bali J

Karya : Irma Rahmatiana