Incredible71

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 25 Mei 2018
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

4.7 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible71

Incredible71

Romantisme ala Kashmir

                Sepulang sightseeing aku cape bukan kepalang. Panas yang menyengat membuat tenggorokan selalu ingin di basahi dengan air dingin. Sesampainya dihouseboat aku melihat keluarga Ayub sedang berkumpul mulai dari ayah dan ibunya, Ayub dan kakakknya yang baru datang dari Goa, juga cucu mereka yang lucu. Tak ketinggalan Jameel Khan, sang tukang kebun merangkap waiter di houseboat. Menikmati secangkir teh bersama kehangatan keluarga Ayub dan birunya langit Kashmir, coba nikmat mana lagi yang kamu dustakan? This is heaven…

Sedang asyik-asyiknya mengobrol kami kedatangan tamu yang tak lain adalah Javeed, pemuda tetangga houseboat Ayub. Lelaki yang kemarin mengajakku kerumahnya dan bertemu saudara-saudara Muslim Kashmir. Dia langsung bergabung bersama kami. Tanpa basa-basi dia langsung bertanya, 

“Are you ready?”

Maksud? Ternyata dia mengajak aku naik sampan lagi bahkan kali ini dia berjanji akan membawa aku keliling Dal Lake. Wow, sebuah penawaran yang tak boleh ditolak. Ayub tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Setelah mandi jebar-jebur akupun langsung duduk manis disampan berwarna orange miliknya. Mengenakan jeans dan kemeja hitam, Javeed benar-benar membuktikan janjinya. Dia membawa aku berkeliling sampai ke penghujung pemukiman penduduk di Dal Lake. Ternyata semakin kebelakang, pemukiman penduduk semakin ramai. Para bapak menghabiskan sore mereka dengan memancing sambil mengobrol diatas sampan, ada juga yang tertawa-tawa sambil menikmati Kashmiri tea diteras rumah mereka, selebihnya para ibu yang saling bercanda dengan tetangga melalui jendela. Aku sungguh menikmati moment ini. Senyumku tak pernah lepas dari bibir dan wajah rasanya, bahagia sekali. Dihadapanku seorang pemuda Kashmiri mengayuh sampan dengan sekuat tenaga dan berkali-kali bertanya,

“Do you like Kashmir?”.

Javeed yang sudah lulus kuliah tapi belum mendapatkan pekerjaan, melewati hari-harinya dengan menarik shikara dari pagi hingga sore. Sayang sekali memang, seperti yang kuceritakan sebelumnya, tak banyak lahan pekerjaan di Kashmir. Setelah sore ia bebas tugas. Tingginya kutaksir sekitar 165 senti dengan perawakan sedang. Wajahnya tirus tapi manis jika tersenyum. Sesekali dia berdiri mengayuh sampan, menyapa penduduk lokal dan kembali tersenyum kepadaku. Jika dia duduk kembali, dia bertanya,

“Will you be back to Kashmir someday?”,

Aku menggeleng dan tak tahu kapan akan kembali atau ini adalah kunjungan ku yang pertama dan terakhir ke Kashmir. Kami duduk berhadapan dan anganku melayang mengingat adegan film “The Notebook” ketika Ryan Gosling mengayuh sampan bersama Rachel McAdams disebuah danau. Inilah bagian dari romantisme Kashmir kawan…

Tak hanya mengajakku berkeliling Dal Lake, Javeed juga mengajak aku menikmati secangkir kopi disebuah caffee terapung di Dal Lake. Kami duduk-duduk menikmati hot coffee latte sambil menyaksikan aktivitas Dal Lake yang semakin malam semakin ramai. Inilah yang dinamakan Meena Bazaar atau pasar dimalam hari. Cahaya-cahaya lampu mulai terang benderang mulai dari boatshops, restaurant, shikara, hingga houseboat-houseboat yang cantik. Kashmir kini menjadi gadis genit yang merayu aku untuk memperpanjang tinggal disini, tapi aku harus pergi besok, meninggalkan houseboat, shikara, keluarga Ayub, Jameel Khan dan Ryan “Javeed” Gosling tentunya.

Kami menikmati Kashmir di malam hari dengan secangkir kopi (yang bahkan tak pernah aku sukai) dan pemuda Kashmir yang baru ku kenal beberapa hari. 

 

  • view 14