Incredible66

Incredible66

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 25 Mei 2018
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

5.5 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible66

Incredible66

Meet the Principal

 

                Lain ladang lain belalang, lain sekolah, lain kepsek, lain owner, lain pula gayanya. Tak hanya itu lain jenis sekolah lain pula pertanyaan interview nya. Inilah pengalamanku setidaknya dengan tiga orang petinggi sekolah yang aku temui. Principle ku saat ini adalah seorang yang anggun, meskipun terkadang aneh dengan keanggunannya, misalnya kadang dia bersikap seperti queen, memencet tombol yang berbunyi, pingggg, maka datanglah aunty yang menanyakan apa keperluannya. Jika guru-guru dalam event apapun berani “gila” ketika menari, maka dia hanya tersenyum saja, dia tak pernah turun ke “dance floor” untuk dancing apalagi dancing layaknya Panjabi people, yang jika ditabuh bunyi gendang sudah seperti cacing kepanasan. Hanya sekali kulihat dia menari, itupun karena diseret-seret oleh guru yang lain, dalam event “Women Day”, jika diibaratkan penyanyi dangdut, maka penonton tidak terlalu menyukainya, karena dia “pelit goyang”.

Tapi itulah dia kawan, selalu tersenyum seperti dikulum dengan Punjabi suit dan dupatta-nya yang berkibar-kibar. Tapi jangan salah, jika dia membuka pintu kelas semua anak seperti terkena sengatan listrik, diam tak bergerak dengan rambut jingkrak, hahahaha. Suatu kali ketika aku mengajar di kelas satu yang ributnya minta ampun dan juga bandelnya minta ampun, dengan satu gerakan membuka pintu, semua anak langsung terduduk diam di tempat, dan dia tak segan meminta anak yang paling berulah kedepan dan memintanya melafalkan perkalian, tahu rasa lo…  

Sementara dihadapanku sekarang, seorang wanita muda tinggi langsing yang kutaksir berumur sekitar dua puluh delapan tahun bersemangat segera mewawancaraiku. Namanya tertera diatas meja dengan gelar berderet dibelakangnya. Beberapa menit berlalu dan aku yakin dia pasti lulusan luar negeri, setidaknya itu bisa dikenali dari bahasa Inggrisnya yang tidak berlogat Hinglish. Wajahnya tenang tapi pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan tajam seperti mata pisau, macam pembawa acara gosip yang siap menyayat hati selebritis yang diwawancarai. She squeeze me! Aku tak terlalu yakin apakah dia berminat kepadaku, setelah mencecar aku habis-habisan. Kurasa aku harus ikut club debat dulu sebelum wawancara dengan dia.              

Surprisingly, beberapa hari kemudian aku mendapat konfirmasi bahwa mereka berminat meng-hire aku, tidak lima, enam atau tujuh bulan tapi mereka menginginkan aku delapan bulan kedepan! Aku sempat bingung, rasanya itu terlalu lama untukku. Tak hanya itu, mereka juga menginginkan aku bergabung dengan sekolah baru as soon as possible. Tak henti-hentinya mereka menghubungi aku, sementara planningku untuk ke Kashmir untuk menjadi tenaga sukarelawan sudah fix, all set. Aku tak mungkin membatalkan begitu saja.

Aku mencoba mengambil jalan tengah kalau aku akan shorten my trip di Kashmir, tapi mereka tetap tak mau. Mereka beralasan bahwa aku bisa menunda dan membatalkan trip ku ke Kashmir, jika ada kesempatan libur toh aku bisa berlibur. Tapi hatiku berkata lain. Tidak mungkin aku membatalkan sefihak dengan NGO yang sudah susah-susah aku cari agar aku bisa menjadi sukarelawan disana. Aku ingin melihat Kashmir, tempat yang digadang-gadang adalah Paradise of India, dan ketika kesempatan itu sudah datang aku tak ingin melepaskannya. Meskipun ini kerja sukarela, tanpa bayaran, aku tak mau asal-asalan. Aku ingin bekerja hanya untuk mereka yang bisa menghargaiku genuinely! Aku lelah tinggal di Punjab dan aku rasa Kashmir adalah  jawaban atas semua kelelahanku.

Lama aku tertegun menatap layar monitor. Kuraih handphone hitam mini-ku. Dan mencari nama Sanya, sang Local Committee dan mengetik sebaris kalimat,

“I’m in the deep apologize that I won’t extend my visa and I keep on my plan for Kashmir”

Message sent!

  • view 24