Incredible62

Incredible62

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 22 Mei 2018
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

5.5 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible62

Incredible62

Our Frustation 

                Tak hanya masalah summer camp yang membuat kami gondok, pre summer camp Nicole sudah mencak-mencak mendapati foto dirinya yang dipajang untuk iklan Summer Camp yang terpampang di gerbang sekolah. Bagi dia ini adalah pelanggaran ham, memajang foto tanpa meminta izin dari nya. Foto dia dan aku juga ada diselebaran flyer yang dibagikan kepada semua kelas untuk promosi summer camp. Sementara foto Amal nangkring di selebaran berwarna dengan kertas yang lebih glossy. Kenyataan summer camp yang amburadul, janji pindah ke flat yang masih omong kosong, hingga hilangnya senyum kami jika memasuki pekarangan sekolah, membuat kami frustasi. Amal semakin sering ingin “membunuh orang” dalam cursing-nya, Nicole semakin bertambah sering freak out dalam semua tindak tanduknya dan aku berdiri diantara keduanya yang kebingungan harus berbuat apa. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk makan ice cream sebagai “pelarian” seusai dinner.

Kami mampir ke “Sip and Bite”, toko roti dan ice cream hampir setiap hari dan menjadi pelanggan setia mereka. Aku yang tak tahan makan banyak, suatu hari pernah seperti orang “mabok” dengan makanan yang masuk ke mulutku. Bayangkan sebelum makan malam kami minum mango shakes, ketika dinner tiba selain menu utama, kami makan salad juga minum susu dan di tutup dengan ice cream. Amal tertawa terpingkal-pingkal melihat kearahku,

Look, Pinky is drunk”.

Setengah bercanda dia berkata pada Nicole bahwa untuk membuat aku mabuk aku tak perlu vodka, cukup sediakan banyak makanan hahahaha, dan benar adanya, aku seperti orang yang ingin muntah. Oh Tuhan maaf kan hamba mu ini…

Pelarian kami yang kedua selain ice cream adalah Chandigarh. Dan lagi-lagi mengenai makanan. Indian Coffee House yang terkenal dengan cold coffee cream-nya adalah tempat hang out untuk menyalurkan hasrat melahap makanan India. Tempat yang vintage dan harga yang murah meriah membuat kami betah berlama-lama disini. Dan kini untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku aku order makanan hingga dua kali !!! phenomena ini menyadarkan aku bahwa aku benar-benar frustasi dan stress. Hang out terus berlanjut ke ELANTE Mall hingga dinner tiba, Andres yang bertugas memesan makanan disalah satu restoran cepat saji, tak tanggung-tanggung memesan dua porsi ayam yaitu satu untuk chicken burger dan chicken spicy.

Lagi-lagi kami seperti kesetanan memakan ayam, setelah sekian lama tak berjumpa dengan dia. Pada akhirnya kami semua tahu hasil dari reunion dengan sang ayam, yaitu sakit perut dan bolak-balik kembali ke toilet. Itulah akibat melanggar sumpah sang vegetarian…  

Dari Elante, Andres mengajak kami chill out. Konon kabarnya ada salah satu intern yang sedang merayakan ulang tahunnya disalah satu club tak jauh dari Elante, yah party lagi dech ujung-ujungnya. Nama clubnya pun serem yaitu UNDERDOG. Chelsea dan satu Canadian girl, menyambut kami dibibir pintu masuk dan mempersilahkan kami bergabung dengan yang lain. Club yang didesign dengan gaya sporty ini hingar bingar tak hanya karena alunan house music tapi juga tawa orang-orang yang menyeringai dan TV layar datar segede gaban yang terpampang dimana-mana meskipun ku tahu tak ada yang berminat menontonnya.

Andres dan Mila yang suddenly menjadi couple di India menikmati permainan bear pong dan kami semua mengelilingi mereka sambil sesekali bersorak jika diantara kedua nya ada yang meleset melempar bola. Para waiter yang berseragam jersey Juventus tampak sigap melayani semua permintaan tetamu yang hadir. Yang justru mengejutkan pemandangan adalah anak-anak kecil yang berkeliaran padahal waktu sudah tengah malam malah nyaris berganti hari, kulihat mereka godek-godek mengikuti irama yang ada, setidaknya ada lima anak kecil berumur sekitar tujuh tahunan yang berkeliaran bermain petak umpet diantara tinggi nya meja-meja dan kursi-kursi putar juga temaramnya lampu, hadeuh India… India…

  • view 19