Ketika Cinta Salah Memilih : Far From the Madding Crowd

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Lainnya
dipublikasikan 28 Februari 2018
Ketika Cinta Salah Memilih : Far From the Madding Crowd

February 2018

Ketika Cinta Salah Memilih : Far from the Madding Crowd

Bulan merah jambu nih, mari kita bicara cinta lah. Sekali-kali boleh dong. Pesan cinta kali ini datang dari desa kecil di Inggris bernama Dorset, 200 mil dari London bersetting tahun 1870. Dorset digambarkan sebagai desa kecil dengan pemandangan yang marvellous dan menakjubkan akan keindahan alamnya.

Dari keindahan alam itu tergambar pula kecantikan seorang wanita bernama Bathsheba Everdene. Miss Everdene ini digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik, independent dan pekerja keras. Jika winter datang menyapa dia akan bekerja membantu sang aunty di ladang.

Kecantikan Miss Everdene dikenali pertama kali oleh seorang lelaki pemilik seratus hektar tanah dan 200 ekor domba bernama Gabriel Oak. Tak butuh waktu lama bagi seorang Farmer Oak untuk memutuskan melamar Ms. Everdene menjadi istrinya. Namun sungguh diluar dugaan, anak kambing yang dibawa sebagai pelantara untuk meminang dan beberapa property sebagai simbol kemapanan seorang pria menjamin kehidupan pernikahan di masa yang akan datang tak menarik hati Miss. Everdene. Oak pulang dengan tangan hampa bahkan tak habis fikir dengan pemikiran Everdene. Karakter independent Everdene tercermin dari pernyataan yang membuat Oak cukup terkejut.

“I hate to be some man’s property”.

-Beuh, ini kalimatnya feminis banget!

Miss Everdene menganggap bahwa dirinya adalah seorang wanita yang berpendidikan, mandiri, jika memungkinkan dia ingin menikah tanpa suami. Dia merasa bahwa jika dia menikah, lelaki yang bersamanya akan tumbuh merendahkan dia. Meskipun Mr. Oak sudah berjanji bahwa hal itu tak akan terjadi, namun Miss Everdene tetap menolak lamaran itu.

Kemalangan bagi Mr. Oak ternyata tak sebatas ditolak lamaran, namun juga kehilangan simbol kekayaannya. Dua ratus ekor dombanya mati masal gara-gara ulah si Young George (anjing nakal peliharaannya). Menyadari bahwa dia sudah tak punya apa-apa (dan mungkin hidupnya sudah tak lagi berarti), dia pun menjual ladangnya dan meninggalkan Dorset berikut anjing kesayangan lainnya, yaitu Old George.

Everdene, dilain cerita dikabarkan mendapatkan warisan sang paman yang meninggal dan mewariskan kekayaan berupa ladang gandum dan peternakan yang luas. Tanpa fikir panjang, Everdene pun kemudian menuju Weatherbury, kediaman mendiang sang paman.

Oak, yang dalam perjalanannya meninggalkan Dorset, berkesempatan membantu suatu kebakaran hebat sebuah lumbung di suatu malam yang pekat. Tak disangka, tak dinyana ternyata pemilik pertanian dan peternakan tersebut adalah wanita yang menolak lamarannya.

Singkat cerita, Oak pun bekerja sebagai gembala dimana Everdene menjadi Mistress-nya. Everdene merasa berhutang budi karena Oak sudah membantu menyelamatkan lumbung padinya. Keadaan kini berubah terbalik. Everdene menjadi orang yang sangat dihormati karena jabatannya sebagai pemilik farming yang menghasilkan gandum dan beberapa ekor ternak. Sementara Oak adalah salah satu buruhnya. Baik Oak maupun Everdene benar-benar menutupi semua hal yang pernah terjadi antara mereka berdua. Mereka bersikap layaknya majikan dan buruh. 

Dan disaat inilah muncul sosok dua orang laki-laki dalam kehidupan Everdene. Lelaki pertama dikenal sebagai seorang noble man, kaya, tampan namun jauh lebih tua dari Everdene bernama William Boldwood. Konon kabarnya Mr. Boldwood ini dikisahkan trauma karena pernah dikhianati seorang wanita. Dalam satu kesempatan, Liddy, asisten Everdene berniat untuk mengirimkan kartu ucapan Valentine kepada Mr. Oak, namun dilarang oleh Everdende. Liddy, mengajukan dua pilihan orang untuk dikirimi kartu tersebut, either Joseph, kekasihnya atau Mr, Boldwood. Karena bingung Liddy memberikan solusi dengan melemparkan buku, jika buku terbuka makan akan dikirim ke Joseph, namun jika tertutup akan dikirim kepada Mr. Boldwood. Ternyata buku yang dilemparkan keudara tertelungkup!

The rose is red,

The violet blue,

Carnation’s sweet,

And so you are.

-Gimana ga klepek-klepek dirayu kayak gitu coba :p padahal kiriman kartu cuma karena asal-asalan. 

Ibarat hati yang kering kerontang, Boldwood begitu kaget sekaligus senang mendapati sebuah kartu yang bertuliskan kata-kata manis dihari kasih sayang. Merasa ge-er mendapatkan kartu ucapan di hari kasih sayang, Boldwood pun mengundang Everdene ke kediamannya dan menyatakan ingin menikahinya.

Meskipun Boldwood ini kaya nya ga ketulungan, kekayaannya melebihi yang Oak tawarkan dulu, bahkan melebihi kekayaan yang Everdene punya saat ini, namun tak menggoyahkan hati Everdene untuk kembali menolaknya.

-Ampun deh, ini cewek maunya apa sih :p

Boldwood tak hanya menawarkan kekayaan materi namun juga janji setia untuk merawat, melindungi dan menjaga Everdene. Ini tetap membuat Everdene tak bergeming.

-Sabar ya Mr.Boldwood. Coba kamu lamar aku, ehhh :p

Everdene merasa tidak punya alasan untuk menikahi Boldwood.  Dia mempunyai semua apa yang Boldwood tawarkan, sehingga dia tidak perlu memiliki seorang suami. Kali ini pernyataan Everdene lebih dahsyat daripada kalimat yang dia utarakan pada Oak sebelumnya,

 “I have no need for a husband”

 -Headstrong! Kayaknya ini karakter kuat banget ya! Everdene oh Everdene

Meskipun menolak, Everdene dengan segala penghormatannya berjanji akan memikirkan ulang tawaran Mr.Boldwood. Dia berjanji akan memberikan jawaban atas hasil perenungannya, apakah ada kemungkinan bagi dia untuk menerima tawaran pernikahan ini.

“Let me think”.

Itu adalah sebaris kata yang membuat Boldwood mempunyai secercah harapan dihati Everdene dan berharap seseorang akan menyirami kemarau cintanya.

-“Let me think”, kalimat yang sepertinya menjadikan posisi tawar yang tinggi bagi seorang perempuan. Hmmm

Ditengah kebingungannya, dia mendatangi Oak, bertanya tentang opini dia mengenai Boldwood.

-Ini adegan menarik nih, coba kamu bayangkan orang sudah menolak kamu bertanya bagaimana pendapat tentang orang yang mencintai dia. Rasanya gimana gitu :p

Dengan sangat diplomatis namun tersirat Oak menjawab bahwa jika Everdene hanya menganggap Boldwood adalah sebagai bahan “yang tidak untuk diseriusi” maka perbuatannya bukanlah perbuatan yang pantas. Everdene pun balik bertanya, perbuatan mana yang dianggap tidak pantas, apakah karena dia telah menolak lamaran Oak? Jawaban Oak pun sungguh diluar dugaan,

“I’ve long given up thinking of that. Or, wishing that, either”

-O’o jadi sudah tak ada lagi perasaan sang buruh ini kepada wanita yang kini menjadi majikannya.

Everdene pun dibuat terpana oleh jawaban Oak. Oak kemudian tanpa diminta memberikan “kata mutiara nya”

“Leading on a man you don’t care for is beneath you”

Everdene pun dibuat murka oleh kata-kata yang keluar dari mulut Oak. Antara marah, merasa terhina dan merasa dikritik atas sikap dan behaviour nya, Everdene meminta Oak meninggalkan farming dalam jangka waktu satu minggu. Namun tak butuh satu minggu bagi Oak, tanpa fikir panjang dia pun langsung mengemasi barang-barangnya.

 “I’d prefer to go at once” 

 -Dignity! Ini adegannya agak dramatis nih. Yang berfihak pada Oak, pasti merasa sakit hati

Everdene tak kalah menunjukkan sikap yang khas (cewek banget),

“Then go. I never want to see your face again”

Maka berangkatlah Oak meninggalkan Everdene. Namun ternyata suatu kejadian memaksa Everdene dan mengharuskan dia menghiba kepada Oak untuk kembali dan menolongnya.

-Nah kan! Udah ditolak, kemudian di tolong, di usir, sekarang minta balikan lagi, minta tolong pula :p #cewek emang gitu

Maka tersebutlah domba-domba dipeternakan Everdene terkena suatu hal yang menyebabkan mereka “mati suri” dan besar kemungkinan akan mati masal. Tak ada satupun shepherd yang tahu bagaimana cara mengatasinya. Ditengah kepanikan dan tak tahu apa yang harus dilakukannya, Everdene meminta Joseph, salah satu buruhnya untuk menyusul Oak, yang siapa tahu dia belum terlalu jauh meninggalkan Weatherbury. Dan benar saja, Joseph masih bisa menghentikan Oak yang dalam perjalanan akan meninggalkan Weatherbury.

Everdene terlihat kecewa ketika mengetahui Joseph pulang sendiri. Dia pun menyampaikan apa yang dikatakan Oak kepada Everdene bahwa dia harus menemuinya sendiri dan harus memintanya dengan proper manner. Everdene masih merasa tidak mengerti apa maksud Oak, sampai Joseph menyampaikan pesan Oak,

“Beggars can’t be choosers”

Everdene terhenyak dengan kenyataan sampai akhirnya tanpa buang waktu dia langsung menunggangi kudanya.  

“Please dont desert me, Gabriel. I need your help”

Itulah kata yang keluar dari bibir Everdene. Tak sepatah katapun keluar dari mulut Oak. Dia menghampiri kuda yang ditunggangi Everdene dan menaikinya.

-Yaelah nih cewek, malamnya diusir pagi nya suruh balik karena ga ada yang bisa nolong tuh domba-domba biar ga mati :p Gabriel oh Gabriel, malangnya nasibmu. Diingat hanya ketika diperlukan 

Semenjak saat itu, Oak kemudian kembali menjadi buruuh di farming milik Everdene. Bahkan dikisahkan lebih lanjut Oak mengajukan diri untuk tetap menjaga Everdene ketika mulai tercium gelagat Everdene menjalin cinta dengan seorang lelaki berseragam merah marun yang merupakan simbol tentara kerajaan Inggris bernama Sergeant Frank Troy. Oak memperingatkan agar Everdene tidak menjalin hubungan khusus karena reputasi buruk Sergeant Troy. Tapi ya namanya juga sudah cinta. Maka tertututplah mata hati Everdene akan berita-berita buruk lelaki yang di claim bisa membuatnya jatuh cinta.

“You should have nothing to do with him. He’s not enough good for you”

“He’s a perfectly decent man”

“That’s not what I believe”

“Why? What have you heard? You don’t know him at all. It’s all rumors.”

“I like soldiers. But not this one. I believe him to have no conscience at all. Stay clear. Don’t listen to him. Don’t believe him. Get rid of him”

“And what is it to you?”

-Ya ampun Mba, masih ga ngerti juga. Bikes deh!!!

“I’m not such a fool as to imagine. I might stand a chance now that you are so above me. But don’t suppose I’m content to stay a nobody all my life.”

-Ini jawaban cowok banget nih. Jangan ge-er2 banget ya Mba

“One day I will leave you. You can be sure of that. But for now, I care for you too much to see you go to ruin because of him. So if you don’t mind I’ll...I’ll stay by your side.”

-Huhuhuhu, Mr. Oak aku padamu <3

Oak keukeuh ingin menjaga Everdene, sementara Everdene acuh tak acuh dengan sikap tulus Oak. Bahkan Everdene cenderung tidak menyukainya.

Pertemuan pertama Everdene dan Troy terjadi secara tidak sengaja. Hanya dalam hitungan hari Sergeant Troy mampu menaklukan hati Everdene dan membuat Everdene mengirimkan surat putusan kepada Boldwood bahwa dia menolak permintaannya untuk menjadi Mrs. Boldwood dan lebih memilih menjadi Mrs. Bathsheba Troy.

Meskipun diawal Oak sudah memperingatkan bahwa Frank bukanlah lelaki yang baik, namun Everdene besikukuh meyakini bahwa semua hal buruk mengenai Frank hanyalah rumor belaka. Hati Everdene sepertinya sudah tertutup akan gosip-gosip minor mengenai Frank dan tetap menganggap Frank adalah orang yang telah mampu menaklukan hatinya. Sungguh kuat pesona seorang prajurit ini meskipun pada akhirnya dia mengakui akan perbuatan bodohnya yang sudah terpedaya hanya karena keanggunan sebuah seragam.

Satu hari setelah mereka menikah, Oak yang sudah terlatih sebagai seorang peternak dan petani mengetahui bahwa akan ada badai hebat yang akan mengancam kelangsungan lumbung padi mereka. Diacara pesta malam itu diapun keluar sendiri setelah meminta izin untuk dibantu oleh beberapa orang lelaki untuk memasang tenda-tenda melindungi lumbung gandum mereka. Namun tak satupun menghiraukannya karena Sergeant Troy sendiri mengejeknya bahwa tak akan turun badai. Sementara itu dia dan semua buruh sudah mabuk dan berpesta, Everdene terburu-buru keluar demi mengetahui bahwa badai besar memang benar adanya. Ditengah hujan deras dan badai hebat, Everdene menyaksikan kembali bagaimana bakti seorang Oak kepada dirinya.

Hari demi hari Everdene lalui dengan sangat buruk. Frank kemudian diketahui sebagai seorang pemalas dan gemar berjudi. Yang lebih mengkhawatirkan ternyata dia mengakui bahwa ada wanita lain dalam kehidupan Frank sebelum Everdene hadir dan dia sendiri mengakui bahwa dia sangat mencintai wanita tersebut. Dengan pandangan mata nanar, dia kembali menceritakan hal tersebut kepada Oak.

“Gabriel, I’ve been a fool. I’ve always had contempt for silly girls dazzled by flattery in scarlet uniform and now I’ve done what I swore I would never do. But he told me about another woman. A woman more beautiful that he’d loved before and I couldn’t bear it. so somewhere between jealousy and distraction I married him.”

-Nah, makanya jangan tertipu oleh seragam hihihihi

Wanita yang diceritakan Frank tak lain dan tak bukan ternyata adalah salah satu buruh di farming milik Everdene sendiri bernama Fanny Robin. Pertemuan Everdene dan Frank yang terjadi secara tak sengaja rupanya adalah upaya Frank mencari Fanny Robin di Weatherbury. Fanny Robin dinyatakan kabur dari farming tersebut, bahkan Everdene tak sempat bertemu muka dengannya setelah dia mengambil alih ladang milik mendiang sang paman. Tak bertemu Fanny Robin, justru pada akhirnya Frank memperistri majikan kekasih hatinya.

Setelah lama dikisahkan Fanny Robin hilang, dalam satu ajang judi, Frank tak sengaja melihat seorang wanita peminta-minta berperut buncit dan bertampang kumal. Alangkah terkejutnya Frank ketika wanita tersebut menghampiri dan menyodorkan tangan kepadanya, karena wanita tersebut adalah Fanny Robbin, sang kekasih hatinya.

Pertemuan dua orang yang saling mencintai ini menjadi sangat mengharukan bagi keduanya yang saling mencari, namun menyakitkan bagi Everdene tentunya. Frank berjanji kepada Fanny Robin akan menjamin semua kehidupannya dan akan menebus kesalahan dimasa lalunya yang telah merasa menelantarkan Fanny Robin. Frank semakin merasa bersalah ketika mengetahui Fanny Robin tengah mengandung anaknya.

Namun janji hanyalah janji. Frank yang meminta sejumlah uang kepada Everdene ditolak mentah-mentah karena dianggap tidak memberikan kontribusi kepada ladang yag dikelolanya. Marah dengan sikap Everdene, Frank pun meninggalkan dia. Namun pada saat yang bersamaan, datang sebuah peti mati bertuliskan Fanny Robin yang dialamatkan kepada kediaman Everdene. Winter di Eropa dan kondisi fisik buruk Fanny Robin yang tengah mengandung rupanya penyebab kematian tersebut. Dikisahkan pula bahwa Fanny Robin tak punya tempat tinggal yang layak.

Peti mati dengan dua jenazah, Fanny Robin dan anaknya, semakin memperburuk hubungan Everdene dan Frank. Seolah menyalahkan Everdene, Frank membabi buta dan berkata bahwa Everdene sudah tak ada lagi arti dalam kehidupannya. Everdene semakin dibuat lara dengan sepeninggal Frank yang pergi tanpa pamit.

Beberapa hari kemudian, seorang petugas mengantarkan baju seragam merah marun milik Grank yang ditemukan ditepi pantai. Diduga Frank telah hilang ditelan lautan. Everdene pun semakin sedih. Dia hanya mampu menggantungkan seragam lelaki yang dengan itu dia telah dibuat jatuh cinta.

Kabar kematian Frank ternyata membuka kesempatan Boldwood untuk kembali menawarkan cintanya.

-Aduh ini Tuan Boldwood persistent banget sih :p

Boldwood kembali dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang tak hanya menawarkan Everdene romansa asmara namun juga menawarkan bantuan finansial untuk melunasi hutang-hutang yang ditinggalkan Frank, mendiang suaminya. Meskipun berkata tidak, Everdene untuk kedua kalinya meminta waktu untuk berfikir dan akan memberi jawaban ketika malam natal. Dan lagi-lagi Everdene meminta saran kepada Oak.

-Kalau kamu jadi Oak, kira-kira apa jawabanmu?

Selama mereka bertetangga rupanya Boldwood sudah memperhatikan gerak-gerik Oak. Hingga pada satu saat sebelum perayaan Natal tiba, Boldwood mengundang Oak untuk datang kerumahnya. Secara terbuka Boldwood mengemukakan niatnya untuk menikahi Everdene. Bahkan dia menunjukkan beberapa perhiasan yang sudah dia persiapkan untuk melamar Everdene. Boldwood berkata secara terbuka bahwa dia pun tahu Oak mencintai Everdene. Dia menyatakan bahwa dia tak ingin menutupi apapun kepada orang yang sama-sama mencintai wanita yang sama.

-Fair rival! Cowok-cowok harus belajar sama Tuan Boldwood nih J

Jauh sebelum mengundang Oak ke kediamannya, Boldwood menawarkan partnership kepada Oak untuk mengelola ladang miliknya. Dia tahu bahwa Oak adalah orang yang multitalent mengurusi semua masalah. Partnership yang ditawarkanpun cukup menguntungkan Oak. Bahkan sebagai bonus, Boldwood mengejutkan Oak dengan kehadiran Old George, anjing kesayangan yang dia tinggalkan di Dorset. Atas seizin Everdene, dia pun menerima partnership yang ditawarkan Boldwood.

-Another value of Boldwood! Kalau mencintai seseorang, cintai juga orang yang mencintainya J #meskipun dia adalah rival mu :p

Hingga tibalah malam Natal yang ditunggu. Pesta malam natal berselimutkan winter yang digelar di Boldwood’s mansion dipenuhi oleh suka cita tetamu, namun tak begitu dengan hati Oak dan Everdene. Bagaimana pun ketiga nya saling menanti. Boldwood menunggu jawaban Everdene, sementara Oak dengan tenang memberi jawaban atas kebingungan hati Everdene. Inilah tenggang waktu yang dijanjikan Everdene kepada Boldwood.

Dalam kesempatan pesta, Boldwood mempersilahkan Everdene dan Oak untuk berdansa sebagai tamu kehormatan. Dialog ini cukup bijaksana, bagi dua orang yang sebenarnya tak ingin saling kehilangan dan menyakiti.

“Tell me what to do, Gabriel?”

“Do what is right”    

-Huhuhuhuhu, langsung baper kan :p

Setelah adegan menari, ternyata Everdene tak kuasa untuk tetap berada dipesta. Dia tergopoh-gopoh meninggalkan kediaman Boldwood yang disusul oleh Oak. Hendak meninggalkan acara, secara tak sengaja di gate keluar dia bertemu, Frank! Nah lho, ternyata dia belum almarhum. Everdene begitu terkejut mendapati kenyataan ini. Ternyata dia diselamatkan oleh beberapa orang nelayan sehingga dia tidak mati tenggelam ketika percobaan membunuh dirinya dilautan. Frank dengan tabiat kasarnya meminta Everdene untuk kembali padanya. Everdene dengan tegas menolak. Teriakan Frank dan perkelahian dihalaman mansion Boldwood berakhir dengan satu tembakan yang pada akhirnya menghilangkan nyawa Frank. Dan Boldwood lah yang mengarahkan tembakan itu.

Riwayat Boldwood berakhir di penjara.

-Cinta memang membawa sengsara :’(

Hari pun berlalu, winter telah berganti. Ladang Everdene banyak mengasilkan gandum, kehidupan semakin membaik. Namun tiba-tiba disatu pagi yang cerah ceria, Everdene mendapati kabar bahwa Oak akan meninggalkan England bertolak ke Amerika. Kata-kata terakhir dari Oak ini cukup menyentuh hati Everdene,

“Now the farm is secure, I understand I should give you notice”

Kalimat itu seolah pertanda bahwa dia sudah selesai menjaga Everdene. Everdene terdiam sesaat bahkan hingga Oak beranjak pergi.

Akhirnya cerita pun berakhir dengan adegan yang terjadi di akhir-akhir cerita cinta. Oak meninggalkan Weatherbury dengan hati Evrdene yang sudah tak menentu. Adegan selanjutnya bisa ditebak kan? Everdene mencoba menahan Oak agar tidak pergi dengan menawarkan kenaikan upah, partnership dan yang lain-lainnya. Namun Oak tidak menginginkan semua yang Everdene tawarkan.

“I don’t need money now. Nor a parthership. The farm belongs to you alone. Its the finest farm from the miles around.”

“Then why else are you leaving?”

“I said I’d leave you one day”

“Well, you must not go”

“Its time for you to fight your own battles and win them too”

“So, we should say good bye then”

“I suppose so”

Everdene menahan nafas yang berat ketika Oak akan membalikan badan untuk meneruskan kembali perjalanannya.

“Thank you Gabriel. You’ve believed in me and fought for me and stood by my side when all the rest of the world is against me and we’ve been through so much together. Wasn’t I your first sweetheart? Weren’t you mine? And now I had to go on without you”

-Jurus pamungkas supaya ga ditinggalin :p

“If I knew that you would let me love you and marry you”

“But you will never know”

“Why not?”

“Because you never ask”

-Eeeeeeeeeeeeeeeeh, excuse aja nih si Mba, ga mau di tinggalin :p

“Would you say no again?”

“I don’t know”

-Ini khas cewek banget nih! Bikin kesel penonton! Persis Zakiah Nurmala yang sebenernya cinta Arai tapi ga pernah mau ngaku :p

“Probably, so why don’t you... Ask me.... Ask me.... Ask me Gabriel”

Nah sudah tahu kan akhirnya gimana? Happy ending lah pokoknya J

Biarpun bulan merah jambu sudah akan segera berlalu mudah-mudahan kamu dapat pesan cintanya dari keempat tokoh yang sudah jauh-jauh saya bawa dari negara Eropa ya J

Selamat merayakan cinta dan kasih sayang bersama orang terkasih, pastikan kamu tidak salah pilih :)

 

 

  • view 116