Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 11 Januari 2018   11:44 WIB
Kenduri dari Sukabumi

Kenduri dari Sukabumi

Lima hari berlari dari dua ribu tujuh belas, gimana rasanya? Rasa ingin tetap liburan, hahaha. Gimana liburannya, seru? Dalam atau luar negeri sama aja ya guys, yang penting bisa piknik. Ya iya atuh masa ngantor mulu, bisa keriting tuh otaknya :p

Liburan akhir tahun kemarin saya habiskan dengan cara “melunasi” janji-janji manis yang seringnya tertunda karena saia suka sok sibuk :p. Two of my guardian angels were waiting for me just for swimming and enjoyed ice cream. Sederhana bukan, namun ya gitulah kadang-kadang kita memang suka memilih pilihan sendiri dan mengorbankan perasaan orang lain (ini apa sih???). Maksudnya ya gitu, udah janji mau berenang tiba-tiba ada panggilan yang tak bisa ditolak, ya akhirnya post phone deh. Maka liburan kemarin saya benar-benar membaktikan diri saya seutuhnya deh untuk dua cewek yang mulai berisik ini.

Jadi, ini cerita kami berlibur dirumah kakek dan nenek hehehe. Seperti layaknya dicerita mengarang anak-anak esde ketika masuk sekolah. Inilah cerita kami.

Sukabumi, itulah nama kota kelahiran kami. Sukabumi ini dekat kok, beneran dekat, wong Pakde Jokowi aja bilang jarak Bogor-Sukabumi itu cuma 1.5 jam dengan catatan kalo LANCAR :p. Masalahnya jalanannya suka ga lancar Pakde, apalagi kalo akhir pekan, orang-orang mobil plat B itu seneng banget menuh-menuhin jalanan arah Sukabumi kalo mau ke Puncak. Alhasil, masa perjalanan bisa jadi empat jam! Edun, sekalian aja kita ke Bandung :p

Maka seperti menangkap sinyal kuat ketidakberesan ini, Pakde sudah memulai ground breaking jalan tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi). Nah gitu dong Pakde, gentle man values his promise, infrastructure kan salah satu janji Nawacita. Mudah-mudahan jalan tol yang saat ini sedang dalam proses bisa berjalan dengan sukses dan memudahkan akses ke Sukabumi. Percayalah ga akan rugi investasi jalan ke Sukabumi, karena kami memang mempunya banyak hidden paradise yang mulai dilirik-lirik. Mulai dari Taman Wisata Geopark atau kalau mau agak jauhan ya mampir ke situs megalitikum yang mencuri hati para peneliti, situs Gunung Padang. Pada masanya, Pak Beye udah kesana lho, saking kagum dan kagetnya bahwa kita punya situs sejarah yang patut diperhitungkan untuk peradaban dunia. Orang-orang sekitar daerah Cianjur begitu bangga sudah dikunjungi Pa Beye ini. Suatu saat seorang bapak terheran-heran kepada saya ketika saya katakan saya belum ke situs Gunung Padang. Dia dengan sedikit sombong berkata, jalanan bagus semenjak SBY kesana. Saya cuma bisa manggut-manggut sambil menggigit roti unyil, bekal selama perjalanan dikereta.

Namun sebenarnya, akses paling nyaman dan efisien ke Sukabumi untuk saat ini adalah melalui jalur kereta. Tapi, lagi-lagi jadwalnya masih sangat terbatas, cuma 3x dalam sehari (macam minum obat aja ya :p). Nah karena jadwal yang terbatas, sementara banyak banget warga Sukabumi yang senang pulang (termasuk saia :p) bisa ditebak apa yang terjadi kan? Kalo kamu ga booking in advance, maka jangan harap masih bisa pulang duduk manis sambil makan cireng digerbong kereta. Sudah banyak yang patah hati dan nangis dipojokan (termasuk saia) kalo ga kebagian tiket kereta. Dulu saya masih bisa santai kayak di pantai kalau pulang bisa beli tiket ots. Tapi sekarang? Jangan harap, bahkan jika hari kejepit atau akhir-akhir bulan, kamu harus booking setidaknya dua minggu bahkan sebulan sebelumnya! Untuk yang siap-siap mau liburan ke Sukabumi, silahkan intip-intip jadwal kereta (Pic1) J Konon kabarnya nih, kereta jalur ke Sukabumi akan dibuat double lho #jingkrak2gembira. Ga sekalian buat jalur commuter line aja Pakde? JJJ #senyumsimpul. Jika benar terjadi, adalah saya orang paling bahagia karena bisa pulang kapan saja #nunggujawabanPakde :p

Ini udah 558 kata, mana kenduri nya neng?

Maaf, maaf jadi ngalor ngidul curcol hehehe. Jadi ceritanya, kami berlibur di rumah kakek dan nenek dan menghabiskan waktu disalah satu objek wisata yang legend banget di Sukabumi, yaitu Selabintana. Yaelah neng, mau cerita Selabintana aja prologue nya sampe enam paragraf :p #keburu cape yang baca :p #ya kali ada yang minat baca :p

Okay, sekarang saya mau cerita serius. Jadi objek wisata ini adalah salah satu objek wisata yang paling (saia) rekomendasikan untuk piknik bareng keluarga. Mengapa? Pertama, karena aksesnya gampang, mau bawa kendaraan pribadi bisa, angkutan umum pun gampang. Kedua, HTM nya affordable banget. Kendaraan pribadi kalo tidak salah 35ribu dan perorangan hanya 6ribu saja. Murah bingit kan? Apalagi kalo kamu punya “the power of emak-emak” hahaha. Sumpah kamu bisa nawar :p (Tapi jangan bilang2 ya saia yang nyaranin). Kemarin kami datang segambreng, masih aja bisa dinego tuh HTM #tutupmuka. Ketiga dan yang paling utama, tempatnya greeny dan luaaaaaaaaaaaaaaaas banget. Believe it or not, waktu kami kesana kemarin ada yang sedang reunian dari angkatan 80 sampe angkatan 2000. Ya ampun kebayang ga sih chaos nya #salimsamapanitia ;). Penyanyi Shanty, ketika dia menikah juga melaksanakan wedding outdoor party disini. Dia bahkan memberikan hiburan konser musik untuk warga Sukabumi kala itu. Ya kali kamu lagi mikirin venue buat wedding party yang outdoor, berasa di Kebun Raya ;)

Kalau kamu pernah ke Dago Tea House a.k.a Dago Teh Huis di Bandung kira-kira begitulah gambaran Selabintana. Cuma bedanya, Dago Tea House ga seluas Selabintana. Namun konsepnya mirip-mirip lah. Selidik punya selidik ternyata memang Selabintana ini di design oleh seorang Belanda yang bernama AAE Lenne (ga usah nanya apa singkatan AAE ya :p) yang memadukan konsep relax and blend with the nature. Saya pribadi senang karena pohon nya tinggi-tinggi dan pinus nya masih cantik-cantik jadi berasa banget bahagia dan bersyukur dalam satu tarikan nafas #lebaymadeon :p

Kalau punya banyak waktu dan tenaga sebaiknya berjalan dan kelilingi dah tuh Selabintana (jangan lupa foto yang banyak) sampe ke belakang. Maka kamu akan melihat Gunung Gede-Pangrango sebagai background dari Selabintana ini. Coba, nikmat mana lagi yang kamu dustakan :)

Biar tambah segar, renang dong sekalian. Berenang dibawah kaki gunung itu fantastic banget lho. Saya yang biasanya kuat main air (bukan berenang ya neng :p) dua sampe tiga jam keok cuma bertahan satu jam ajah, tiris pisan euy (baca: dingin banget). Ga kuat, air nya benar-benar menusuk sampe ke hatiku #lebaymadeon2. Sementara itu dua orang cewek-cewek asik-asik aja, malah ga mau diajak pulang, hadeuh.

In conclusion, rekomemded banget liburan ke Sukabumi. Udah itu aja!

Udah ya, cape juga nih promosi kota kelahiran saia dan para artis-artis cantik lainnya mulai dari Dessy Ratnasari, Princess Syahrini, Shanty, Happy Salma dan juga si akang ganteng Armand Maulana. Segitu saja dulu, kutunggu kamu di stasiun Paledang :)

Karya : Irma Rahmatiana