Incredible41

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 27 September 2017
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

883 Hak Cipta Terlindungi
Incredible41

Incredible41

Mother’s Day

 

                Jika kita memperingati hari Ibu setiap tanggal 22 Desember, maka di India mereka merayakannya setiap tanggal 10 May. Tak ada acara khusus hanya saja anak-anak diminta untuk membawa roti/sandhwich untuk bekal makan siang mereka dan si share dengan gurunya dikelas masing-masing. Mereka juga akan merayakan secara bersama-sama di “hall” seperti biasa dengan performance dari masing-masing kelas. Tak ada performance lain selain menari tentunya. Aku, Nicole dan Amal juga diminta menari hahahaha dan kami semua bergidik dibuatnya. Tak ada yang mau, secara gak ada expert menari dari kami bertiga.

Demi terselenggaranya acara itu, lunch time dimajukan menjadi jam 10.30 dan setiap kelas berpesta dengan roti, sandwich bahkan cake. Ada juga yang membawa soft drink seperti pesta ulang tahun ditambah lagi dengan semaraknya para anak-anak cewek yang berpakaian “meriah” dengan sari, lenga dan Punjabi suit nya masing-masing. Mereka tak hanya berpakaian meriah tapi juga bermake-up, mereka benar-benar total mempersiapkan the best performance.

Aku yang mendatangi anak kelas lima merasa begitu special, mereka memberikan aku begitu banyak kue sampai aku enek dan beberapa kelas masih latihan menari, anehnya dikelas ini justru anak-anak cowok yang masih latihan menari. Aku iseng-iseng ikut latihan menari dan minta diajari oleh mereka. Sebelumnya Aku, Nicole dan Amal diajak latihan dengan anak kelas delapan tapi seperti halnya tarian cewek, maka lo harus bersiap-siap menggoyangkan pinggul dan tersenyum menggoda, yang menurutku “ga gue banget dech hahaha”, maka aku meninggalkan kelas ini dan sekarang aku lebih tertarik menari dengan para cowok-cowok ini. Gerakannya lebih gagah dan tanpa goyangan pinggul hanya saja aku harus siap-siap “berbhangra” ria, tak apalah daripada menggoyangkan pinggul, rasanya ini jauh lebih terhormat hihihihihi. Dari semua kelas hanya anak kelas lima yang menampilkan tarian untuk cowok selebihnya tarian untuk para cewek dan aku lebih menikmati latihan bersama mereka.

Sehari sebelumnya kami diberi tahu untuk mempersiapkan speech yang berhubungan dengan “Mother’s Day” dan mereka menyediakan durasi selama lima menit, kami juga diminta untuk memperkenalkan nama dan asal negara serta tujuan kami disini. Mengapa demikian? Karena kabarnya akan ada surat kabar yang akan meliput kami, tuh kan promosi lagi!!! Acara dibuka dengan sedikit sambutan dari sang MC dan setelah itu belum apa-apa kami bertiga diminta maju kestage, setelah berdiri berjejer seorang guru memilih beberapa anak-anak kindergarten yang lucu-lucu dan kilatan kamera kemudian menjilati kami semua. Tak hanya sekali tapi lebih dari itu, ketika speech sang kameraman tampak siap sedia dengan kamera nya.

Acara terus berlanjut hingga performance masing-masing kelas dimulai dari kindergarten hingga primary. Sang MC juga berbicara kepada kami bertiga untuk siap-siap menari, padahal kami sudah bilang bahwa kami hanya mempersiapkan speech tidak untuk dancing. Begitulah karakter orang India kawan, pantang menyerah dan kadang menyebalkan. Kami saling menatap dan aku menjawab seadanya saja. 

“Okay, I’ll dance with the fifth grade” . 

Padahal dalam hati aku kebat-kebit secara latihan juga baru tadi waktu lunch time hahahaha, tapi sudahlah, nothing to lose. Nicole dan Amal juga tak mau kalah, mereka menyanggupi untuk menari bersama anak kelas delapan.

Shows time, aku maju ketika anak kelas lima cowok naik pentas. Riuh rendah anak-anak itu bersorak sorai, juga guru-gurunya. Aku yang berada dibarisan kedua ditarik maju kedepan, padahal maksudku aku tak hafal gerakan tarinya. Ya sudah cuek sajalah. Hingga tarian selesai mereka semua bertepuk tangan dan sang Principal tersenyum kepadaku dan seperti biasa memuji penampilanku.

“Welldone performance, how long you take to practice with them?”.

Aku yang ngos-ngosan sekembalinya duduk disebelah sang Principal berkata bahwa aku hanya melakukan latihan hari ini dan itupun iseng-iseng.

“Only single day, but you perform perfectly”, tuh kan mulai dech lebay lagi, semua orang juga bisa kali walaupun tanpa latihan, tak apalah, I took it as a compliment…  

Giliran Nicole dan Amal mereka berdua maju bersama anak-anak kelas delapan. Dengan bit yang menghentak-hentak khas Punjabi hits, dia dan Amal melenggak-lenggok sambil sesekali melirik kearahku dan tersenyum. Semuanya hari itu senang dan riang gembira karena hari ditutup kembali dengan makan-makan ala Punjabi, para aunty hilir mudik mengantarkan makanan untuk kami yang duduk di bangku VIP haha. Happy Mother’s Day

  • view 20