Incredible21

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 22 September 2017
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

1.4 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible21

Incredible21

 March 27th, 2013

Holi Festival 

                Matahari mulai bersinar hangat, orang-orang mulai menyingkirkan jaket, jumper, mantel, syal dan benda lain yang biasanya berfungsi menghangatkan badan. Semua orang mulai ceria dengan baju yang berwarna-warni. Winter has gone! Dan artinya semua orang siap merayakan Holi Festival. Holi/Color Festival adalah perayaan yang diperingati sebagai penanda berakhirnya winter dan datangnya spring. Aku dan sejumlah intern merayakan bersama Local Committee sedangkan sebagian lainnya pergi ke Jaipur, merayakan Holi disana.

Sebelumnya kami sudah berkumpul di intern house dan mempersiapkan aneka rupa warna untuk saling kami lemparkan nantinya. Tak hanya powder yang dijual di plastik-plastik, tapi juga beberapa orang sudah mempersiapkan senapan mulai dari ukuran yang kecil hingga besar untuk di “tembakan”. Sekilas mirip Festival Songkran di Thailand, hanya bedanya Festival Songkran menggunakan air sedangkan Holi menggunakan warna.             

Pagi-pagi sekali ketika kami bangun tidur, bel intern house sudah berbunyi dan Saurabh,salah satu anggota Local Committe  membubuhi kami satu persatu powder warna-warni sambil berkata “Happy Holi”. Ketika kami keluar, jalanan sudah penuh warna. Motor, mobil dan orang-orang yang berlalu lalang saling melempar powder satu sama lain. Tak ada yang marah, sebaliknya mereka saling bersalaman dan berpelukan sambil berkata, “Happy Holi”. Tapi meskipun begitu, sebelumnya kami diwanti-wanti untuk tetap hati-hati kepada cowok-cowok yang “ditakutkan” drunk dan ngaco ketika melemparkan powder ke arah kami.

Perayaan Holi kali ini bertempat disebuah lapangan yang sangat luas, jauh dari hiruk pikuk kota. Beberapa orang sudah berkumpul dan seperti biasa sudah menari. Saking meriahnya bahkan kami tidak bisa mengenali wajah orang-orang karena wajah mereka sudah tertutup warna yang beraneka rupa. Cukup meriah dengan Punjabi music dan Punjabi dance, perayaan Holi terus berlangsung hingga tengah hari.

Benar apa yang diwanti-wanti, beberapa dari mereka sudah mulai nge-fly, drunk dan mulai aneh. Kami cewek-cewek dan Daraz yang masih sadar, buru-buru pamit dengan alasan kami akan mencari makan siang. Mereka sedikit keheranan karena katanya justru selebrasi baru akan dimulai.  What??? Dalam keadaan drunk? No way, kami benar-benar minta pamit dan minta tolong diantar kembali pulang. Terbaca raut wajah kecewa mereka, apalagi ketika kami minta di drop di restaurant cepat saji untuk memenuhi jam makan siang kami, mereka berkilah bahwa semua restaurant tutup. Tapi kami keukeuh, minta diantar pulang dan jika tak bisa sampai intern house kami minta di drop di restaurant cepat saji.

 Benar saja, tuh ada restaurant cepat saji yang buka. Pasti tadi mereka hanya mengira-ngira atau sengaja memberitahu kalau semua restaurant tutup karena mereka malas mengantar kami, atau karena suatu hal yang kami tidak tahu. Entahlah…

  • view 30