Incredible19

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Project
dipublikasikan 21 September 2017
The Incredible Journey

The Incredible Journey


Catatan perjalanan ketika saya menjalani internship di tempat yang banyak memberikan saya pelajaran tak hanya mengenai pekerjaan, persahabatan, cinta bahkan agama.

Kategori Petualangan

1.5 K Hak Cipta Terlindungi
Incredible19

Incredible19

So, this is what we call party? (Part 2)

                Sudah hampir dua bulan aku disini. Aku sudah mulai mengenal semua intern yang datang, baik yang datang sebelum aku, bersamaan ataupun yang baru. Akupun mulai belajar beradaptasi dengan kultur yang berbeda-beda dari setiap negara. Jika diawal-awal aku mengalami culture shockhed! Maka kini aku merasa lebih relax, termasuk ketika minggu ini kami diundang ke house party-nya Pedro dan Kostia “One Direction”. Mereka berdua bekerja untuk satu perusahaan yang sama. Cowok beda negara ini (Pedro yang asal Brazil dan Kostia asal Ukraine) tinggal satu flat dengan Andres yang berasal dari Columbia.

Ketika kami tiba, dua orang host ini menyambut dengan hangat kedatangan kami. Suasana didalam sudah mulai ramai. Chips dan coke sudah tersedia di meja. Jika ingin beer tinggal mengambil di lemari es, ujar Kostia ramah. Bagi aku pribadi, ajang party sebenarnya adalah ajang saling mengenal satu sama lain, terlebih jika ada intern baru, mereka biasa mengenalkannya disini. Tapi jangan harap bertemu intern asal China, Taiwan atau Hongkong, mereka sama sekali tak pernah kulihat batang hidungnya. Mereka memang terkenal communal, hanya bergabung dengan kelompoknya. Kalaupun ada, mereka tak akan betah tinggal berlama-lama, datang, basa-basi, lalu pulang dengan alasan basa-basi juga, sungguh khas Asia!      

Karena house party terbilang santai, maka siapa saja bebas berekspresi. Malam ini Ha menyanyikan salah satu lagu Maroon Five menggunakan ukulele milik Pedro. Biasanya alunan house music akan dihentikan jika salah satu intern “perform”. Semua orang khusuk dan bertepuk tangan, bahkan Pedro mengakui kalau Ha lebih jago ketimbang dia memainkan ukulele. Tapi ada yang membuat semua mata tertuju padanya, ketika dia “perform”. Jika ketika Ha menunjukkan bakatnya bermain ukulele beberapa orang masih ada yang cuek, maka kali ini semua orang seperti tersihir melihat Sophia yang menari belly dance. Tarian khas Timur Tengah ini memang unik. Bagaimana mungkin semua anggota badan, terutama pinggul bisa bergetar dalam waktu yang bersamaan, ibarat handphone, inilah yang disebut vibrate!!! Semua mata melongo seolah berkata wow… Sophia yang sintal, terlihat lelah, peluhnya mengucuri dada, membuat ia semakin terlihat sensual. Semua orang berdecak kagum pada gadis Maroko ini.

Dulu, aku kaget ketika pertama kali melihat orang drunk, tapi kini aku sudah mulai terbiasa. Pemandangan lain yang tidak bisa dihindarkan adalah French kiss. Seorang intern cewek asal Eropa seperti tak bisa melepaskan dirinya dari pelukan cowok keling. Diantara house music, orang-orang yang saling mengobrol, orang yang mulai setengah mabuk, orang yang berlalu lalang diruang tengah, mereka tak peduli dan membawa khayalan mereka lebih jauh dengan membanting pintu kamar! Adegan ini dulu mungkin hanya aku saksikan di film-film produksi Hollywood, tapi kini, nyata didepan mataku!

Kadang aku bertanya apa sih hebatnya cowok-cowok India itu sampai bisa membuat cewek-cewek Eropa atau Amerika klepek-klepek. Atau persamaan visi tentang “cinta satu malam”. Entahlah. Yang jelas malam ini juga kami melihat Rishab menggandeng intern baru yang tak kalah bohay dengan Alison, yang dulu dia panggil baby. Hmm, aku dan Salma yang mengetahui “riwayat percintaan” Rishab, sedikit kaget dengan akrabnya tiga orang ini. Rishab-Alison-Manuela, seperti cinta segitiga yang akhirnya bisa berjalan dengan santai. This is India, where everything could be happen. Beberapa hari kemudian aku dan kami semua menjadi saksi bahwa akhirnya Rishab memilih Manuela ketimbang Alison, hal ini dibuktikan dengan dipostingnya foto mereka berdua yang sedang ber kissing ria dengan background Shimla. Foto itu dilengkapi dengan cerita lika-liku perjalanan cinta mereka yang akhirnya atas nama Lord Shiva, Allah, dan tentu saja cinta, mereka jadian di Shimla, the most romantic place in India.    

  • view 25