"BERKARYA DAN BAHAGIA"

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Lainnya
dipublikasikan 16 Juli 2017

BERKARYA DAN BAHAGIA : TALKSHOW BUKU DAN PELATIHAN MENULIS

Saya senang sekali berkesempatan datang ke acara Talkshow Buku dan Pelatihan Menulis yang diadakan oleh Gramedia dan inspira.co pada hari Minggu, 7 Juli 2017. Acara ini terbuka untuk umum dan menghadirkan pembicara yang tak hanya seorang penulis tapi juga sekaligus CEO inspira.co, Fahd Pahdepie.

Bagi saya pribadi, acara ini menjadi sangat penting karena selain ingin tahu seperti apa bentuk diskusi buku dan pelatihan menulis, tapi juga ingin bertemu dengan para inspirator yang karya-karyanya selama ini hanya bisa saya baca di dinding monitor laptop.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi yang dibacakan oleh salah satu inspirator yaitu Mba Monica. Puisi yang dibacakan diambil dari buku “Bahagia itu Mudah dan Ilmiah” karangan Denny JA. Pembacaan puisi yang diiringi oleh petikan gitar merupakan salah satu bentuk sinergi antar inspirator. Buku yang dilaunching pun merupakan Book Project pertama dari inspira.co. Denny JA sendiri, menurut Fahd Pahdepie, adalah anggota pertama inspira.co.

Sekilas tentang buku “Bahagia Itu Mudah dan Ilmiah”

Diskusi buku dipandu oleh Kak Lia bersama Fahd Pahdepie. Inti dari buku “Bahagia Itu Mudah dan Ilmiah” sendiri ternyata adalah kebahagiaan yang dicari oleh umat manusia pada umumnya mudah sekali di dapatkan dan bisa dibuktikan secara ilmiah. Denny JA sendiri adalah seorang PhD yang sudah melakukan riset selama tiga puluh tahun mengenai Happines.

Tentu semua dari kita mempunyai definisi yang berbeda-beda tentang kata bahagia. Begitu pula dalam meraih kebahagiaan, semua dari kita memiliki cara masing-masing. Dalam bukunya, Denny JA, merumuskan 3P2S untuk mencapai kebahagiaan.  Yuks mari kita intip bersama apa saja sich 3P2S itu J

  1. Personnal Relationship

Hubungan antara keluarga, sahabat, suami dan istri dipercaya bisa mendatangkan kebahagiaan. Hubungan yang baik diantara orang-orang terdekat kita ternyata berpengaruh besar dalam menentukan kebahagiaan. Jadi kalo ada yang sedang bermusuhan dengan orang terdekat, ayo segera baikan ya, karena ini rumus bahagia nomor wahid nih.

  1. Passion

Keinginan yang menggebu-gebu ternyata rumus kebahagiaan yang kedua! Biasanya orang yang bahagia memang mereka yang hidup dalam passionnya. Kalau kamu masih bingung apa passion mu, cobalah tanya kepada dirimu sendiri hal apa yang membuat kamu merasa bahagia, meskipun hal itu, tidak mendatangkan materi. Kalau belum ketemu juga carilah passion yang bisa membahagiakan hatimu, setidaknya yang membuat kamu tersenyum, bukan yang membuatmu menjadi malah jadi stres, uring-uringan, atau yang lebih parah menjadi sering marah-marah. Sering dengar kan “bekerja sesuai passion itu menyenangkan”, nah mungkin kira-kira begitulah gambarannya.

  1. Positive Thinking

Sebenarnya ini hal klise yang sering orang gaung-gaungkan. Sikap hidup, berfikir dan cara pandang positive memang tak mudah, tapi bukan tidak mungkin dilakukan bukan? Saya jadi teringat pepatah sederhana yang berbunyi kira-kira seperti ini, “Fikir yang baik-baik, berkata yang baik-baik, InsyaAllah nanti yang datang yang baik-baik pula.” Pepatah ini sebenarnya mencerminkan jika apa yang kita fikirkan, maka itulah yang akan terjadi, seperti istilah keren, you are what you think.

  1. Spirituality

Sebenarnya masalah spiritualitas tidak hanya terkait ritual keagamaan semata. Ada beberapa hal yang dipercaya sebagai “Golden Rules” yang menuntun seseorang kepada kebahagiaan, bahkan mungkin bagi orang yang tidak beragama sekalipun. Contoh sederhana misalnya, hukum tabur-tuai. Atau prinsip “what you get is what you’ve given” dan banyak lainnya lagi.

  1. Small winning

Sense of achievement, rayakanlah suatu keberhasilan sekecil apapun itu. Tak perlu jauh-jauh, tak usah susah-susah, mulailah dari hal yang kecil. Misalnya, kamu berjanji akan mentraktir tiga orang teman kamu kalau kamu mencapai sesuatu yang kamu targetkan. Kalau kamu tak mau melibatkan orang lain, ya libatkan saja diri sendiri. Saya jadi ingat diri saya sendiri, waktu itu saya berjanji, jika setelah sidang skripsi saya akan makan es krim (saya lupa ukurannya) sendiri saja dikamar kos hahaha. Ayo rayakan kemenangan kecilmu :)

Ternyata Diskusi Buku seru juga ya, sayangnya waktu terbatas karena setelah itu dibuka sesi tanya jawab. Sesi question answer ini tak hanya seputar buku Denny JA, tapi juga masalah kepenulisan yang dijwab langsung oleh Fahd. Seru sekali karena banyak audience yang berminat bertanya tapi karena, lagi-lagi karena keterbatasan waktu, penanya pun harus dibatasi. Untunglah saya masih kebagian di sesi akhir tanya-jawab tersebut.

Mengenai masalah tulis-menulis Fahd membagikan ilmu nya. Kalau kamu kebingungan untuk memulai diawal-awal menulis, ada empat hal penting yang bisa dijadikan panduan untuk kamu mulai menulis.

  1. Brainstorming

Ini adalah proses dimana kamu menuliskan semua kosa kata yang berhubungan dengan tema cerita yang ingin kamu tulis. Tulislah sebanyak mungkin kata yang terlintas difikiranmu, karena kata-kata itu akan sangat membantu kamu dalam proses penulisan nantinya.

  1. Clustering

Clustering adalah proses seleksi dimana kamu memilah, memilih dan memikirkan kata-kata mana yang akan diambil dan kata-kata mana yang akan dibuang. Dalam proses “pembuangan” inilah kamu harus tega membuang kata-kata yang tidak relevan dengan tulisan kamu nantinya.

  1. Jotting

Setelah kamu menyelesaikan proses yang kedua, maka mulailah menulis. Jotting adalah proses dimana kamu menulis secara sembarangan. Sebagai penulis pemula “haram” hukumnya “menengok kebelakang” (serem banget yak istilahnya). Kalo di film-film itu biar lebih dramatis biasanya kertasnya dikuwel-kuwel terus di lemparin ke tong sampah :p. Menulislah semua yang ingin kamu tulis tanpa membaca ulang apa yang sudah kamu tulis diawal, karena jika kamu melakukan hal itu, maka akan ada kecenderungan bagi kamu untuk menghapus (kalau kamu menulis manual) atau mendelete (menekan tombol backspace) kalimat-kalimat yang sudah kamu hasilkan.

  1. Reviewing/Rewriting

Inilah proses akhir dalam menulis dimana kamu membaca ulang semua yang sudah kamu tulis (proses nomor 3). Jadi tak perlu khawatir dengan kalimat-kalimat yang sudah kamu tuliskan, karena pasti kamu bisa menghilangkannya di proses terakhir ini.

Pada akhirnya jika kamu sudah selesai dengan satu karyamu dan bersiap untuk dilemparkan ke publik, maka perhatikanlah empat hal penting (lagi) yang akan mengikat “karyamu” menjadi satu kesatuan. Empat hal tersebut adalah sbb:

  1. Content
  2. Context
  3. Coherence
  4. Color (setiap penulis mempunyai “warna” tulisannya masing-masing)

Nah mengenai empat hal ini, saya tidak bisa menjabarkan satu-satu (payah nih note taking nya :p). Silahkan tanya Mbah Google ya untuk keterangan lebih lanjut hehehehe.

Jadi, apakah kamu sudah siap menulis?

Aku sih iyes :)

Selamat menulis :)

 

  • view 51