Jogjakarta-Semarang-Solo

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Wisata
dipublikasikan 07 Juni 2017
Jogjakarta-Semarang-Solo

Jogjakarta-Semarang-Solo

I visited these three places in a row in December 2014. Sengaja dibarengin untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya hahahaha. Semua orang pasti tahu lah kalau Jogjakarta amat sangat rekomended untuk didatangi, tak hanya dalam segi sejarah tapi juga sampai saat ini Jogjakarta terus menawarkan tempat wisata yang terus ngehits dikalangan para pecinta piknik.

Yang paling wajib di kunjungi tentu saja Candi Prambanan dan Borobudur. Dua candi ini benar-benar stunning and magnificent. Dua candi ini menunjukkan dua peradaban yang berbeda. Candi Prambanan kental aroma dengan pengaruh Hindu. Didalam candi ini, kamu bisa menemukan patung Dewa Shiva (Siwa) yang gagah perkasa. Borobudur, dilain sisi adalah simbol dari Sidharta Gautama di Nusantara. Borobudur sering pula dijadikan salah satu tempat ritual bagi umat Budha ketika Perayaan Hari Waisak tiba.

Borobudur yang terletak di Magelang, marupakan situs bersejarah yang merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia, kiranya menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang Indonesia. Namun sangat disayangkan karena dibeberapa titik dan beberapa patung mulai mengalami kerusakan. Ini salah satunya disebabkan karena bencana alam, seperti yang terjadi tahun 2010 ketika meletusnya Gunung Merapi sehingga abu vulkanisnya menutupi hampir seluruh permukaan candi. Kerusakan lain yang cukup menyedihkan adalah beberapa patung Budha sudah tanpa kepala. Mudah-mudahan pemerintah bisa memberi perhatian serius akan hal ini.

Jika Candi Borobudur kental dengan pengaruh Budha, maka Candi Prambanan amat sangat berkaitan erat dengan agama Hindu. Orang sering menyebut Prambanan sebagai Candi Roro Jonggrang. Ini tentu tak lepas dari cerita legenda antara Roro Jonggrang yang cantik jelita tapi ingin memperdaya Bandung Bondowoso. Ini ceritanya seru banget, bahkan sering dijadikan meme buat cowok-cowok jika ceweknya minta macem-macem zaman sekarang itu ga ada apa-apanya dibandingkan perempuan zaman dulu kala yang minta dibikinin candi.

Ya bayangin aja coba, untuk mencintai dan membuktikan cintanya, Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi dalam satu malam. Itu syarat kedua lho, syarat pertamanya adalah dia minta dibuatkan Sumur Jalatunda. Hadeuh, begitu udah mau kelar tuh seribu candi, Roro Jonggrang yang tak ingin Bandung Bondowoso menang, dengan berbagai cara membuat tipu muslihat lagi, ah ini ceritanya panjang, lain waktu aja lah diceritainnya episode khusus. Yang jelas mengunjungi situs bersejarah itu selalu bikin (saya) gregetan deh dengan cerita dibalik asal-usul bangunan tersebut.

Anyway, wisata di Jogja tak hanya melulu tentang sejarah kok. Kalau kamu maunya sight seeing, bisa banget menikmati kota Jogjakarta. Dimulai dari keraton Jogja, Taman Sari, Malioboro atau nyobain pohon beringin kembar yang banyak dipercaya membuktikan seberapa besar keinginan versus kejernihan hati kamu (ini boleh percaya boleh enggak sih hehehehe).

Sebagai pusat kota tak heran jika Malioboro menjadi tempat yang happening buat kongkow. Ada beberapa orang yang memilih menghabiskan waktu di malam hari di Malioboro. Jika di Bandung ada Jl. Braga yang menjadi spot untuk foto, maka di Jogja ada Jl. Malioboro yang kalau mau foto saja harus ngantri hihihihi. Jalan Malioboro ini tak pernah sepi kok karena banyak juga atraksi jalanan mulai dari seniman jalanan sampe hantu-hantu yang berkeliaran.  

Kalau punya waktu lebih lama di Jogja, bisa menyusuri pantai di daerah Gunung Kidul. Karena Pantai Parangtritis sudah terlalu mainstream, saya dan tiga teman waktu itu hanya bisa menjelajahi dua pantai saja yaitu Pantai Indrayanti dan Krakal, karena keterbatasan waktu. Itupun karena kami sebelumnya menghabiskan waktu yang banyak untuk caving di Goa Pindul. Tapi sepulangnya dari sana kami menikmati Bukit Bintang sambil menikmati makan malam dengan menu ayam pitik yang lezatos. Di Bukit Bintang, Gunung Kidul kamu bisa melihat lanscape kota Jogja dimalam hari yang penuh dengan kerlap-kerlip.

Saat ini kalau saya perhatikan, destinasi wisata yang lagi nge hits kabarnya adalah Kebun Buah Mangunan di Bantul, nah mungkin kamu bisa mencobanya kesana kalau memang punya rencana ke Jogjakarta. Kalau kamu suka wisata malam, kamu bisa menikmati Malioboro dan Tugu sambil menikmati kuliner Jogja. Sementara sebagian yang lain ada juga yang senang ke Pasar Klewer buat nyari-nyari batik khas Jogja.

Wisata di Jogja juga kurang lengkap tanpa wisata kuliner. Yang sudah dan pasti terkenal ya gudeg, tapi waktu itu saya penasaran banget sama Jadah Mbah Carik dan kesampean. Saya juga menikmati cenil khas Jogja beserta wedang ronde nya. Pulangnya jangan lupa bawa oleh-oleh bakpia sama wedang uwuh ya J

Dari Jogja lanjut ke Semarang, ada beberapa titik yang rasanya harus jadi destinasi wajib kamu kalo ke Semarang. Yang paling terkenal ya objek wisata Lawang Sewu, bisa dikunjungi siang atau malam hari. Tapi menurut saya sih lebih enak malam hari karena biar kerasa aura mistis nya hahahaha. Bangunan ini sebenarnya indah banget lho, terutama kalo kamu jago fotografi.

Tour guide yang waktu itu bareng kami juga menjelaskan kalo salah satu sudut Lawang Sewu pernah dijadikan shooting Ayat-Ayat Cinta, scene Fahri waktu di adili di Cairo karena didakwa memperkosa (saya lupa memperkosa siapa, saya sendiri ga nonton filmnya). Jadi kalo kamu fikir film AAC shootingnya diluar negeri semua kamu udah ketepu hehehe. Saya sendiri ga bisa komen sih, wong saya tahu ada scene itu di bukunya (bukan nonton filmnya).

Kalo kamu punya niat prewedd di Lawang Sewu kamu harus registrasi dan membayar sejumlah uang sebelum proses prewedd. Ruben Onsu adalah salah satu artis yang pake Lawang Sewu sebagai lokasi prewedd nya, kali kamu mau ikutan BenSu J.

Yang tak terlupakan dari Semarang tentu saja Sam Poo Kong. Sam Poo Kong sejatinya adalah sebuah tempat untuk mengenang seorang Admiral termashur yaitu Cheng Ho. Admiral Cheng Ho ini terkenal sebagai salah satu pengembara dari negeri China dan masuk ke Asia Pasifik dan Asia Tenggara, salah satunya ke Indonesia. Kisah tentang Cheng Ho ini sempat diangkat menjadi film lho, sayangnya kurang terkenal.

Personally, saya suka tempat ini, karena selain ornamen bangunan hampir didominasi warna merah (warna favorit saya), tempat ini juga cozy kalo kamu bawa keluarga. Kalo bawa anak kecil friendly banget tempatnya, luasssssssssssssss buat lari-larian. Tempatnya juga rindang, banyak pohon-pohon besar jadi enak buat lesehan bareng keluarga. Disudut Sam Poo Kong ada juga jasa penyewaan kostum ala-ala Admiral Cheng Ho, kalau tidak salah harganya berkisar 60ribuan.

Semarang sebenarnya mempunyai Kota Tua, seperti Jakarta, namun sayang kurang dirawat dengan baik. Tidak ada sisi yang menarik dari Kota Tua Semarang seperti Kotu nya Batavia. Yang menarik dan jadi ikon rasanya hanya Gereja Blendug. Itupun tak se-wow seperti yang saya baca sebelum-sebelumnya di brosur-brosur yang membuat saya keukeuh sumeukeuh ingin melihat Gereja Blendug. I have to admit that sometimes I’m ridiculous!

Setelah panas-panasan di kota kamu bisa ngadem di Bandungan. Ini macam Puncak-nya Bogor lah. Bandungan ini enak banget lho buat ngadem. Di Bandungan kamu bisa menikmati salah satu objek wisata yang terkenal dengan sembilan candi nya alias Candi Gedong Songo. Situs Candi Gedong Songo lagi-lagi membuktikan keajaiban orang-orang di zaman dulu dalam menghadap Sang Pencipta.

Ada sembilan candi yang bisa kamu datangi dan di tiap candi kamu bisa menikmati tarikan nafas. Siapkan stamina untuk menuju dari satu candi ke candi yang lain ya, soalnya lokasinya cukup berjauhan. Semakin keatas, maka kamu akan semakin merasakan sejuknya udara Bandungan, maklum Bandungan ini terletak di lereng Gunung Ungaran. Usahakan jangan terlalu sore ke Bandungan ya, karena takutnya kabut bisa menutupi jarak pandang kamu.

Kalau kamu ga kuat jalan jauh, jangan khawatir karena kamu bisa menggunakan jasa penyewaan kuda. Dipintu masuk Gedong Songo sudah tersedia rate harga kuda beserta kuda-kuda yang siap kamu pilih. Jika perlu, kamu juga bisa makan terlebih dahulu sekalian numpang shalat di kantin yang letaknya tak jauh dari loket tiket. Waktu kami kesana, kami disuguhi atraksi Kuda Lumping lho.  

Selesai menikmati Gedong Songo, jangan langsung pulang. Lanjutkan perjalananmu ke Umbul Sido Mukti ya biar makin kerasa dinginnya. Umbul Sidomukti ini terletak paling atas di kawasan wisata Bandungan. Ada pondok lesehan Umbul Sidomukti dimana kamu bisa menikmati dinginnya Umbul Sidomukti sambil ngemil-ngemil makanan dan minuman untuk menghangatkan badanmu.

City tour di Semarang juga bisa, kamu bisa mampir ke  pusat oleh-oleh Semarang yang terkenal dengan bandeng dan lumpia Semarang. Kalau Jogja punya Malioboro, maka Semarang punya Simpang Lima. Makan pecel sambil menikmati Simpang Lima di malam hari juga ok lho. Sekalian foto-foto di tugu kota Semarang yang warnanya bisa bergonta-ganti.

Finally, kota terakhir adalah Solo. Tapi di Solo tidak terlalu banyak yang bisa didatangi, kotanya anyep (kalo istilah saya). Keraton nya tak “serapi” keraton Jogja (sayang sekali). Isu kalau keraton dikendalikan oleh dua kekuatan dalam dan luar istana mudah-mudahan bukan menjadi penyebab ketidakrapihan tempat ini ya. Jadi tak banyak cerita dari Solo.

Sebenarnya ada taman Sriwedari kalo mau relaxing, tapi kami berempat ga kesana juga karena waktu itu berharap bisa lihat Sekatenan. Tapi sepertinya acara nya kurang organize, jadi ya kita ga terlalu antusias juga, malah ujung-ujungnya kita belanja baju-baju batik di Mall of Solo. Jadi ga terlalu banyak cerita di Solo nih.

A few tips for Jogjakarta-Semarang-Solo Trip:

  1. Pastikan kamu punya itinerary kalo mau sekalian jalan. Itinerary yang jelas akan sangat menghemat waktu, tenaga dan budget tentu saja.
  2. Skill berbahasa Jawa bisa jadi beneficial, tak hanya untuk menawar batik tapi juga untuk menawar abang becak yang kadang-kadang suka nakal hehehehe.
  3. Cobain kuliner di semua tempat ga ada salahnya, tapi tanya harga jangan lupa. Kami sempet kecele makan tahu telor yang membuat tercengang ketika membayar.
  4. Bisa solo travelling, tapi mendingan group karena kamu bisa share cost. Empat atau lima orang bisa lebih hemat jatuhnya.
  5. Siapin stamina yang fit karena kamu bakalan lama di jalan dan jumping dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

  • view 39