The Art of Supporting your Partner’s Dream: La La Land

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 Mei 2017
The Art of Supporting your Partner’s Dream: La La Land

The Art of Supporting your Partner’s Dream:La La Land

Untuk para pecinta drama musikal, atau penggemar Emma Stone atau secret admire Ryan Gosling pasti sudah menonton film La La Land. Film ini sebenarnya sudah ditunggu-tunggu para fans setia masing-masing actor/actress karena gembar-gembornya sudah terasa jauh film ini akhirnya tayang. Jika memang dia ditunggu-tunggu, maka amat sangat layak karena di ajang Academy Award, La La Land banyak dinominasikan untuk berbagai kategori dan memenangkan enam kategori, termasuk salah satunya Best Actress (Emma Stone).

Apa sebenarnya kekuatan film La La Land? Sebagai seorang penonton, saya rasa pesan yang ingin disampaikan di film ini amat sangat kuat. Kekuatan seorang yang mencintai untuk melepaskan apa yang dia cintai dan membiarkannya pergi untuk menggapai impiannya. Meskipun pada satu sisi, sebenarnya kedua-dua nya mempunyai mimpi masing-masing. Maka tak heran konfliknya justru datang ketika salah satu diantara keduanya menangkap sinyal bahwa partner nya justru “berusaha menggagalkan” impiannya sendiri. Ini menarik nih.

Mengapa menarik? Karena biasanya, didalam cerita-cerita drama romantis, seorang pecinta biasanya berkorban habis-habisan demi mencintai seseorang meskipun mungkin ujung-ujungnya bisa happy ending, tapi di film ini, bahkan sang sutradara memberikan alternative pilihan kepada audience, ending seperti apa yang audience ingin pantaskan kepada mereka berdua.

Dikisahkan dua orang yang mempunyai idealisme dan memperjuangkan mimpinya di Los Angeles, Amerika Serikat. Sebastian (Ryan Gosling) adalah seorang musisi (pianist) yang hanya ingin bermain pure jazz dan bermimpi punya club jazz sendiri dan hanya memainkan pure jazz. Mia (Emma Stone), dilain fihak adalah seorang barista yang bermimpi menjadi seorang aktris seperti tantenya.

Untuk mewujudkan impiannya, Mia rajin mengikuti casting dan audisi berkali-kali, meskipun tak ada satupun yang berhasil. Dalam keadaan hampir putus asa, Sebastian menyarankan dia untuk memainkan one-man show play. Mia pun mengikuti saran Sebastian dan membuat sendiri script untuk show nya.

Impian Sebastian untuk menjadi seorang musisi pure jazz tiba-tiba berubah ketika mendengar percakapan antara Mia dan ibunya. Mia berusaha meyakinkan ibunya bahwa Sebastian akan mempunyai steady job. Tanpa fikir panjang Sebastian langsung menandatangani kontrak dengan Keith (John Legend) yang semula tak terlalu dihiraukan karena Keith bermain fusion jazz.

Mia kemudian tak menyangka bahwa Sebastian akan terlibat kontrak yang sangat panjang dengan Keith. Dan yang lebih parah lagi, Mia tahu bahwa Sebastian tidak menikmati pekerjaannya. Mia berusaha menyadarkan Sebastian bahwa dia sudah mulai meninggalkan impiannya. Maka perdebatan pun tak bisa dihindari.

Keadaan semakin buruk ketika Mia menyerah kepada kenyataan bahwa one man show play nya hanya dihadiri beberapa orang, bahkan orang-orang mencibir dengan kerja kerasnya. Merasa mempermalukan dirinya sendiri, Mia akhirnya benar-benar menyerah dengan keadaan dan pulang ke Nevada.

Dalam keterpisahannya, tiba-tiba seorang agent menelepon Sebastian bahwa mereka tertarik untuk meng casting Mia untuk sebuah produksi film. Mia yang sudah tak sudi lagi mengikuti casting menolak mentah-mentah kabar baik ini. Setengah memaksa Sebastian meyakinkan Mia bahwa ini adalah kesempatannya untuk meraih impiannya. Hingga akhirnya Mia pun mengikuti casting dan dinyatakan diterima, namun produksi filmnya di Paris!

Ada scene yang cukup critical, ketika Mia berkata, “Where are we know?”

Sebastian hanya menjawab, “I think we’re just gonna have to wait and see.”

Ini seolah menegaskan bahwa, saya mempersilahkan kamu pergi ke Paris, mengejar impianmu dan saya akan meneruskan impian saya disini.

Dan ini memang yang kemudian terjadi lima tahun kemudian!

Mia digambarkan sudah menjadi aktris yang sukses, mempunyai keluarga bahagia dengan seorang anak, tapi bukan dengan Sebastian!

Pertemuan mereka terjadi (kembali) secara tak sengaja ketika Mia dan suaminya terjebak kemacetan dan memutuskan untuk mencari makan malam dan masuk ke sebuah club. Betapa terkejutnya Mia ketika melihat logo club tersebut, Seb’s. Seb’s adalah logo yang dia design untuk club jazz impian Sebastian. Dan memang Sebastian lah pemilik club tersebut.

Scene selanjutnya menguras emosi banget! Demi melihat Mia, di scene ini Sebastian memainkan lagu “City of Stars” dengan emotional dan segenap jiwa. City of Stars adalah lagu ketika mereka sama-sama berusaha membangun impian mereka masing-masing.

More on La La Land

Kalo di fikir-fikir ya, film La La Land ini banyak sisi yang bisa di explore lho. Kalo kamu seorang mahasiswa yang lagi skripsi trus bingung mau nulis apa, udah tulis ini aja. Misalnya nih kalau dalam mata kuliah Cross Culture, kamu bisa ngambil sisi American Culture, American Dream. Obviously, pesan nya kental banget kok.

Emma Stone sendiri dalam wawancaranya dengan The Guardian, mengatakan betapa beratnya persaingan untuk menjadi artis di Amerika, apalagi dia memutuskan untuk menjadi seorang aktris pada usia 15 tahun.

Sisi lain yang bisa kamu gali adalah mengenai Afro American dan hubungannya dengan jazz sebagai simbol pernyataan dan kekuatan mereka ketika mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi. Lagi-lagi The Guardian menulis tentang hal ini disalah satu artikelnya.   

Nah kiranya cukup segitu aja review film La La Land. Saya attach lirik lagu “City of Stars”, video nya cari sendiri ya. Awas jangan ikutan baper 

City of Stars

City of stars
Are you shining just for me?
City of stars
There's so much that I can't see
Who knows?
I felt it from the first embrace I shared with you

That now our dreams
They've finally come true

City of stars
Just one thing everybody wants
There in the bars
And through the smokescreen of the crowded restaurants
It's love
Yes, all we're looking for is love from someone else

A rush
A glance
A touch
A dance

A look in somebody's eyes
To light up the skies
To open the world and send it reeling
A voice that says, I'll be here
And you'll be alright

I don't care if I know
Just where I will go
'Cause all that I need is this crazy feeling
A rat-tat-tat on my heart

Think I want it to stay

City of stars
Are you shining just for me?
City of stars
You never shined so brightly

  • view 39