Surga di salah satu Sumatera di Indonesia, Lampung!

Irma Rahmatiana
Karya Irma Rahmatiana Kategori Wisata
dipublikasikan 20 Mei 2017
Surga di salah satu Sumatera di Indonesia, Lampung!

Surga di salah satu Sumatera, Lampung!

Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Tanah Sumatera. Kata Lampung pertama kali saya dengar ketika sekolah dasar. Guru Matematika saya lulusan Universitas Lampung (Unila). Kemudian kata Lampung kembali ke ingatan saya ketika membaca buku Indonesia Mengajar. Ada beberapa titik yang di datangi para Pengajar Muda di Lampung, salah satunya nama Tulang Bawang. Jujur saya merasa geli mendengar kata Tulang Bawang, namanya kok aneh ya? Ketika bekerja teman satu kosan juga ternyata datang dari Lampung, tepatnya kota Teluk Betung. Dia pintar membuat empek-empek, yang selalu kusangka monopoli orang Palembang.

Asri Welas sering sekali menyebut Lampung sebagai salah satu tempat favoritnya berlibur, hanya karena dia terkesan dengan tempat bernama Kiluan. Belakangan saya tahu bahwa Kiluan adalah nama tempat dimana kamu bisa melihat atraksi lumba-lumba (langsung dialam terbuka) tanpa harus pergi ke Dufan. Destinasi lain yang lagi banyak jadi bahan obrolan adalah Pahawang. Terkenal seperti hanlnya Menjangan, untuk kamu melakukan snorkeling. Sayangnya saya belum kedua tempat tersebut (InsyaAllah kalo diberi kesempatan ke Lampung lagi saya ingin banget kesana). Tapi tempat yang saya kunjungi ketika berkunjung ke Lampung ga kalah cantiknya kok. Yuk mari disimak ceritanya.

Saya mengunjungi Lampung Desember 2016. Nasib kemudian mempertemukan saya dengan seorang yang bernama Setia Darma dan Junika Fitri, dua dara Lampung yang berkenan membawa saya melihat kampung halaman mereka. Kedua teman saya ini berdomisili di Tanggamus. Perjalanan di Tanggamus sendiri cukup memakan waktu yang lama. Di Tanggamus, dua teman saya mengajak jalan-jalan menyusuri Pantai Putih Doh, salah satu pantai di Teluk Semaka. Bagi teman saya, pasti ini adalah ajang lepas kangen dengan teman-teman kecil mereka. Maka kami pun menyusuri pantai  berdelapan dengan perbekalan yang sangat luar biasa, mulai dari makanan berat, lalapan, cemilan, kelapa dan tentu saja ikan!

Sesampainya di pantai, tak butuh waktu lama bagi para cewek-cewek tangguh ini untuk membelah kelapa, membuat perapian dan membakar ikan. Dalam hitungan sekian menit, tadaaaaaa, hidangan dibawah pohon kelapa sudah siap adanya. Dan gue cuma bisa bengong melihat kecekatan mereka menyajikan ituh semuah #akumah apa atuh, ga bisa apa2, bisanya makan doang. They are sooo skillfull, I think I should learn a lot from them!

Dibawah nyiur melambai dan hamparan pantai, kami (saya khususnya) benar-benar lahap bukan kepalang. Bayangkan saja didepan kita, sejauh mata memandang adalah kilauan air jernih dan ombak tenang. Aduh, nikmat lagi coba yang engkau bisa dustakan J

Do you know whats on my mind when we discover further of the beach? Yup, I feel like I’ve seen this place before, but where???

Aha, my memory works fast. Its Tanah Lot, Bali!

Memang kita tidak bisa membandingkan siapa yang lebih cantik, karena pasti Tanah Lot jauh sudah banyak dikenal dan didatangi orang-orang, tapi pantai ini benar-benar masih perawan, cantik sekali.

Entah berapa lama kami menikmati si cantik nan putih ini, tahu-tahu sudah senja saja J

Esoknya kami kembali menikmati pantai di sepanjang Teluk Semaka hingga sore hari. Seingat saya itu adalah malam pergantian tahun baru menuju 2017. Dan kami cukup kelelahan plus excited hari itu. Karena hal itulah malam tahun baru hanya terlewati dengan beristirahat karena esok harinya kami sudah harus ke Teluk Betung, Bandar Lampung sebelum kembali ke Jakarta. Kami punya jatah waktu dua hari di Bandar Lampung. Kami berencana mengunjungi Pantai Sari Ringgung, salah satu pantai yang terkenal dengan Pasir Timbulnya.

Sebelum ke Sari Ringgung, kami menghabiskan waktu ke tempat pelelangan ikan di Teluk Betung. Tempat pelelangan ikan di Teluk Betung adalah surga untuk para penggemar seafood. Ikan besar-besar sampai dengan semua makanan produk laut aseli segar dan sangat siap untuk diolah. Sambil menikmati suasana riuh rendah pelelangan ikan, saya menikmati suasana laut dan perahu-perahu yang bersandar di tepian. Malamnya kami benar-benar pesta seafood J

Dan waktu yang ditunggu-tunggupun datang. Kami bersiap ke Pantai Sari Ringgung!

Dari Pantai Sari Ringgung kami menuju Pasir Timbul yang berada di tengah-tengah pantai. Pasir Timbul ini sangat unik. Jika air laut sedang surut maka kamu akan melihat pasir putih menyembul di tengah-tengah air laut. Namun jika air laut pasang, maka pasir itu akan tertutup oleh air tapi kamu tetap bisa menikmati pasir tersebut karena airnya jernih sekali.

Puas menikmati Pasir Timbul, kami meluruskan kaki di mesjid apung Al-Hidayah. Adem banget. Rasanya tak mau pulang. Namun kami sadar bahwa liburan akan segera berakhir.

 

Dilihat 23