Aku, dapur, dan cah kangkung

Irfaul Mahbubah
Karya Irfaul Mahbubah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Desember 2017
Aku, dapur, dan cah kangkung

Cah kangkung punya filosofi berarti bagi saya. Teringat waktu awal hidup di kos Surabaya. sebagai maba tentu kehidupan di kos merupakan kehidupan yg penuh warna (memang sebelumnya itu polos yak.. hehehe) . Di kos diberlakukan piket masak. Tiap orang dapat giliran 1 kali dalam seminggu dan tiap anggota kos berpasangan. sya brpasangan dengan teman sekamar yg kebetulan satu jurusan juga. Tiba giliran saya dan teman skmar untuk memasak dan ternyata kita berdua sebelumnya tdk pernah memasak, kalaupun di dapur cuma bantu potong2 sayur saja (duuuh parah.. hiks). Pada mlm harinya kita berdua rapat (jiaaah rapat..) akhirnya kita memutuskan memasak cah kangkung atas pertimbangan itu "trlihat" mudah.. dan taraaaa cah kangkung hasil eksperimen kita pun siap disantap. Pada sore hari sepulang kuliah, ada yg aneh di kos. teman2 pada berebut kamar mandi. kita tanya salah satu teman, dan dia menjawab kemungkinan itu gara2 cah kangkung masakan kita berdua td pagi dan hanya kita berdua yg "selamat" dari insiden cah kangkung  karena kita tidak ikut menyantap hasil karya kita. hahahaha.. kenapa kita berdua tdk menyantapnya? karena waktu masak kita menggunakan cabe yg sangat banyak, bukan karena kita sengaja ingin "meracuni" teman2 tapi karena kita berpikir agar cah kangkung kita tidak hambar, kita tdak tahu ukuran cabe yg pas, jadi langsung dikasih banyak. kita berdua sebenarnya tidak suka pedas, sehingga kita tidak ikut menyantap cah kangkung tsb. cerita cah kangkung belum berakhir. setelah lulus kuliah, tmn sekamar sya td menikah dan ikut suaminya yg dpat beasiswa S2 di negeri jiran. Dia bercerita kalau hampir tiap hari dia memasak cah kangkung karena menurutnya itu masakan yg paling mudah untuk pemula. Sampai suatu waktu dia menangkap sinyal2 mencurigakan dari suaminya. Suaminya menunjukan ekspresi yg mencurigakan tiap kali dia menyuguhkan cah kangkung, dan ternyata oh ternyata suaminya "mabuk" cah kangkung.. hahahaha.. bagaimana tdk mabuk, dia hmpir tiap hari masak itu terus. sampai2 si suami "trauma" lihat kangkung. setelah kejadian itu dia bertekad untuk belajar memasak menu2 lain, dan hasilnya sekarang teman saya sudah jago masak (daripada sya.. hahaha). mungkin kalimat "bisa karena terpaksa" itu yg paling pas buat menggambarkan situasi teman sy td. 

Salam Cah Kangkung

  • view 116