BERPISAH

Irfan Kurniawan
Karya Irfan Kurniawan Kategori Renungan
dipublikasikan 20 Maret 2018
BERPISAH

 “Wahai paman, ucapkanlah la ilaha illallah, satu kalimat yang dapat engkau jadikan hujjah di sisi Allah,” sabda beliau dengan lembut.

Namun, Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah yang berada di sisi pamanya menyela, “Wahai Abu Thalib, apakah engkau tidak menyukai agama Abdul Muthalib?” Keduanya tidak pernah berhenti mengucapkan kata-kata ini hingga pernyataan terakhir yang diucapkan Abu Thalib, “Tetap berada pada agama Abdul Muthalib.”

Atas kecintaan Rasulullah kepada pamannya, beliau bersabda lagi, “Aku benar-benar akan memohon ampunan bagimu wahai paman, selagi aku tidak dilarang untuk melakukannya.”

Lalu turunlah ayat,

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” [QS. At-Taubah 113]

Allah juga menurunkan ayat,

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” [QS. Al-Qashash 56]

Tidak bisa dibayangkan apa saja perlindungan yang diberikan Abu Thalib terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia benar-benar menjadi benteng yang ikut menjaga dakwah Islam dari serangan orang-orang sombong dan dungu. Namun sayang, dia tetap berada pada agama leluhurnya sehingga sama sekali tidak mendapat keberuntungan.

Beliau bersabda, “Dia berada pada neraka yang dangkal. Kalau tidak karena aku, tentu dia akan berada di tingkatan neraka yang paling bawah.”

#BumiAllah (Lombok), 20 Jumadil Akhir 1439/08 Maret 2018

 

  • view 24