ESENSIAL

Irfan Asyhari
Karya Irfan Asyhari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2017
ESENSIAL

Ketika dalil mampu menjadi dasar penetapan suatu hukum, ketika undang undang dasar Mempu mematahkan perdebatan politik dan persoalan negara, ketika itulah kekuatan tulisan akan mampu mengukir sejarah dimasa depan.

Tak mudah mencari ide yang brilian, tak mudah pula mencari insipirasi yang bermakna, banyak orang yang ingin membangun sebuah pondasi yang memerlukan banyak inspirasi tuk mewujudkan mimpi, entah di profesi apapun, yang pasti perlu melukiskan segala argumentasi dalam bentuk imajinasi.

Betapapun ide yang menjadi problem utama, tanpa ide realitas tak akan terwujud, tanpa imajinasi sajak akan berhenti. Ibarat membangun sebuah rumah, membuat rumah mesti berawal dari ide, lalu dijadikan angan-angan, kemudian dijadikan bahan khayalan, lalu melangkah pada mimpi, pada akhirnya akan tersusun menjadi sebuah konsep yang bersifat fundamental dan akan terwujud dalam sebuah langkah realistis, pada kenyataannya akan membuahkan hasil yang realistis pula.

Begitulah yang namanya ide, datang secara tiba-tiba, tanpa kita sadari dan tanpa kita duga. Ide nggak bisa kita paksakan untuk hadir disetiap waktu yang kita butuhkan, ide ibarat laduni, datang pada saat waktu mustajab.

Makanya, setiap kemanapun pergi, Penulis dianjurkan untuk membawa buku kecil, sebagai catatan ketika ide datang sewaktu-waktu. Kalau membaca kisah suksesnya Kang Abik (Habiburrahman El shirazy), novelnya berawal dari buku diary-nya, makanya setiap kali beliau bepergian selalu ngantongin buku kecil buat persiapan, barangkali nanti ketika ada ide yan datang ditengah perjalanan, langsung dicatat.

Bukan hanya soal tulis menulis, membaca buku pun demikian, tanpa ide mustahil akan muncul angan-angan untuk membuka buku, membaca buku itu ya membaca buku, hhe. Bukan, maksudnya kalau ingin baca buku ya baca aja, barangkali ada hal yang baru dalam buku itu. Tidak demikian dengan seorang yang tidak galau, ia selalu memiliki banyak pilihan untuk mencari buku yang sesuai dengan kebutuhan, makanya tidak heran jika melihat orang yang berpendidikan tinggi selalu pandai memilih buku yang esensial. Karana ia telah terbiasa membaca buku, jadi ya udah otomatis tangan melangkah pada tujuan yang tepat, ibarat orang naik motor, kalau sudah terbiasa ya nggak mikir aja bisa jalan, seakan-akan tanpa melihatpun rodanya jalan kedepan gitu aja. Itulah sebabnya membaca buku itu membuka cakrawala dunia.

Roda kehidupan masih terus-menerus berjalan, Buang hal-hal yang gak penting dan pertahankan yang esensial.

 

  • view 22