Manis Tanpa Gula

Irfan Asyhari
Karya Irfan Asyhari Kategori Renungan
dipublikasikan 07 Agustus 2017
Manis Tanpa Gula


Konsekuensi dari sebuah perjuangan adalah Sukses dan Gagal. Tidak jarang ditemui mereka-mereka yang sedang berjuang menuju asa, mesti mengalami kesulitan, baik karena faktor internal maupun eksternal, meskipun nantinya akan berbuah manis.

Mengeluh, katanya, menghambat aktifitas dan membuang energi, dari pada menyia-nyiakan waktu, lebih baik digunakan untuk berfikir dan berkarya.
Ketika berjalan untuk meraih mimpi dan harapan, terkadang mengalami kegagalan, entah karena kurang pas niatnya ataukah salah konsepnya.

Apakah perjuangan hanya dimaknai secara fisik saja?

Tentunya tidak, berfikir, menelaah, membaca lingkungan juga termasuk berjuang. Dalam konteks syari'at, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berdo'a, berikhtiar (secara logis atau psikis), kemudian diakhiri dengan tawakal, dalam arti memasrahkan segala urusan hidup kepada sang maha skenario kehidupan.

"Nak ming waton urip, kucing wae yo urip le. Mbok urip iku koyo pitik, ceker golek pangan, nak pitik kok ora gelem ceker yo gak mangan" Jare mbahe.

Nampaknya lelah jika dipikir-pikir, tapi kalau dijalani dengan senang hati ya 'woles' aja. Katanya 'alon-alon waton kelakon' (santai tapi pasti).

  • view 49