ES DEGAN YANG TAK SEMPAT KU NIKMATI

Irfan Asyhari
Karya Irfan Asyhari Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 27 April 2016
ES DEGAN YANG TAK SEMPAT KU NIKMATI


sore itu udara sangat segar
sekali,membuatku ingin menikmati
nikmatnya keindahan senja didesa
krapyak ini,perlahan ku berjalan
menyusuri jalan dengan mengendarai
vespa,mulai kupancal ontelan mesin
dengan bunyi treng treng treng,lika
liku perjalanan melewati ring road
selatan kota jogja tiba tiba suara
mbrebet mesin vespa yang ku
kendarai,ternyata setelah ku periksa
dipinggir jalan ternyata bensinnya
habis ting ting ting,tak jauh dari
tempat pemberhentianku disana ada
penjual bensin dan langsung aku
mendorong vespaku menuju sipenjual
bensin itu"pak bensinnya 1
liter"omonganku kepada sipenjual
bensin itu."iya,sebentar ya mas"kata
bapak sipenjual bensin itu sambil
memegang botol dan mengisi bensin
dimotor vespaku.beberapa saat
kemudian setelah motor vespaku siap
jalan aku langsung tancap gas
melewati ring road menuju pasar niten
klitikan bantul setelah sampai tempat
yang ku tuju ternyata pasarnya
tutup.dan kata bapak tukang parkir
yang sedang menyapu dihalaman itu
pasarnya memang belum dibuka.dan
katanya masih akan diramaikan
setelah magrhib.tanpa pikir panjang
aku langsung putar balik arah
melewati perempatan dongkelan
menuju alkid.dan sampai di alkid itu
ternyata ramenya luar biasa sa sa
sa.banyak orang berkrumunan disana
sambil jeng jeng dan menikmati
indahnya senja dikota jogja.karna
saking ramenya aku tak sempat
nimbrung bersama mereka mereka
yang sedang ngabuburit itu.senja
mulai membenamkan dirinya,aku pun
langsung menuju selatan menuju
gubuk indahku tiba tiba ditengah
perjalanan ada penjual es degan yang
keliatannya sangat enak dan segar
sekali,tanpa pikir panjang aku
langsung menyandarkan vespaku dan
menghampiri ibu penjual es degan
itu."bu,es degannya dua,dibungkus",
nembungku kepada ibu kepada penjual
es itu,"pakek gula apa?"tanya siibu
kepadaku,"gula jawa bu,jawabku
dengan cepat secepat keiinginanku
menikmati es degan langsung
dibungkuskan oleh si ibu itu. Setelah
siap dibungkus. aku membayarnya
dengan harga enam ribu rupiah, "ini,
sudah siap mas", langsung tak ambil
saja. dan aku kembali mengendarai
vespaku sambil menenteng dua
bungkus es segar, akupun terasa riang
gembira sambil menuju gubuk
indahku, eh, tiba-tiba dan jebulnya
didepan kandang. menjangan ada
gemercik air dingin menetes
dikakiku"loh,kok dingin dingin ya apa
mungkin cipratan air suqya ya",
gumamku dalam hati.
tapi. setelah tak cek barang bawaanku
ternyata eh ternyata es degan yang
tadi kubeli bocor dan tumpah.
yah, akhirnya aku nggak jadi
menikmati segar dan nikmatnya es
degan (kelapa muda) di sore itu.

  • view 100