Catatan Gesrek Bocah Skripsi –(Farmasi)- PART III (2)

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Oktober 2016
Catatan Gesrek Bocah Skripsi –(Farmasi)- PART III (2)

Tepat hari selasa, 18 oktober 2016. Kita sudah punya janji dengan pihak kantor yang menjual pelarut untuk mengambil pelarut yang kita pesan sehari sebelumnya, sembari itu aku, dan ketiga temanku. Kak nayla,mbak miftakh, dan cici sintia mencari tanamannya mbak miftakh yang akan dilakukan determinasi, determinasi ini buat apa sih. Yak betul buat memastikan apakah tanaman itu yang akan kita gunakan untuk penelitian betul apa tidak sih. Kita muterin semua yang jualan tanaman, hasilnya nol. Dan waktu kita didepan kantor pelarut itu, kita lihat ada tanaman yang mirip dengan tanaman kelor yang akan dibuat mbak miftakh penelitian, yap langsung cus emang dasarnya kita mah enggak punya malu ya. Tanya sama bapak-bapak, pak ini bla bla. Pokonya intinya “KITA MINTA DENGAN GRATIS” ekekkeke *dasar mahasiswa maunya gratisan.

Tapi ternyata, itu bukan tanaman kelor. Uhuhuhu cedihh… akhirnya ada bapak yang turun dari lantai atas (jadi ceritanya itu kantor keren banget, ada apotek, samping apotek ada souvenir+makanan hewan, lantai atas kantor tempat pelarut dan alat-alat LAB, dan itu semua yang mengelola dari satu keluarga. HEBAT!! BISA KOMPAK YAA)  Bapaknya ramah. Manggil kita dik. Kita ditanya buat apa sih, kenapa sih pakai tanaman itu, kalau tanaman lain bagaimana. Kita jawab aja gitu ya, akhirnya si bapaknya bilang

“mau saya antarkan? Disana ada. Bla bla” tanpa mikir panjang kita mau aja. Padahal dalem ati “sholawatan terus” takut-takut bapaknya ngapain-ngapain, la ngapain ya *ahahahhaa dan jalannya itu naik turun naik turun kek gunung. Ya pokonya ngeri. Dalem ati aku yang diboncengin bilang sama Allah “ya Allah lindungi, ya Allah. Aku belum s.farm apt ya Allah, gajiku per bulan belum aku kasih ke ibu ya Allah” memang benar, tak kenal makanya tak sayang, si bapak dalam perjalanan cerita kalau punya anak angkat di UNNES, sekarang sudah PNS. Itu anak angkat, terus bapaknya Tanya asli mana, dari mana. Ya kita mah jawab aja. Kalau bapaknya cerita kita tanggepin. Uda gitu aja. pas waktu kita sudah sampai ternyata tanamannya gedhe banget. ya emang dasar kalau enggak aku enggak protes “gedhe banget pak, dibutuhinnya kecil gitu pak”

Bapaknya bilang “mau aku carikan? dikalisari itu banyak banget yang jual” berhubung kita ngrepotin bapaknya kita bilang “ndak usah bapak, terimakasih banyak”

Kembalilah kita di kantor pelarut. Dan jangan lupa bilang terimakasih dan maaf untuk semua orang, bahkan belum kenal sekalipun, bahkan itu perlu agar kita menghormatinya.

Kita pun pamit untuk mengambil pelarut di lantai 2. Eng I eng ternyata bapak-bapaknya tadi atasan. Woooh kita langsung lirik-lirikan. Dikirain kita mah bapaknya tadi orang biasa. *wkwkwk. Udah dianterin kesana kemari. Sungkan deh kita, dan si bapaknya senyum sama kita, kita senyum sama bapaknya, bapaknya ngambilin pelarut yang kita pesan. Jangan lupa bilang lagi “terimakasih bapak, maaf merepotkan”

 jadi benar, pebisnis yang sukses itu pasti enggak neko-neko, apa adanya, penampilannya juga apa adanya, bahkan orang lain sampai enggak tau, antara karyawan dengan pemilik. Sama-sama berbaur.

Dalam perjalanan aku terharu *alah lebay. Dan berpikir *soksokan berpikir. Kenapa ya aku ditolong orang lain saat kesusahan? Dan jawabannya ada di bapak ibu di rumah, mereka selalu bilang dan menanamkan saat ada orang lain kesusahan. Salah satu contoh, waktu itu hujan deras ada yang berteduh di rumah, ibu langsung bilang “silakan masuk” masuklah mas-mas yang berteduh, ibuk sudah ribut. Dikasih makanan ini dan itu, dikasih minuman hangat. Di ajak bercanda, di ajak bicara, meskipun ibu punya watak yang keras tapi ibu baik bangeeeet. Disitulah aku protes “ngapain sih buk, kan kita enggak kenal. Ngapain ditolong”

Dan si ibu jawab “berbuatlah baik dengan semua orang, meskipun Allah tidak langsung membalas pada diri sendiri. Tetapi, berbuatlah baiklah untuk anakmu nanti, cucumu nanti agar ditolong juga dengan orang lain. Ibu nolong karena kamu dan mbak hidupnya di luar rumah, ibu berharap ada yang sama menolong kamu dan mbak saat kesusahan nanti”

Aaa jadi kangen ibu… nasihatnya selalu benar dan tepat. Bidikannya itu lho langsung kena sasaran. Langsung pas di hati #eaaa. Semoga ibu bapakku sehat selalu. Amiin. Begitupun juga dengan ibu bapakmu

Bukan hanya disini saja perjuangannya, kita harus mengorbakan segalanya. Masa bermain di Mall (ngapain di mall, kayak uda kerja aja #ehehhee), meninggalkan keluarga sejenak, kita tidak merasakan bagaimana masa muda. Gak apa apa, yang penting masa tua nya enak ya *ngomong sambil nguatin diri ekekke

Selain tenaga disinilah tempat untuk menghabiskan uang dalam sekejap. Padahal orang rumah susah payah ngumpulin duit, habisnya dalam detik menit bahkan tidak sampai jam. Semoga kita bisa sukses dan buat orang tua tersenyum. *amiin, yang pasti semoga sukses dunia akhirat.

Si mbak selalu Tanya “kamu butuh uang berapa nanti aku transfer” berhubung adiknya boros, jadi jawab “jangan transfer dulu, aku boros. pasti bilang alah gampang di ATM masih ada. Ujung-ujungnya nanti abis sebelum waktunya. Nanti aja kalau aku sudah mepet banget baru mbak transfer ya” *ya pokonya intinya gini, padahal kalau chat sama mbak, kurang di hajar banget. maaf ya mbak adikmu memang seperti ini #ihihi

Maka, barangkali mbak pun memikirkan adiknya yang skripsi butuh duit banyak. Tiba-tiba rekeningku ke isi. Dalam perjalanan berpikir siapa yang ngirim terus ada chat masuk. “dek, mbak sudah kirim ya. Jumlahnya memang sedikit, tapi kalau kurang wa aja ya.” - Aku terharu. Ada enggak ya nanti laki-laki seperti ini #alah ngarep *wkwk- Padahal si mbak lagi ada pengeluaran banyak untuk pelatihan EKG. Semoga selalu dimudahkan jodohnya ya mbak, semoga suatu masa menjadi dokter spesialis yang suangaarr, semoga ikhwan yang meminangmu juga dari ikhwan sholih, keturunan islami, mengerti keluarga, mau diajak pulang, bangun bisnis bareng-bareng *amiiin… semoga dimudahkan segalanya *Aduh aku terharu punya keluarga seperti mereka padahal aku selalu nakal #elapingus

terimakasih kepada bapak yang punya anak angkaat yang sudah lulus di UNNES, terimakasih atas bantuannya maaf merepotkan ^^

  • view 296