Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 30 September 2016   17:49 WIB
Teruntuk dirimu yang menguji keimananku, kini kau pun telah pergi

Kau datang dengan begitu sendirinya, aku tak akan mencegahmu untuk datang bahkan aku tak akan tega mengusirmu dari lubuk hatiku.

Silakan kau datang, silakan kau mengenalku. Karena itu hak darimu. Dan aku berhak menolakmu karena kita tak sekufu.

Aku menganggap mu ada, dan kau menganggap ku ada. Kita pernah bersama tapi hanya waktu yang singkat, hanya dalam proses bagaimana dirimu dan bagaimana diriku. Selebihnya kau memilih jalan yang berbeda dari ku, dan aku membiarkanmu.

Hanya saja, aku tak akan mengulangi kesalahanku untuk mengenalmu kembali

Karena bagiku, telah usai masa kau mengenalku untuk membuat hatimu tenang.

Usai sudah kau telah membawa kenangan dan aku tak akan mengenang lagi ceritamu yang lalu.

Kau tahu tangga? aku menganggap diriku berada dibawah tangga, semakin aku memantaskan diri maka semakin aku bisa menaiki tangga. Dan disitulah kamu berada, di tangga yang paling bawah, yang ku inginkan sekarang, aku ingin menaiki tanggaku menjemput seseorang yang sangat amat jauh lebih baik dirimu. Dari agamanya, sikapnya, kedewasaannya, dan kesabarannya.

Mengapa Allah hanya mengenalkanmu sebatas ini? Karena Allah tahu, imanmu tak sekuat pemuda lain. iman ku sudah lemah bagaimana jika Allah menyatukan kita? Itu akan saling melemahkan. Oleh sebab itu, Allah ingin aku bergerak maju lagi, menapaki setiap tangga, meninggalkanmu sendiri dengan pilihanmu, membiarkanmu. Aku jahat? Hahaha, bahkan tidak bagiku, karena kau adalah ujianku.

Aku masih menganggap mu ada, disekitarku.

Tapi bukan untuk ku kenang kisah kita, bukan untuk menggalaukan mu bahkan aku telah melupakan mu begitu saja karena aku tahu kau telah mempermainkan keimananmu, dan keagamaan mu, hanya untuk sebuah kata cinta, bahkan kau kalah melawan nafsu mu, bahkan kau kalah mempertaruhkan agamamu. Jadi untuk apa aku harus menyesal bila tidak menjadi bagian nafasmu sekarang? Tidak akan, karena kau bukan ikhwan pilihanku.  

Kau adalah ujian keimananku, maka aku sangat bersyukur bila Allah mengeliminasi dirimu dari hidupku sekarang agar aku tak salah pilih.

Tenanglah, aku masih  menganggap mu ada bahkan silaturrahim kita masih berlanjut. Aku tak akan memotong kuku kuku silaturrahim antara kau dan aku.

 

Karya : Mafida Khoiriyah