Catatan Gesrek Bocah Skripsi Ala (Farmasi) PART I

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 September 2016
Catatan Gesrek Bocah Skripsi Ala (Farmasi)  PART I

 SKRIPSI

Satu kata yang diharap-harapkan karena sudah sampai tahap ini “waaa sebentar lagi wisuda, sebentar lagi profesi, sebentar lagi resepsi, sebentar lagi resepsi #EEEHH #keceplosan.

EITSS!!!

Tapi juga menjadi kegalauan. Galau karena dosen pembimbing –Dosbing- minta ganti judul, galau karena pembimbingnya sukar ditemuin, galau karena tiap kali dosbingnya di WA/Line/SMS Cuma di read aja, apa perlu kami buat surat yang dibawakan burung dara pak buk T.T, dan akhirnya kami memilih mengejar-ngejar dosbing, mencari sampai lantai 3 tanpa lift. Ditunggu ternyata sudah pulang, ditunggu ternyata berkata “saya lagi nggak mood mbak” atau pas waktu bimbingan ibuknya bertanya “kenapa kamu pakai tanaman ini?” jawaban nya kami “karena mudah didapat bu, selain itu kandungan flavonoid di dalam tumbuhan ini banyak, dan bisa menghambat bakteri dengan konsentrasi minimum sekian persen” terus di jawab lagi “kan ditanaman lain juga ada mbak”–contoh-, galau karena nunggu proposal yang belum di corat coret, terus kerja lab ku kapan pak buuuk. Aku pengen cepet luluuus. #HAHAHAHA. Tunggu Nak, ini baru permulaannya. Maka saksikanlah Part Part selanjutnya . betapa menyeramkannya Fase ini #HAHAHAHAh

Dan aku sangat menyayangkan mereka yang komen saat ada yang berkata “apaa?!kok di farmasi sih, jualan obat doang, tuh apotek pada menjamur, kamu mau sekolah di farmasi nanti tidurnya dikelilingi obat” Rasanya kalau mengingat sumpah serapah mereka, pengen bilang “liatin nih, kami ngejar S.Farm aja ya Allah minta taubat 100x, apa lagi nanti apoteker, harus merekap data pasien di RS yang jumlahnya puluhan ribu, mencatat pengeluaran pemasukan obat” Tapi kenapa kalian selalu memandang rendah setiap profesi. Aaaa akika herman deh yaaa.. Oh ya, kerjaan manusia kan mengomentari hahaha.. aku pun juga sama kok, kalau ada ikhwan yang datang komentarnya “emang kamu kerja apa? kamu bisa bahagiain aku sama seperti bapakku membahagikanku nggak? Berani beraninya datang mau ngambil aku dari bapak” #eh kok nyasar tekan ikhwan *HAHAHAH #SKIP

Awal bimbingan, dari pihak prodi di ACC memakai perbedaan konsentrasi. Waktu bimbingan, dosennya berkata “di buat fraksi aja ya ra, eh jangan lupa optimasi ya”

APAAAAA?!! Seketika otakku berhenti berputar dan miring-miring agak gesrek

“Serius buk? Saya Fraksi? Optimasi? Diujikan ke bakteri sekalian buk?”

Setauku Optimasi itu yang datanya masuk ke design expert, dan aku nggak paham apa itu apa ini siapa dia, bagaimana dia, sifatnya bagaimana, apakah aku bisa bersanding dengannya untuk kedepan, apakah keluargaku dengan keluarganya sekufu, apakah dia tidak dari keluarga broken home #Lah Baper lagi.

Setauku fraksi itu tahapan dari ekstraksi, dia senyawa murninya. Aduuh, mau lulus kapan nih buuuk?

Jawabannya ibu pembimbing “Gampang, itu gampang 1 bulan selesai”

APAAAA!!!! Boro boro satu bulan, proposal aja belum selesai. maka jadilah the power of pengenalan ke berbagai orang-orang.

Menanyakan bagaimana cara mendapatkan satu fraksi,

Menanyakan perhitungan formula seperti apa.

Menanyakan sistem design expert seperti apa

Ya pokonya nih aku range dari siapa aja yang dapat crewetan ku

Panda, mbak an, mancung, kak nay, mbak mif, cici sasa semua nya semua hahaha

Maka dari itu, memang benar silaturrahim itu menambah saudara. Finally, aku kenal dengan mbak tanty, mbak dessilva, mbak dri, mbak lisa, mbak asma TSBA (mbak aku lupa namamu terus, pokonya kamu baik, suka ngasih masukan pas waktu praktikum *wkwkwk), mereka sangat baik-baik, ditambah mbak didi, duuh baik ngeet,  di BBM kalau aku bingung mereka jawab. Sukses profesi apotekernya ya mbak mbak Tekfar. dan aku mengenal karakter seseorang yang bagiku dia itu “sembrono” dalam mengenal siapapun, tapi ternyata.  :D , yap.. aku jadi mengenal dia, banyak banget ternyata sikap yang belum aku ketahui. Waktu dia membantu design expertku, kami ngobrol-ngobrol maka terjadilah suatu obrolan yang menyebabkan aku mengambil kesimpulan “Bahwa setiap individu memiliki konsep, penelian masing-masing dan kita tidak bisa mengenalnya hanya sesempretan tapi kita harus mengenalnya berjam-jam bahkan berhari-hari, bisa jadi bertahun-tahun lamanya” semua orang pasti memiliki sisi agamisnya. Pasti.

Ira : “eh si mbak itu dulu nggak berjilbab sekarang berjilbab, cantik ya”

Si dia : “hanya ada dua sifat wanita yang berjilbab. Yang pertama karena fashion, yang kedua karena niat,maka bila berjilbab tatalah niat yang benar”

Dari itulah kami bisa akrab. Menjadi teman yang say halo.

Dan dari optimasi juga, aku bisa menghubungi teman lama, bidaraaa.. teman farmasi yang di UMS. Dia begitu peduli. “bid pengganti HPMC apa ya bid”

Bidara : coba cari di handbook, iya ira optimasi ini itu blab la, kamu masukin uji uji dari formulamu nanti dari itu semua mana formula yang optimal,

Mbak tanty yang aku rempongin “mbak, kok ngitungnya ini,. bla bla" dan dia jawab dengan sabar. sesabarnya kakak.

Dan dari optimasi juga, aku bisa menghubungi kembali cici hanny yang kita ga pernah komunikasi, cici membantu menghitung perbandingan nya. makasih ya cici..

Kak nayla yang tetap setia, survey mana yang murah-murah. Agar pengeluaran bapak ibu untuk semester akhir tidak membengkak. Dia begitu peduli dan tolong menolongnya kereen banget

Diiaaaan, si kembiiir. aku bisa mengenalnya lewat optimasi skripsi ini. dulu pertama kali kenal aja, ga mau namanya ngomong, harus pake perantara mbak an. sekarang kalau mau ngomong "he bos nanti mau ke dobsing kapan"

"he coy, aku sudah berangkat"

"buk, aku tadi nggak ketemu ibuknya"

"lek, barengaan ya lek kalau mau ke dosbing"

"lek bareng-bareng ya lek"

sampai makan cemilan bareng pas kuliah saking pengennya cemilan. kita beda kelas, disatuin waktu skripsi.. Aaaaaaa so sweetnya skripsi

Masih banyak lagi.

Dari skripsi ini, kita akan banyak banget mendapatkan sesuatu. Mulai dari pentingnya Silaturrahim, kita kalau skrispsi dituntut menjadi manusia yang flexible, say hallo dengan semua orang, bisa menempatkan dengan siapapun, nanya ini itu dengan siapapun meskipun itu nggak kenal. Di skripsi ini juga kita akan menemukan mana teman yang sesungguhnya dan mana teman yang menganggap hanya “teman”, disinilah kesadaran bahwa pengorbanan orang tua tidak akan habisnya. Maka dari itulah, semoga cepat selesai, dan bila ada teman yang menanyakan kamu harus membantu. Jangan berkata “ih kamu mah datang kalau butuh” jangan. Kita saling membantu

Oleh karena itu, sebelum mencaci kami, please ikutin kisah ini berpart part ya. Agar tidak ada lagi yang mencaci kami. Agar tahu farmasi apoteker juga perjuangan banget. tambahan lagi, orang yang mencaci kami dulu, pekerjaannya nggak sesuai kuliahnya lho. Ya barangkali nanti apoteker juga akan berwirausaha di kuliner atau fashion tapi kan mereka mereka juga bekerja di ranahnya, tetap memberi ijin apotek, atau instalasi yang lain. Atau PBF. Jadi nggak belok-belok amat dari kuliahnya.

Part selanjutnya akan aku ceritakan berbagai polemik masalah skripsi ala kami. FARMASI.

 

Tetap ditunggu komentarnya ya, untuk perbaikan karya ^^

 wassalam

 

  • view 347