Karena Kau adalah Kakak Terbaik

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 September 2016
Karena Kau adalah Kakak Terbaik

Aku adalah bagian dari mereka. mereka yang menjadi anak bungsu . mereka yang memiliki kakak perempuan . dan mereka yang hanya memiliki satu saudara saja.

Dan tulisan ini ku persembahkan untuk kakak terbaikku. dan untuk mereka yang belum memahami hakikat nya menjadi seorang Kaka. semoga menginspirasi

Kakakku bernama hafidlotul Mu'awanah. biasa di panggil Nana. dr.Nana atau dr.nacil kenapa? nacil berasalan dari singkatan Nana kecil, Nana cilik.

dia tak menyukai kata "dr." didepan namanya. ia terbiasa dengan jas dokternya yang tidak dipakai saat memeriksa pasien. ia terbiasa memakai kaos yang warnanya sudah luntur, Rok yang sudah lusuh. kenapa? karena itu khas dalam dirinya. ia lebih suka dilihat orang biasa saja. Tak ayal kalo di pasar sering orang2 menangis melihatnya. karena penyamarannya. ia berfikir bahwa profesi dokter bukanlah profesi yang harus disegani, ia juga paham betul tentang menghormat segala profesi . banyak di luar dokter yang bersitegang dengan apoteker tapi dirinya welcome ada nya apoteker ia sempat berkata "kita itu partner kerja" kadang ia juga berkata "enak sekali kerja apoteker ya. nggak kotor2an kena darah. kena puppy" aku hanya tertawa mendengarkan nya.

dan inilah untuk kalian. betapa hebatnya dia menjadi seorang kakak. semoga menjadi contoh.

  1. kakak itu harus keras kepala

Kakakku tipenya adalah orang keras kepala. Kalo sudah x ya x. mau di ubah apapun tetap x. Itu adalah kunci untuk adik adiknya kelak. bisa menjadi sesosok yang membangunkan adiknya bila adiknya macam saya . yang suka bilang "terserah aja"

  1. Kakak itu harus perhatiannya sepadan dengan ibu.

meski keras kepala.Kaka itu harus perhatian dengan adiknya. itulah tanda ada nya interaksi antara anggota keluarga.  jadi ceritanya aku kalau tiduran suka sembarangan. meski sudah disediakan bapak ibu kasur di kamar tapi tetap saja tidurnya di depan TV. dan si mbak di samping ku tidurnya waktu itu pukul 03.00 WIB. bapak ibu terbiasa sholat tahajud. pas sekali bapak ngelewatin tempat yang aku buat tidur lalu terjadilah insiden selesai wudlu bapak memakai sandal. bapak  berjalan disamping tanganku lalu menginjak tanganku. langsung aku bangun "aduuuh" dan si mbak dengan cekatan bilang "apa. apanya yang sakit" aku yang tiduran bilang "ini " sambil ngrengek. si mbak langsung ngelus ngelus tangan yang di injak bapak. dan bukan hanya itu mbak sampai ngomeln bapak "bapak itu kalau jalan hati-hati. jangan lewat tengah dong. lewat nya pinggir kasur" ternyata jika adiknya kesakitan kemarahannya lebih ganas. *wkwk. maap ya mbak

  1. menjadi kakak itu harus royal

aku sudah memasuki masa skripsi. masa senang sekaligus susah. senang karena akhirnya ke tahap ini. susah karena biaya nya pasti banyak apalagi penelitian pembuatan sediaan Dengan ekstrak dan ketemu dosen pembimbing  dimarahin nggak ya. kemudian terjadilah percakapan antara adik dengan kakak tentang kebutuhan si adik dan si mbak bilang "yauda buk. adik dikasih *pip*" Dengan enteng nya. padahal dalam hati si adik "itu banyak oi" meski ia royal ia tak lupa dengan kata "ingat jangan boros. meskipun kamu gampang diberi uang oleh mbak ibu bapak jangan boros. minimal kan pengeluaran. kamu sudah besar jangan boros harus pintar ngelola uang biar suamimu Ndak nyesel milih kamu..... bla.bla." kalau aku terusin bakal habis 4 buku deh *canda ding

  4 . menjadi kakak itu harus menguatkan segalanya.

seperti ini. aku harus bimbingan. dan dosen ku pun ya seperti itulah. maka curhat lah si adik "aduuh dosenku ini bla bla"

dan si kakak pun menguatkan "hah? kamu takut? Hari gini masih takut? apapun yang diminta dosen turutin

terakhir adalah menjadi kakak harus tahu nomer rekening adeknya. Yaaah. You know me so well #wkwkwk

 

  • view 881