Karena Aku adalah Bunga

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 September 2016
Karena Aku adalah Bunga

Kau Tanya, Kenapa aku diciptakan sebagai perempuan?

Kau Tanya, Kenapa aku diciptakkan begitu banyak peraturan? Diwajibkan memakai hijab, tidak boleh menggunakan wewangian yang berlebihan, tidak boleh berjalan berlenggak lenggok, dan bahkan peraturan yang lain,

Kau Tanya., Kenapa aku diciptakan dengan embel-embel kata orang “Tulang rusuk yang bengkok” kenapa?

Kenapa? Kenapa? Dan kau selalu bertanya dengan perkataan kenapa.

Terkadang, kau dan aku menanyakannya mengapa Allah mentakdirkan seperti ini. Tapi bukankah terlahir menjadi apapun itu adalah sebuah takdir? Dan menjadi sholihah itu adalah sebuah pilihan.

Tersadar

Aku adalah perempuan. Kau tahu, aku seperti bunga.

Bunga yang selalu dijaga dan dirawat.

Kau tahu mawar? Warnanya indah, bahkan setiap orang pasti ingin memetiknya.

Tapi,,,

Di sekelilingku adalah duri. Dan duri itu bagaikan aturan Allah. Hanya orang pilihan lah yang mampu memetiknya dan merawatnya dengan sabar dan telaten. Memetiknya pun dengan begitu lembut. Bila kau tak menahan sakitnya duri disekelilingku maka pergilah. pergilah yang jauh.

Dan kini kau datang, ingin memetikku.

Tunggulah, , dengarkanlah,, mengertilah

“karena aku adalah bunga yang sedang mekar diwaktu yang kurang pas dan ditempat yang tidak tepat. Dan kau akan memetiknya, mengambilnya membawa pergi. Tunggulah, bisa jadi tempat itu tepat, tapi bagi Allah belum saatnya. Dan bisa jadi waktunya tepat tapi tempatnya tidak tepat”

*Terinspirasi dari tereliye, dan cerita dr. Hafidlotul Mu’awanah

PS : picturenya diambil dari http://gambartop10.blogspot.co.id/2015/02/10-gambar-bunga-cantik-dan-indah.html

  • view 155