Ini Bukan Masalah Aku dan Gadis Lain "Matre"

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Agustus 2016
Ini Bukan Masalah Aku dan Gadis Lain

Seseorang pernah bertanya kepadaku. “Bila suatu masa, aku datang ke rumahmu. Lalu dengan tulisan Allah yang begitu indah itu terwujud. Apa nanti jika kau jadi istriku, kau akan merawat wajahmu seperti gadis-gadis diluar itu?”

“iya, aku akan melakukan perawatan” jawabku mantap

“ha? Apa kau ikhlas. Wajahmu dilihat banyak orang? Apa kau suka kau Jadi pusat perhatian? Aku tidak setuju” jawabnya kembali

“apa kau tak pernah berfikir seperti ini. Jika wajah istrimu cantik dengan perawatan, orang yang melihat akan bertanya-tanya, itu istrinya siapa sih? Berarti suaminya sangat menyayanginya, memanjakannya, memberikan uang untuk perawatan, barangkali akan dirubah cukup tidak dandan memakai lipstik merah merona didepan mereka, hanya mengganti lipstick yang kalem saja. Jika wajahmu istri cantik, apa kau tak suka? Kau yang akan di puji mereka, karena bisa merawat istri dengan baik” jawabku, padahal dalam hati aku berkata ‘Konyol, bahkan usiaku semuda ini sudah berfikir macam itu. Tapi, tak apa. ini bagian dari kriteria bukan’

“Baiklah, tahun ini aku akan mempersiapkan dananya. Mungkin sampai terkumpul banyak”

“Kamu berhak memilih gadis lain yang lebih baik” begitu kataku

Bukan, ini bukan masalah tentang aku gadis matre, atau dia gadis yang matre. Semua perempuan mendambakan kemapanan selain keshalihan. Bahwa, mapan belum tentu harta. Bahwa mapan belum tentu seberapa besar rumah yang akan dibangun atau mobil mewah. Tapi, perhatian dan apa yang akan diperjuangkan.

Perempuan suka sekali dengan kecantikan, perempuan suka sekali kau bilang “kau cantik hari ini”

Perempuan suka sekali dengan kata-kata “nanti akanku transfer ke rekening kamu ya”

Perempuan suka sekali dengan kata-kata “buka gerbangnya, aku sudah didepan” lalu, kau menyerahkan sekotak bunga, padahal bunga tidak bisa dimakan tapi mengapa dia sudah terbang layang karena kau perhatikan.

Apa kau tahu? Perempuan suka sekali saat kau bilang “kau sudah makan? Kau diet? Sini aku gendutkan,sebentar lagi akan ku kirimkan martabak manis rasa keju” itu misalnya, hanya saja ini mimpi saja.

Mungkin saja, ada beberapa perempuan matre untuk dirinya sendiri tapi mengertilah ada beberapa perempuan yang kau anggap matre tapi hanya untuk masa depan anak-anaknya kelak dan kau.

Mungkin saja,ada sebagian laki-laki yang menganggap semua gadis itu matre sehingga ia mengatakan bahwa gadis itu sama saja mata duitan, tapi barangkali kau adalah laki-laki berbeda. Bisa mengerti gadis itu tidak matre hanya ingin menyenangkan semuanya, apa lagi kau adalah laki-laki yang harus mencukupi semuanya. Kau pun bekerja keras dengan halal untuk mengejarnya.

Bolehlah aku meminjam kata-kata dr.Hafidlotul Mu’awanah. “bahwa, menjadi muslim itu harus kaya. Agar hati tenang damai karenanya. Ibadah lancar tak ada beban dana yang di pikirkan, sedekahpun mudah dan akan mengikhlaskan tanpa memberatkan ini itu”

 

  • view 222