Menemukanmu Pun tak Mudah, Apa lagi melepasmu

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Agustus 2016
Menemukanmu Pun tak Mudah, Apa lagi melepasmu

Karenanya aku ingin belajar untuk menjadi yang kau dan aku cita-citakan yg terbaik untuk kita dan agama kita -Panji, melodi dalam puisi"

***

Kamu dan aku adalah kisah yang sangat rumit, dan bila aku kamu bertemu bukanlah kekuatan ku atau kekuatanmu atau bahkan kekuatan kita melainkan itulah takdir Allah.

Bahkan Aku telah lupa, bagaimana cara kita bertemu. Dari lambaian tangan mu  berderet 2 meja dariku, kau memperlihatkan barisan gigimu yang tengah tersenyum kepadaku dari jarak yang jauh, kaca mata frame mu pun juga menambah indah wajahmu. Bahkan duduk bersebalahan dengan banyak cerita yang akan dihabiskanitu membuat hari terasa menyenangkan.

"setengah 12 aku akan berangkat jum'atan" begitu katamu

"beberapa menit lagi" kataku

Menghabiskan waktu dengan protesanku "hih, tadi yang kita makan itu mahal. kamu tahu, kita harus meminimalkan pengeluaran. aku tidak masalah kau bawa di lesehan. dari pada tadi sekali makan ratusan" kau pun hanya tersenyum,

"baiklah besok kau yang memilihkan makanan yang paling murah" esoknya aku memilihkan tempat yang paling murah, kita pun tertawa, melihat daftar menu yang sama dengan menu resto kemarin. hanya beda nama tapi sama bahan harganya melambung tinggi. Aku tak pernah terlihat menjaga image ku dimatamu, dan kau pun seadanya didepanku

atau bahkan dengan sebuah foto yang dikirim "aku sedang di kota yang mungkin kamu rindukan."

Dengan memutar lagu yang kita suka.

kau mendengarkanku berkata "barangkali aku adalah gadis yang jahat kepadamu"

"kenaapa?" tanyamu

"membiarkanmu menungguku lama. amat lama,  aku tahu hatimu bukan halte, atau stasiun yang rela menunggu. Jadi, Pergilah. aku ingin kau pergi dari hidupku. "

kau terdiam, lalu berkata "Bila, itu maumu. aku bisa apa?"

aku terdiam, kau terdiam.

***

Bertemu dengan mu adalah sebuah takdir, dan darimulah aku belajar bagaimana cara bersyukur atas nikmat yang diberi, tak pernah protes dengan pemberian, diam bila ada sesuatu yang mungkin tak sinkron dengan diri, bersikap tenang bila masalah datang silih berganti.

Bila bertemu dengan mu adalah  hanya untuk mampir minum saja, untuk apa aku berlama-lama singgah. aku tidak mau menjaga jodoh orang lain.

Mungkin saja, jodohku sama sama terjebak dengan keadaan yang tidak diharapkan

Mungkin saja, jodohmu sedang menantimu datang. Tapi, Kau terpaksa singgah.

Bila aku inginkan sholih untuk apa selalu mempertahankan rasa yang mungkin akan termakan usia.

Bila kau inginkan yang sholihah untuk apa mau menerima keadaan seperti ini.

Hatimu bukan halte

Hatiku pun bukan bus

Hatimu bukan Stasiun

Hatiku bukan Kereta

Untuk apa bila penungguan ini menyakitkanmu. Berhentilah menungguku meski melepasmu tak semudah mengenalmu, mengenal kita berdua.

Memulai kisah itu sangat sulit, lebih sulit lagi mempertahankan kisah, jika kelak cerita kisah tak bersatu untuk apa kau bertahan disini?

Melepasmu memang berat, tapi kau selalu ada disini. berlahan-lahan membuatku mengenal kata ikhlas melepas. memahami apa kata "Ikhlaskan maka hatimu akan jauh lebih baik"

Do'amu pun tetap sama "semoga hari kita menjadi lebih baik lagi"

 

  • view 378