Mama Cerewet Itu...

Mafida Khoiriyah
Karya Mafida Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Agustus 2016
Mama Cerewet Itu...

"Kok kamu pakai baju itu sih"

"Kamu yakin milih pemuda itu?"

"Apa sih kamu, di nasihatin malah ngomel sendiri"

"Kamu itu ngerjain apa, kuliah yang bener, ngapain gambar-gambar, nyanyi-nyanyi, rancang-rancang bunga. kerjaan nggak jelas. mending kamu nyelesein kuliah"

"Kamu itu cantik, pilih pemuda kok kayak gitu"

"Kamu itu milih pemuda itu? kerjaan nggak jelas, keturunan nggak berbobot, mau jadi apa kamu?"

"Kamu itu perempuan, nanti jadi ibu rumah tangga, ibu rumah tangga itu juga harus pintar mengelola uang, jadi bendahara rumah. Boros banget jadi orang. Bulan ini mama kasih jutaan. Makan apa sih kamu? ga bisa nabung lagi.. Mau jadi apa kamu, kalau kamu nggak ngerubah, itu ngecewain suami kamu nanti"

Barangkali itu yang asap kali didengarkan oleh generasi generasi menunduk yang modern ini, bahkan masih banyak lagi dari pada itu.

Aku, Kamu, Kita. Mungkin saja ada kata bosan mendengarkan apa kata mama, ibu, mak, atau apalah nama kesayangan yang seering terdengar didalam rumah.

Mungkin saja apa yang dinasihatkan Mama adalah hal ter kolod sedunia

Mungkin saja apa yang dikatakan  mama adalah hal yang paling membosankan sama seperti mendengarkan kuliah dari dosen killer selama 2 jam sembari terkantuk-kantuk

tapi,

Bila kita tahu apa kata mama itu terbaik untuk kita kedepan maka bosan itu tak akan pernah ada.

Bila menurut kita nasihat mama adalah hal terkolod, maka kita menjadi anak yang terlalu mengikuti jaman agar dikatakan orang hitz diluar sana. mengapa kita menyebut nasihat mama itu kolod? karena kita belum pernah berada di posisi Mama, dan mama telah melewati posisi menjadi kita. Mama telah melewati beberapa hal dengan penuh konsekuensi didalam kehidupan. itu mengapa mama selalu melarang kita karena tahu apa yang akan terjadi jika kita mengambil pilihan yang menurutnya salah.

Mengapa nasihat mama  sering kita lalaikan? karena terkadang kita tak percaya dengan ucapan dari pada tindakan yang menyebabkan kita kecewa sendiri. Barangkali, itu adalah proses pendewasaan. Namun, Mama adalah sosok yang tak akan pernah tega melihat anaknya kecewa dan bersedih bahkan kesusahan. Mungkin saja kita pernah mendengar kata yang terlontar dari bibirnya "ibu tidak mau kamu hidup susah, kalau bisa hidupmu harus lebih dari ibu dan tidak kesusahan didunia" itu yang selalu dilontarkan ibuku terhadapku

Ibuku adalah sesosok ibu yang cerewet, setiap tindakan ku akan dapat komentar.

Aku bukan anak yang sholihah, dan akupun masih lalai dengan nasihatnya. Meskipun seperti itu, aku selalu bilang dengannya "ibu, jika aku menikah nanti 4-5 tahun lagi. aku akan tetap tinggal dengan ibu, aku tidak mau dibawa kemana-mana"

karena kasih sayang ibu tak akan pernah terganti

kasih sayang ibu kandung selalu akan berbeda dengan yang lain, ibuku tak pernah membiarkanku capek, ibuku selalu memasak masakan yang enak sembari berkata "habiskan", ibuku selalu mempersiapkan dengan penuh kasih sayang. dan banyak lagi yang tak akan pernah bisa ku tulis karena begitu banyak kasih yang diberikan kepada anaknya

barangkali,kita adalah anak yang selalu membuat mama menangis di Tahajudnya.

 

  • view 201