Yogya dan Lara

Ira Wahyu  Widya
Karya Ira Wahyu  Widya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Mei 2016
Yogya dan Lara

Aku masih tersudut di kota ini
merunduk dan terduduk, bersama dengan temaram lampu jalan.
Remang, suram layaknya hatiku yang selalu tersakiti dengan kenangan itu.
 
6 tahun berlalu
namun masih terasa luka yang sama
masih terpampang bagimana aku dipecundangi dunia kala itu
bahkan ketika aku belum cukup mengerti betapa keras jalan hidup yang tengah kulalui
semua keutuhan yang dipertahankan, perlahan mulai terkoyak oleh badai di dalam diri.
 
Aku meragu
masihkah aku bisa meraih asaku kala itu?
masihkah aku bisa merubah jalan yang salah?
dan ternyata aku bisa
meskipun setelah itu aku sadar
ternyata hidupku masih sama saja.
 
Tetap dipecundangi.
 
Kini aku bisa berjalan di atas kakiku
kemanapun arah yang ingin kutuju, segera aku berlari
hingga aku sampai di sini (lagi)
mengenang seluruh kepahitan
bertemu (lagi) dengan tempat lamaku bersandar
 
Aku rindu
dengan semua keutuhan canda tawamu
aku rindu
dengan semua cinta yang terhampar seiring dengan jarak yang terus memisahkan
jika kau lelah
aku lebih lelah
menghadapi semua kenangan yang terus saja merekah.
 
 
*untuk keluargaku yang berpisah & untuk Yogyakarta bersama semua kepahitan luka.