(Sedikit) Memahami Perempuan

Ira Wahyu  Widya
Karya Ira Wahyu  Widya Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 10 April 2016
(Sedikit) Memahami Perempuan

Sebelumnya tulisan ini bukan untuk menyudutkan gender laki-laki namun juga bukan untuk membela gender perempuan meskipun tulisan ini menggunakan sudut pandang perempuan.?

Selama 18 tahun saya hidup di dunia ini, saya dikerumuni banyak laki-laki dengan beragam jenis. Tetapi dari beragam janis laki-laki hanya satu hal yang sedikit sulit mereka taklukan yaitu memahami perempuan. Banyak laki-laki yang dengan mudah menaklukan perempuan secara fisik tapi selang waktu berjalan bisakah mereka dapat dengan mudah memahami perempuan? Saya rasa tidak, bahkan banyak dari laki-laki yang saya kenal mengeluh tentang perempuan karena mereka belum mengenal dengan baik bagaimana dasar karakter perempuan.

Bukan saya bermaksud menggurui, tapi saya menulis ini karena saya terkadang merasa ikut tersakiti melihat teman laki-laki saya sakit hati karena perempuan dan lucunya lagi masalah muncul hanya karena hal sepele, seperti tidak menjawab telefon, membalas BBM, lupa tanggal jadian, dan masih banyak hal sepele lain yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi bisa menyakiti laki-laki. Bagi para perempuan(termasuk saya) sebaiknya mengurangi bahkan berhenti membesarkan masalah sepele yang bahkan tidak akan mengubah suatu hubungan menjadi lebih baik, nah karena tulisan ini pula saya melakukan sedikit pengamatan lebih dalam kepada banyak teman laki-laki juga teman perempuan saya. Berikut hasil sedikit pengamatan saya semoga dapat memudahkan laki-laki memahami perempuan.

?

?

Teman-teman, sejutek apapun perempuan mereka tetaplah makhluk yang diciptakan Tuhan melalui tulang rusuk sebelah kiri laki-laki dan kalian para laki-laki harus tahu betapa rapuhnya perempuan. Mereka dapat dengan mudah menangisi setiap hal yang menurut mereka menyentuh bahkan menyakiti hati alias BAPER.

Perempuan itu makhluk manja, sekeras apapun prinsip hidup perempuan ketahuilah mereka pernah merasa lelah dan tetap membutuhkan bahu untuk sekedar bersandar dan telinga yang juga selalu siap untuk mendengar semua keluh kesah yang keluar dari mulut mereka. Tampung saja setiap keluhan yang mereka lontarkan, jawab saja jika perlu. Terkadang mereka bahkan tidak perlu jawaban melainkan hanya perlu untuk di dengar.

Perempuan = Perasaan. Sebagian besar perempuan menggunakan perasaan mereka dan bahkan saya sendiri heran pada bagian mana mereka akan menggunakan logika meski tidak seutuhnya. Di bagian ini laki-laki harus berusaha lebih keras karena saya tahu laki-laki itu makhluk logika, mereka jarang sekali menggunakan perasaan. Kenapa? mungkin karena mereka tahu bahwa menggunakan perasaan berlebihan hanya akan terlalu mudah menyakiti jiwa mereka juga sekitarnya. Oleh karena itu, sebaiknya para laki-laki harus memberanikan diri mengajarkan perempuan menggunakan logika agar para perempuan tidak terlalu tersakiti karena semua perasaan yang mereka miliki bahkan mungkin perasaan yang tengah mereka pendam. Jangan ragu pula menanyakan langsung hal yang membuat perempuan murung, meskipun hanya jawaban "tidak apa-apa" yang kalian dengar tapi yakinlah bahwa mereka hanya butuh waktu untuk mengeluhkan semuanya kepada anda.

Untuk perempuan, jangan sekali-kali kalian mengatakan bahwa laki-laki tidak peka karena mereka bukan paranormal yang bisa dengan mudah menebak isi hati bahkan isi otak kalian. Mereka tidak akan tahu apa yang sebenarnya sedang kalian pikirkan tanpa kalian mangatakan kepada mereka, so jangan ragu untuk bercerita apa saja agar tidak terjadi slah paham tapi ingat jangan terlalu berlebihan.

Perempuan memang digariskan satu derajat di bawah laki-laki, tapi yakinlah kalian tetap pemenang karena kalian tahu bahkan seorang laki-laki yang menjadi pemimpin dunia terkaya pun lahir dari rahim seorang perempuan. Maka sebenarnya derajat laki-laki dan perempuan itu sama (menurut saya). Seharusnya pula kita tidak perlu saling menyalahkan siapa yang berderajat lebih tinggi dan siapa yang berderajat lebih rendah, karena Tuhan sudah menakdirkan bahwa tidak akan ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa manusia lain.

Tidak mudah memang memahami para perempuan tapi yakinlah kami para perempuan pun tidak akan mudah memahami laki-laki karena memang setiap manusia berbeda, hanya bagaimana cara kita agar tetap bersama menyatukan segala perbedaan dan menyingkirkan semua keegoisan agar tercipta harmoni yang selaras dalam suatu hubungan pemahaman.

?

Sebenarnya banyak sekali yang bisa di bahas, tapi menurut saya cukup sampai disini dulu tulisan ini. Mohon maaf jika isinya tidak sesuai dengan ekspetasi para pembaca semuanya.

Sekian.


  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Itu tulisan fontnya sengaja size gede dan di bolt mbak? :-)

    • Lihat 3 Respon