Dialogku dan Hati

Muhammad Iqbal
Karya Muhammad Iqbal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 15 November 2017
Dialogku dan Hati

Diatas kasurku, kuhembuskan nafas perlahan, cuaca ekstrem yang menghampiri beberapa hari terakhir ini selain memberikan peringatan keras pada tubuhku untuk istirahat yang cukup, tampaknya ia juga menghantarkan badai pada hatiku, badai yang menyebabkan hatiku yang telah berjalan jauh meninggalkan ruang "mencintai wanita" tertarik kembali untuk bersentuhan dengan ruangan itu. Aku pun berjalan untuk menemui hatiku untuk memastikan kondisinya,

"Hai, baik-baik saja kan?" kataku,

" Ya aku baik-baik saja, aku hanya butuh kehangatan, badai tadi membuatku kedinginan, aku ingin menghangatkan diri di ruangan ini" jawabnya sambil menunjuk ruang "mencintai wanita", ruangan yang telah lama tak ia sentuh karena memang tak kuperbolehkan,

"Jangan ruangan itu, belum waktunya kau masuk ruangan itu! Apa kau tak ingat apa resikonya jika masuk ruangan itu sebelum waktunya?" kataku sambil sedikit mengangkat suara memarahinya,

"Ah biarkan saja diriku masuk, perjalananku menuju ruang cinta yang lain kembali jauh akibat badai yang menghempasku, aku hanya ingin mencari kesenangan sesaat di dalam ruangan ini" kembali ia menunjuk ruang "mencintai wanita", aku sedikit sebal dengan kengototan dia ini,

"Hai hati, ruangan ini jika kau masuki sebelum waktunya hanya menyebabkan cintamu bermain dengan ilusi, tak menghasilkan apa-apa, hanya membuang-buang waktu, pergilah dulu ke ruang cinta yang lain, perbaiki dulu dirimu sebelum kembali ke ruangan ini" kali ini kukatakan dengan halus agar ia menerima kata-kataku,

"Baiklah, ruangan mana yang kau maksud? Kau lebih tau apa yang aku butuhkan", Alhamdulillah, ia sedikit melunak,
.
.
"Berjalan kembalilah perlahan menuju ruang cinta Ilahi, ruang cinta Nabi, dan ruang cinta keluarga sendiri, masuki 3 ruangan itu satu per satu, temukan hakikat dari tiga ruangan itu, jika kau sudah berhasil barulah kembali ke ruangan di sampingmu ini, kau akan temukan di dalamnya tumbuhan yang mengakar kuat dan batangnya menjulang ke langit, itulah cintamu, seperti kata guruku: cinta yang mengakar di bumi dan berbuah di langit. Jika belum kau temukan hakikat dari 3 ruang sebelumnya dan kau masuk ruangan ini, kau hanya akan menemukan di dalamnya pohon mati beserta daun-daun kering dibawahnya yang tertiup angin. Tak berguna" kataku panjang menceramahinya, dengan harapan ia mau nurut
.
.
"Baiklah terimakasih selalu mengingatkanku, kau memang teman sejatiku, sekarang aku mau pamit menuju 3 ruangan yang kau bilang tadi, sampai jumpa" katanya sambil membalikkan punggungnya, "Hati-hati di jalan wahai hati!" kuucapkan dari jauh sambil sedikit berteriak, ia membalikkan badannya sambil tersenyum dan mengangguk. Kuberdoa semoga kau sampai selamat pada tujuanmu wahai hati, aku hanya bertugas mengawalmu, jangan kembali sebelum kau siap ya!
.
.

(24). أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,


(25). تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗوَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.


(26). وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.


(27). يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖوَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚوَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.


Cianjur, 14 November 2017, 20.25

  • view 48