Perempuan sebagai Rumah Cinta

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 27 Januari 2017
Perempuan sebagai Rumah Cinta

Digambarkan secara kosmik perempuanlah yang menerima,mengandung,melahirkan,bukan dari laki-laki secara material dalam tasdik. Dalam konsepsi semuanya sudah jelas feminism namun dalam penilaian kita memulai landasan ilmiah perempuan,mungkin perumpamaan bahwa laki-laki itu sesuatu yang lain pada alam,yang kita tau bahwa alam ini sifatnya feminism,disini ada keliangan pada laki-laki,jadi ketika dikatakan bahwa Adam dan Hawa “minnafsin wahida” dari diri yang satu (tuhan). Nafnya sendiri adalah feminism dari diri yang satu,kemudian jadi bagian laki-laki,perempuan,ini merupakan dari diri yang satu ,jadi jiwa terbagi separuh di laki-laki dan separuh lagi ada pada perempuan.

Inilah fakta yang terjadi di alam secara material ada jenis laki-laki dan perempuan yang secara watak keduanya feminism namun secara ilmiah keduanya terpisah.laki-laki dengan kecenderungan maskulinnya dan perempuan kecenderungan-kecenderungan feminitasnya.

jadi ketika ada laki-laki bercorak feminism dan perempuan bercorak masukulin,maka yang kuat coraknya bukan tampilannya. Dengan begitu pola nilai,kita yang secara (jiwa) itu adalah feminism dan ketika kita mencari di alam,kita menggunakan landasan material perempuan secara ilmiah disinilah letak penilaian.
Namun dalam posisinya laki-laki juga material,akan tetapi kita ingin mencari nonmaterinya yang kita sebut feminism ,dalam menilai kita memulainya pada perempuan. Jadi dalam kosmologi dijelaskan bahwa tuhan mengutus nabinya itu yang laki-laki,Nabi di utus oleh tuhan dengan laki-lakinya karna alam ini feminism karena ia menerima kodrat penciptaan,jadi kalau orang mengatakan mengapa secara teologi Nabi itu laki-laki,karna alam dan selain tuhan ini adalah feminism,maka perkawinan itu terjadi kalau maskulin yang datang,jadi kalau nabi laki-laki maka kosmologinya perempuan. Ketika dikatakan kenapa dalam islam nabinya tidak ada perempuan,maka pertanggung jawaban kosmologinya,karna Nabi datang kepada alam ini yang berwatak feminism,maka yang dikirim ialah laki-laki secara material.

Maka yang harus ditekankan bahwa kita mencari yang nonmateri (feminism),sebagaimana kita ketahui bahwa laki-laki dan perempuan secara watak keduanya sama yaitu feminism dalam (jiwa),jika kita menilai maka landasanya melalui material ilmiah perempuan. Maka yang feminitas pada perempuan sebagaimana feminitas yang ada pada laki-laki kita tidak bisa temukan kalau diantara laki-laki dan perempuan tidak ada saling berhubungan secara material. Karan keduanya memiliki watak feminism tetapi struktur kosmik harus memulai dari perempuan secara material,jadi dalam teologi pasca kosmik,bagaimana menempatkan dan menjaga perempuan di alam dalam pembahasan teologi.

Dalam pondasi kosmik yang aktual pertama kali feminism di alam itu pada perempuan sedangkan feminitas pada laki-laki masih tahap proses pencarian. Maka laki-laki mencari feminitasnya pada perempuan,sebagimana perempuan mencari maskulinitasnya melalui laki-laki akan tetpi makna sebenarnya mereka mau mencari dirinya.
Kemudian kita akan petakan kosmologinya agar pembahasan lebih terstruktur,alam (material) laki-laki,jiwa (feminism) dan tuhan (maskulin). Di dalam bahasa kosmologi laki-laki itu mau dikembalikan ke tuhan dan tentu perempuan yang mengembalikan dia kepada tuhan,kata Ibn Arabi laki-laki kembali ketuhan melalui perempuan,maka dapatlah kita katakana bahwa feminitas adalah jalan kembali kepada tuhan. Maka diluar jalur alamia ini (feminism ), tuhan mengutus Nabi melalui diluar jalur ilmiah tersebut. Jalur cepat sebab tidak melalui jalur feminism,dalam teologi laki-laki dikirim melalui jalur cepat dari tuhan ke alam, agar laki-laki dibimbing sebab dia tidak bisa kembali sendiri.

Maka dalam pesan-pesan agam yang dibawa oleh Nabi,pesan tersbut bukanlah seorang mukmin jika tidak menyayangi perempuan,jadi ketika tuhan mengirim Nabinya itu melalui jalur cepat,disiapkan dua opsi. Opsi alamia di alam dan opsi nomaterial dari langit,jika tidak akan terjadi resiko karna yang alami sering kali ada yang merusak sehingga dibutuhkan jalur cepatnya Nabi. Ketika Nabi di alam beliau datang untuk menjaga kondisi alamiah ,jadi munculnya laki-laki dalam teologi dari tuhan mengirim Nabinya laki-laki itu bukan dalam jalur kosmik,padahal teologi berlandaskan kosmologi. 
Jadi bukan karna laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan karna struktur kosmiknya memang seperti demikian,laki-laki yang diberikan tanggung jawab sebagai seorang Nabi,akan tetapi tidak lengkaplah sebuah kosmik jika tidak ada ikatan keluarga artinya pernikahan,sebagai keseimbangan kosmik,dan dasar dari gerakan sosial,pola dasar dari rumah cinta ialah permpuan,karena ia mempu mengimbangai watak dasar maskulin laki-laki,untuk itu peran perempuan sebgai rumah cinta ialah peran ilahiya dalam pandangan kosmologi.

Jadi ketika ada pertnayaan maka kita mengacu kepada sturktur kosmik kita, dalam pesan agama laki-laki lebih tinggi satu derajat itu ontologis,bukan derajat social. Dalam artian bahwa laki-laki lebih tinggi derataj dalam struktur wujud atau ontologis,inilah struktur hirarki wujud bukan social. Dari peta inilah bagaimana kita membawa yang perempuan agar bisa berhubungan dengan laki-laki untuk kembali kepada tuhannya yang maskulin, gambarannya sebenarnya siapa yang di utus,siapa yang mengutus,dan siapa yang membawa dan siapa yang akan dijaga. Tampaknya laki-laki yang disuruh menjaga tapi,yang mau diselamatkan adalah laki-laki ini dalam pembahasan kosmik.

Secara kosmik tampaknya yang mau dikembalikan itu adalah laki-laki (maskulin),kita perlu menemukan feminitas dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Untuk itu kita harus mengetahui perempuan secara ilmiah,keindahan,kecantikan. Yang disaksikan jiwa pada wajahnya,aspek-aspek feminism fisik pada perempuan,jadi yang ada pada perempuan adalah pandangan jiwanya (feminism) dan laki-laki memandang perempuan langsung dengan feminitasnya melalui fisik. Jadi dipandang dalam alam ini adalah perempuan sebagai objek keindahan. Maka yang paling pertama di alam ini memang perempuan dengan dasar feminism ,jadi kecenderungan laki-laki yang tertarik pada perempuan,artinya yang segera actual di alam ini adalah feminitas yang ada pada perempuan.dan yang paling mencari pertama kali feminitas adalah laki-laki,maka dari itu perempuan adalah objek feminism pertama di alam dan actual pencari feminis di alam adalah laki-laki.

  • view 153