ibadah dan relavansi gerakan sosial

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 20 Agustus 2016
ibadah dan relavansi gerakan sosial

Berbekal pengetahuan,dan presepsi manusia dalam menjalani proses hidupnya,dan bergabagai pengetahuan yang dipahaminya tersebut sampai pada titik balik konteks mubalignya,pada akhirnya timbullah fitrah kecederungan ingin menyingkap sesuatu hal yang mengitari proses pemikirannya. Hal ini dikarena manusia mempunyai kecederungan berfikir aktif selama masa hidupnya,maka munculnya berbagai,pahaman tersebut,baik social,politik,budaya dan ibadah,persoalan ini menyangkut realitas,maka apa yang harus kita mulai untuk tahap ini?. Berbagai pengalaman yang kita jalani semasa hidup kita,dan diperhadapkan pola atau metode yang ada dikeluarga dan lingkungan kita termaksud menyangkut hal ibadah,ibadah merupakan suatu spirit spritual yang dengannya kita bergantung pada sesuatu yang mutlak,ini merupakan ajaran turun temurun yang kita dapat baik dari lingkup keluarga maupun social.

Akan tetapi ibadah apa yang harus kita lakukan untuk hal ini,apakah ibadah hanya untuk diri kita,atau ada hal yang lain,karna berbagai pendapat menyangkut hal ini sangat beragam. Ada yang mengartikan ibadah untuk diri kita,untuk mendapatkan kenikmatan surge,atau menghidari neraka sang pencipta. Jika demikian adanya ibadah hanya sebagai metode berdangan untuk kebutuhan individu,sangat barbau material,untuk apakah ibadah ini,apakah untuk pencipta atau diluar dari hal itu,perlunya kita memahami menganai hal ibadah ini,dan juga apakah ibadah hanya menyangkut sholat,dan bagaimana hubungannya dengan aktifitas keseharian kita?

Sehubungan dengan hal ini ibadah menyangkut hal hubungannya dengan yang maha mutlak,yang dengannya kita bergantung padanya,dari sisi spiritual untuk bagaimana kita dalam menjalani aktifitas, atas dasar ini kenapa kita membutuhkan yang maha mutlak sebagai pengangan dalam hidup?. Kira kita tidak bergantung padanya maka kita akan berakhir diambang kehancuran,persoalannya jika kita melapaskan pemahaman  kita dan keseharian kita dengan yang maha mutlak,lantas gerakan kita dalam keseharian ini mengarah kemana?,apa tujuan kita dengan semua aktifitas yang kita jalani,apakah pada materi ataukah kita bergantung pada diri kita sendiri,seperti yang kita bahas sebelimnya dalam materi atau tuhan,dalam kajian tersebut,materi tidak bisa menjamin apa-apa dalam hidup kita,sebab ia juga mengalami proses perubahan,dan akan musnah,baik dengan berbagai harta yang kita dapatkan untuk hidup dengan kemewahan,lantas apakah yang kita harapkan dari kesenangan yang singkat itu?.

Barat telah memberontak dengan persoalan ini,sejak dari ratusan tahun yang lalau,dengan berbagai asumsi yang ia kemukakan menganai ibadah mereka,sampa ia memeberontak terhadap agamanya dan perlakuan geraja masa itu,akibat tekanan dan ancaman,maka banyak yang timbul dari pemikira barat yang radikal,yang pemikirannya tidaklah punya landasan yang rasional dan ilmiah,seperti Marx dan Nietzsche,dan beberapa pemikir lainnya,asumsi yang tibul dari mereka ia lah bahwa kebutuhan manusia tidak mempnuyai sisi spiritual,hanya kebutuhan manusia dalam factor ekonomi menurut Marx,dengan dialektikanya tersebut,akan tetapi apakah pemikiran ini sepadan dengan relitas,tentuhanya tidak,hal-hal yang membangung masyraakat adalah kesadarannya untuk bersosial,dan berbudaya untuk membangun tatatan struktur lingkungannya,bukan factor ekonomi menurut Marx,yang hanya mengasumsikan bahwa masyarakat dibaguan dengan kebutuhan material,jadi sejarah masyarakat penuh dengan kontradiksi seperti dialektikanya,bagaimana dengan Nietzsche,bahkan pemikir ini lebih radikal lagi yang mengatakan bahwa manusia harus bebas dan mempunyai kehendak untuk berkuasa,berbuat baik,dan saling mengasihi adalah kelemahan manusia itu sendiri,dengan digtum ini dan perlawanannya terhadap gereja ia mengatakan tuhan telah mati,kitalah masyarakat yang membunuhnya,perlawanan terhadap kaum gereja dan kapitalisme Nietzsche akhir menimbulkan kegaduhan terhadap dirinya sendiri,dan tidak mempunyai arah yang jelas.

Dengan semua ini barat telah terhegemoni dengan para pemikirnya yang memberontak terhadap agama mereka,yang tidak bisa ia pahami sendiri,akhirnya timbul kekecewaan terhadap agama yang mereka dan berontaklah terhadap gereja yang pada masa itu sangat berkuasa atas masyarakatnya,hingga saat ini,masih di beberapa belahan barat masih tengah terhegemoni dengan kekuasaan gereja,disisi ini hidup dengan cara spiritual telah mati untuk hidup mereka,maka dari itu ideologi yang di anutnya sangatlah juga bergam,hingga aktifitas dan pengetahuannya berkhir sekuler,memisahkan agama dan ilmu pengetahuan. Memunculkan pahaman liberal, hidup tanpa bergantung pada yang mutlak,dan ibadah hanya telah runtuh bagi mereka,maka jelas tanpa bergantung pada yang mutlak dengan sendirinya kita akan hidup bagaikan kapas yang terbawa arus angina yang tidak mempunyai tujuan.

Dengan berbekal pemahaman kita tentunya tau bahwa kebutuhan dengan yang mutlak untuk aktifitas kita sangat diperlukan,guna mengarahkan tujuan kita agar lebih objektif lagi,maka ibadah diperlukan dalam hal ini.dalam epistemology Baqir Sadr ia mengemukakan bahwa ibadah,ia bukan hubungan manusia dengan alam sehingga dapat dipengaruhi oleh perkembangan dan kemajuan,melainkan ibadah merupakan hubungan manusia dengan tuhannya,dalam kaitan hubungan ini mengarahkan pada hubungan manusia dengan sesam manusia.jadi ibadah itu diperuntukkan untuk manusia,bukan untuk tuhan,dia tidak membutuhkan sesuatu dari ciptaannya,kebutuhan beribadah ini ada pada fitrah manusia itu sendiri,dan dengannya ia merasa membutuhkan sesuatu yang mutlak,jiak ibadah yang kita jalani,dan keyakinan kita pada yang maha mutlak,dan keyakinan ini kita gunakan untuk aktifitas sosila kita,maka ini akan mengarhkan untuk berhubungan dengan manusia yang lain,baik segi politik,budaya dan sosila,atas dasar pegangan ini,kita tentunya menghadirkan tuhan untuk gerakan social kita,agar lebih berjuan dan bermakna.

Ini merupakan pola keseimbangan dalam masyarakat,jadi ibadah itu bukan hanya sholat akan tetapi juga ibadah juga bisa dikaitkan dengan aktifitas social kita,tentunya dalam hal ini,kita menghadirkan yang maha mutlak,agar apa yang kita lakukan untuk gerkan social,tidak melenceng dari kaidah agama dan spiritual kita,dan proses sosil kita lebih berdab.seberapa penting ibadah ini guna memantapkan hidup kita dalam berbagai aktifitas keseharian,jadi ketika kita sholat dan mengucapka Allahhu akbar,maka tarikan nafas tersebut adalah tarikan kita untuk sesuatu yang maha mutlak,kita menerik sebuah energy yang tidak ada habis,dan kata Allahu Akbar tersebut merupakan penafian terhadap hal yang lain,maksudnya tidak ada hal yang lain untuk kita bergantung pada Tuhan yang maha mutlak. Agama dan ibadah yang kita yakini bukanlah untuk pribadi,tapi untuk hubungan kita dengan tuhan dan relefansi dengan social,agama dan ibadah yang telah kita terima,akan kita bawa kealam untuk lebih objektif lagi,bukan hanya sampai pada pahaman ide,tidak bernilailah suatu agama dan keyakinan kita kepada tuhan hanya pada asumsi ide saja,kita bawah agama dan tuhan ke social,agama sebagai metode untuk melakukan tujuan gerakan social yang lebih berfaedah,dan tuhan akan membimbing hambanya dalam gerakan sosialnya.

Ibadadah dan relefansi gerakan social ini akan mengarahkan kita pada yang maha mutlak agar lebih mendekatkan diri kepadanya,untuk tanggung jawab kita sebgai khlifanya yang sempurna,yang memiliki akal untuk berfikir,itulah kepana kita berbeda dengan mahkuk lain,kerna manusia berpotensi untuk menjadi sempurnah dengan karunia tuhan yang telah diberikan pada ciptaanya ini, maka untuk itu tujuan ibdah tak lain adalah bagaiman kita bergantung dengan yang mutlak,dan bagaimana kita dalam aktifitas gerakan social,untuk mengubah masyarakat dan menjaga kondisi alam ini,sebagai tempat kita hidup,tanggung jawab kita untuk mengelola alam ini tempat kita tinggal,kita mengelola alam dengan kebutuhan kita dan masyarakat,bukan untuk kekuasaan dan kerakusan,itulah sebabnya alam juga memberontak terhadap manusia dengan kerakusan manusia,yang tidak berfikir tentang alam yang ia eksploitasi sedemikian rupa,maka terjadilah bencana yang memakan korban jiwa.

Tuhan telah menganugrahi kita akal untuk berfikir dan menyediakan sarana sumber daya alam untuk kita gunakan,baik itu dikalangan keluarga kita ataupun dalam lingkup social,jika kerakusan manusia ingin menguasai alam ini,maka terjadilah bencana,sebab alam ini butuh keseimbangan,maka itu untuk bergantung dengan yang maha mutlak dengan ibadah kita kepadanya,kita akan lebih sadar untuk menjalani hidup ini dengan kaidah agama dan prinsip keadilan,keadilan terhadap sesame manusia juga dengan alam itu sendiri,untuk keseimbanagan makrokosmos dan mikrokosmos. Alam,manusi dan tuhan,saling berhubungan satu dengan yang lainnya,pencipta dan yang diciptakan tidak ada keterpisahan darinya,ingat pembahasan kami yang lalu mengenai gerak esensial dan gerak eksistensial,ada hubungan yang tidak terpisahkan,untuk itu ibadah kepada yang maha mutlak adalah kebutuhan disposesi manusia,antara sekunder dan primer.

  • view 232