Kemungkinan esensial dan kemungkinan eksistensial

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 10 Agustus 2016
 Kemungkinan esensial dan kemungkinan eksistensial

Kausalitas dan gerak dalam kaitanya dengan hubungan

Kemungkian esensi dan kemungkinan eksistensial

 

 

Pembahasan awal falsafatuna mengenai disposesi,bahwa alam ilmiah dengan  rasio dijelaskan melalui hubungan dengan kausalitas. Kita tidak bisa mengatakan kausalitas murni ilmiah karena ia juga terkait dalam pahaman (rasional) jadi mengatakan kausalitas hanya rasio murni juga tidak bisa kita katakana,karena secara ilmiah kausalitas juga bisa terjadi. artinya penjabaran mengenai kausalitas adalah disposesi keterhubungan antara ilmiah dan rasional. Terkait fonomena-fenomena di alam kausalitas bisa terjadi tanpa paksaan,jika di hubungakan,namun tanpa di hubungkanpun,rasio juga mengeathui bahwa sebab tidak dihubungkan akibatnya tidak terjadi kausalitas di alam,tentu hal ini merupakan juga mempunyai sebabnya,inilah penjelasan hubungan,maka dalam kaitan kerangka alam ini adalah keterkaitannya dengan hubungan,bahwa alam dan rasio mempunyai hubungan, hubungan ini dalam pengertian keterkaitan antara satu dengan yang lainnya bukan dengan keterpishan. Jadi hubungan ini yang saling berkaitan dalam kerangka ontologis disebut dengan hubungan eksistensial antara satu dengan yang lain saling terhubung,maka ketika kita bergerak dalam hubungan esensial ini disebut dengan gerak sedangkan eksistensial disebut dengan kausalitas,jadi hubungan antara esensial disebut dengan gerak dan hubungan antara eksistensial disebut dengan kausalitas titik pemabasanya adalah hubungan,pembahasan menganai gerak penulis telah membahas sebelumnya,sekarang dalam pembahasan ini akan di jabarkan mengenai hubungan eksistensial. Hubungan ini adalah sebuah kemungkinan ketika kita bicara dalam hal material,karena pembahasan ini berpijak dari hal-hal yang ilmiah pola berpikir beranjak dari hal ilmiah,maka disebut dengan kemungkinan dalam teori gerak,dalam gerak kita bisa bergerak dan memilih jalan kemana arah kita untuk menempuh suatu tujuan,akan tetapi kemungkinan dalam kausalitas kita pun tidak dipaksa harus memilih jalan tertentu dalam hubungan sebab akibat ini merupakan penggambaran awal persoalan dalam kajian ini.

Sekarang pembahasan kita ini berkaitan dengan kemungkinan eksistensial,karena dalam kemungkinan esensial telah kita behas sebelumnya dalam pembahasan mengenai gerak. Pola dasar awal pembahasan ini adalah hubungan yang terdisposesi,konsep dasarnya bahwa alam secara ilmiah dan rasio punya karakter yang berbeda,unutk menemukan keterkaitan kedua hal ini hanya hubungan dengan kausalitas dalam pengertian disposesi,jika keterkaitan ini kita tidak menemukan hubungannya maka akan terjadi dualitas atau menjadikan kausalitas murni sebagai kategori seperti Imanuel Kant atau pandangan idealias yang lain,kita telah mengemukakan diawal pembahasan  bahwa sebab akibat  itu adalah suatu     kerangka yang mengaitkan antara alam dan rasio dan pengaitan tersebut hanya bisa dipahami dalam hubungan kausalitas,dalam hubungan gerak kita  tidak bisa mengaitkannya karena diluar (alam) bergerak sedangkan dipahaman tidak bergerak,jalan lain untuk hal ini adalah apa yang tidak bergerak akan kita tasdik di alam untuk melihat semua kemungkinan yang ada,kita tau bahwa di alam ini senangtiasa bergerak dan inipun di akui oleh para pemikir barat,namun pembahasan filsafat islam kita ingin menyingkap sesuatu yang tidak bergerak di alam itu,melalui kemungkinan-kemungkinannya. Kalau kita melihat dalam pembahasan gerak,setiap yang bergerak pasti ada penggeraknya,yang bergerak disini disebut akibat dan yang penggerak disebut dengan sebab ini terpahami dalam kerangla alam dan ini adalah realitas bahwa setiap yang bergerak pasti ada penggeraknya.  Tidak mungkin sesuatu itu terjadi tanpa sebab dan hubungan yang realis,dalam teori gerak ini kita menyingkap kausalitas bahwa yang bergerak dan penggerak punya hubungan kausalitas sebab dan akibat tentunya dalam posisi sebab dan akibat sebagaimana yang kita bahas dalam teori gerak ada wujud yang menjadi lintasan dan ada esensi sebagai yang bergerak  di atas lintasan tersebut. Sekarang dalam posisi kausalitas mengaitkan sesuatu apakah kita menemukan fonomenanya ataupun tidak pasti Sesutu tersebut tidak bisa dilepaskan dengan hubungan sebab dan akibat artinya ia terkandung di dalam Sesutu itu secara niscaya,kita presepsi ataupun  tidak. Pembahasan ini akan memfokuskan kausalitas secara objektif,kausalitas dengan gerak dalam tasdik berhubungan dengan hal-hal material,jadi kausalitas secara objektif berhubungan dengan hal hal yang ilmiah.

Maka penggambarang kausalitas dalam kajian ini adalah bahwa kausalitas secara ilmiah dan rasional,bahwa ilmiah posisinya adalah pentasdikan denga sifat alam yang bergerak,sedangkan yang rasional merupakan kemungkinan,kemungkinan ini akan di bawa ke realitas (alam) tasdik,melalui hubungan keselarasan,poin penting dalam hal ini yaitu kemungkinan harus dikaitkan dengan gerak. Permasalahan yang harus di objektifkan adalah kemungkian ini,misalnya kita melihat gelas di atas meja,namun dalam pahaman kita mengetahui bahwa sudah pasti ada sebabnya kenapa gelas tersebut ada di atas meja,kemudian dalam hal ini siapakah sebab tersebut?,maka kita memulai dengan kemungkinan misalnya,kemungkinan teman kita yang menjadi sebab adanya gelas ini,atau ibu kita,ayah kita,dalam beberapa kemungkinan ini kita akan mencari sebabnya siapa yang mengadakan gelas tersebut di atas meja. Realitas objektif ini yang kita pahami ada hubungannya dengan dengan kausalitas,karena pahaman kita beranjak dari hal-hal yang ilmiah kerana diluar dari pikiran kita,kemungkian logis tersebut akan mengantarkan kita ke hal-hal yang ilmiah,ilmiah ini melalui proses tasdik,dan kausalitas mengukuhkan gerak,gerak dalam kaitan ini dikawal dengan kasusalitas jadi saling terhubung,gerak mempunyai tujuan dalam tujuan ini harus selaras dalam kaitan ilmiah.

Pembahasan selanjutnya kita akan menuju dalam relasi kausalitas,melalu hubunag kemungkinan,kausalitas ada sebab dan akibat,sebab dan akibat itu adalah dua sesuatu sebab di sebut eksistensi dan akibat eksisten,dan hubungan ini disebut dengan esensi,kenapa dikatakan dua sesuatu yang berhubungan,karena hubungannya itu esensi,karena sebenarnya kedua sesuatu ini sama-sama ada. Jadi makna keterhubungan itu pada dirinya  sendiri,maka makna keterhubungan ini disebut esensi . kaitan ini pembahasannya adalah kemungkinan,maka kita pahami bahwa setiap akibat itu berhubungan secara niscaya dengan sebabnya dalam pandangan kita secara rasional,adalam pandangan  ilmiah sebab akibat secara esensi kita harus kaitkan dengan sebabnya,akan tetapi secara esensi kita harus cari keselarasannya,ini unsur-unsur keselarasan,artinya kedekatan dalam hubungan sebab akibat harus dilihat dalam hubungan keselarasan,misalnya kita ganti A sebagai sebab dan B sebagai akibat ia dihubungkan dengan keselarasan (esensi) secar ilmiah,jika keselarasan tidak ada maka A sebagai sebab dan B sebagai akibat,keduanya tidak bermakna,untuk membuat ia terhubungan adalah keselarasan,jadi kita bisa simpulkan bahwa hukum alam ini adalah keselarasan,kita tau bahwa sebab itu niscaya pada akibatnya ini prinsip kausalitas,kedua hal ini tidak bisa dipisahkan,dan sabab akibat tidak akan eksis tanpa adanya hubungan keduanya,maka ada tiga sesuatu yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.sesuatu ini dalam makna esensi adalah keselarasan,mengilangkan salah satu kaitannya ini maka yang lainnya tidak akan eksis,ini sistem alam..

Telah dibahas sebelumnya bahwa lintasan sebab dan akibat dihubungkan dengan wujud,artinya sebab yang menghubungkan akibat itu lintasannya adalah wujud dan yang berjalan dilintasan itu ialah esensi kenapa esensi karena hubungan sebab akibat dan gerak, keselarasan ini hubungannya dengan realitas denagn kemungkinan-kemungkinan (esensi),kenapa kita berbicara mengenai kemungkinan karena kita ingin mencari keselarasan di alam,kalau kita mencoba menarik kesimpulan katakanlah Tuhan, maka Tuhan dalam hubungan berarti sebab dan akibat diluar dari Tuhan,dan Tuhan yang menghubungkan sebab akibat,ini merupaka pembahasan krusial dalam falsafatuna,jika kita mengatakan Tuhan adalah sebab dan memunculakan akibat,lantas pertanyaannya yang menghubungkan ini siapa?,ada beberapa pahaman yang mengatakan bahwa tuhan adalah sebab pertama ia sebab tunggal atau efisien,maka pertanyaanya adalah jika tuhan sebab tunggal,maka perna suatu masa atau pahaman kita tuhan itu sendiri ia yang eksis pertama kal tanpa penciptaan?i,lantas bagaimana konsekuensi mengenai ada itu sendiri,dan jika dipahami bahwa tuhan pernah eksis sendiri maka dalam pahaman kita ada perbuatan tuhan yang tidak mencipta,?katanya tuhan maha pencipta?,bearti ada keterpisahan antara pencipta dan yang diciptakan,? Bagaimana juga tiada itu menjadi ada?,dan juga bagaiman tuhan itu sebelum penciptaan?,dan apakah tuhan bergerak dalam penciptaan,jika ia bergerak maka ia punya tujuan? Maka kita bisa menyimpulakn tuhan tidak sempurna bagiman kita bisa mengobjektifkan hal ini?. Untuk itu kita mengaitkan kausalitas dengan hubungannya dengan tuhan agar tidak terjadi dualitas,Baqir Sadr mengatakan untuk itu sebab dan akibat kita mengambil jalan tengah yaitu melalu hubungan seperti pembahasan di atas,atau apa yang menghubungkan sebab dan akibat ini,karena kalau kita mengambil jala sebab dan akibat akan beresiko dualitas,maka dalam pembahsan tadi ada tiga sesuatu,sebab sebagai sesuatu,dan akibat sebagai sesuatu juga hubungan sebagai Sesutu (jalan tengah) maka jalan tengah ini yang akan kita tasdik. Kita telah membahas mengenai relasi kausalitas,untuk kajian selanjutnya kita akan mendekati pentasdikan keniscayaan di alam melalui teori,doktrin dan nilai.

Gerak subtansi,kausalitas hubungan, titik penekanannya ada pada nilai,sekarang pertanyaan kita untuk saat ini dari mana kita memulai? Atau bagaimna?,karena memulai dengan agama,budaya dan lainnya telah terkandung dalam nilai dan para pemikirpun telah memulainya seperti Plato denag arketipe,Hume dengan asosiasi,Barkelay dengan idenya,Hegel dengan dialektikanya,Kant dengan sesuatu pada dirinya,barat dan yunani telah memulainya dari pikiran. Lantas filsafat islam memulainya dari mana?, dalam filsafat islam Sadra memulainya dengan realitas (ada) itu sendiri atau keberadaan, inilah titik penekanan keberangkatan filsafat islam,sistemnya kemendasaran wujud (assalatul wujud) dan ini mencakup segala sesuatu jadi pertanyaanya adalah eksistensi. Realiatas (ada),gerak subtansial,kausalitas katiga hal ini merupakan suatu yang ilmiah,jadi ketika kita mempunyai pikiran mengenai tuhan,jalan untuk mentasdikannya yaitu kea lam,bukan kepikiran,dengan metode gerak subtansial dan kausalitas,ini merupakan prinsipnya,titik penekanannya ada pada kedua teori tersebut,apaun bersama sesuatu,jadi realitas tidak keluar dari gerak dan kausalitas maka landasan prinsipnya ilmiah,inilah motode untuk mentasdik hal-hal yang niscaya di alam,untuk menemukan Sesutu yang tidak bergerak tersebut,dengan metode gerak subtansial dan kausalitas,pembahasan ini akan penulis lanjtkan insyah Allah,setelah pertemuan lanjutan falsafatuna ini,penulis Cuma menggambarkan motodenya saja,agar dapat terpahami dalam pentasdikannya,apa yang kita petik dari pembahasan ini ialah dalam kehidupan kita sehari-hari untuk melakukan aktifitas,kita akan berfikir secara realisme,dan optimis dalam bergerak di alam ini.dengan pengetahuan atau epistemology islam yang diwarisi Baqir Sadar dan Sadra.

 

(Wallahu A’lam bi Sawab)

  • view 230