kemungkinan adanya Tuhan dan bertemu dengannya (proses gerak subtansi)

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 03 Agustus 2016
kemungkinan adanya Tuhan dan bertemu dengannya (proses gerak subtansi)

 

 Perihal yang abadi (tuhan) mungkin sebagian orang telah mengakui ke adanyanya,berupa pembuktian sesuai dengan pahaman mereka,akan tetapi apakah ia dalam membuktikan yang abadi tersebut berada pada pahaman ide atau realitas,jika realitas apakah tidak terjadi dualitas pada pembuktian tersebut antara materi dan yang  bukan materi? Lalu bagaimana menghubungkan keduanya?, ini pertanyaan yang perlu unutk dituntaskan,sebab kita sering kali mempunyai pahaman tentang tuhan hanya menikmati dunia ide apa bdedanya dengan Hegel dan Barkeley?,lalu kita menafikan alam seperti para pemikir barat,lalu pertanyaan kemudian dari manakah ide itu yang ia pahami mengenai tuhan tersebut? Apa bedanya dengan alam materi?,sumbernya dari pahaman yang tidak bermateri itu dari mana?,dalam saintifik menggunakan materi yang terurai menjadi partikel-pertikel kecil dan pada akhirnya menemukan ruang kosong yang tidak terjawabkan,bahkan ada  mengistilakan itu pikiran tuhan,lalu apa hubungan tuhan dan ruang kosong tersebut?,ada lompatan struktur pengetahuan. Mari kita mecoba suatu pengetahuan yang di bawakan oleh Sadra dengan metode gerak subtansialnya,yang menarik dalam hal ini beliau mencoba menelusuri gerak materi dengan potensi dan aktualitas,kemungkin atau probabilitas tersebut. Penulis akan mencoba menjelaskan hal ini,sesuai apa yang penulis paham,memelaui gerak subtansial,mencoba menemukan titik terang dari kemungkinan yang ada,pembahasan yang menarik adalah bagaimana proses kemungkinan itu kita menemukan yang abadi di alam,atau yang tetap,dalam segi pengetahuan tentunya,sebab kalau tuhan itu ada semua orang sudah tau,akan tetapi bagaiman proses menemukannya secara saintifik dan rasional dalam pendekatan gerak subtansial ini. Alangkah baiknya dan bernilai kita ketemu yang abadi itu di alam ini, bukan pada saat kita mati.

Gerak subtansial :dalam pengertian gerak relefansi dengan meteri ,forma,potensi berkaitan dengan forma tersebut,yang merupakan gerak potensialitas dan aktualitasnya,gerak secara bertahap menuju proses aktualitas yang baru,jadi dalam hal ini yang berubah adalah formanya bukan materinya,dalam kasus kayu misalnya yang di ubah menjadi kursi,disini perubahannya adalah formanya menjadi kursi bukan materinya,sebab materi tetaplah kayu,dan dapat juga forma tersebut berubah menjadi yang lain,sesuai kondisi forma yang menerima. Maka aktualitas pada awalnya merupakan sebuah pontensi kerena aktulitas ini akan menjadi sesuatu yang lain dikarnakan ada potensi pada materi tersebut,jadi kita bisa menarik sebauh analisis bahwa kemungkinan dan aktualitas ada pada materi,jika potensi dan aktualitas tidak ada pada materi maka yang terjadi adalah gerak apapun tidak akan terjadi,potensi pada hal-hal yang actual tidak bisa dipisahkan.lalu apa yang menjadi penghubung antara potensi dan aktualitas pada materi?,untuk menghubungkan kedua hal ini agar menjadi suatu eksitensi tentunya adalah gerak,titik penekannya adalah gerak,menjadi aktulitas dan aktulitas dasarnya merupakan potensialitas. Maka kita bisa menrik sebuah pahaman bahwa alam ini identic dengan gerak,diluar dari pikiran kita,ia bergerak secara alami. Lantas kemanakah arah gerak ini? Apakah ia punya tujuan?,tujuan dari gerak itu sendiri apa?,ini lah poin poin yang akan kita bahas.

Gerak evolusi: adalah proses mencapai kesempurnaan,kesempurnaan itu sendiri merupakan aktualitas dari yang dicapai Sesutu dalam lingkup hidupnya maka,dalam bahsa sederhana kesempurnaan itu perkembangan yang dicapai sesuatu sesuai dengan kapasitas keberadaan dan individualitas dirinya (Muthahari metedologi realism). Jadi makna dari kesempurnaan itu aktualitas dan potensi yang ada pada sesuatu tersebut bukan yang non eksis,jadi ada proses perkembangan pada sasuatu tersebut,dan berangkat dari kesempuranaan pertama dan seterusnya artinya ia melalui proses bertahap untuk mencapai hal itu jadi dalam hal ini materi mempunyai tingkat kesempurnaan seperti apa yang penulis bahas sebelumnya di bagian atas bahwa materi senangtiasa bergerak secara alamia,jadi ia mempunyai tingkat kesempurnaannya,dan pada suatu gerak masih ada kemungkinan  bagi sebuah aktulitas yang berada diluar lingkup gerak,maksudnya tujuan dari gerak itu berada diluar lingkup gerak itu sendiri,ini adalah aktualitas yang merupakan tujuan dari gerak itu. Misalnya gerak kemungkinan dari yang actual (benda) diluar lingkup gerak,jadi ada perhentian gerak ketika sampai pada tujuannya. Kita menarik sebuah contoh lagi misalnya potensi (pahaman) kita mengenai panas pada air,dan actual (realitas) air tersebut tidak panas seperti apa yang ada pada potensi (pahaman) kita,ingat bahwa potensi dan actual itu terhubungkan dengan gerak,jadi air yang ada direalitas (actual) itu ketika telah menjadi panas maka tercapailah apa yang ada dipahaman kita yang luar dari lingkup gerak,mengapa? Karena di potensi (pahaman) kita itu tidak bergerak,jadi apa yang menjadi tujuan dari gerak itu telah actual dan menghilangkan potensinya seperi tujuan dari gerak adalah diluar lingkup gerak.

tujuan gerak pertama ide-ide yang kita pahami itu tidaklah bergerak namun di realitas senangtiasa bergerak secara alami,maka proses pertengahannya adalah pada gerak itu sendiri seperti yang penulis concohkan sebelumnya di atas,kita akan menemukan sesuatu yang tidak bergerak itu di alam,atau pentasdikan,karena yang kita pahami itu merupakan sesuatu yang tidak bergerak,lantas pertanyaannya dari manakah sesuatu ini yang tidak bergerak?,tidak mungkin tidak pasti memiliki sumber yang tidak bergerak pula, ini yang akan kita telusuri,dan seperti yang kita tau bahwa di alam ini identic dengan gerak. Jadi kesempurnaan itu ada pada gerak atau proses menuju kesempurnaan ,puncak dari kesempurnaan itu adalah ide wujud dan dasar kesempurnaan itu pada yang actual (berbau ontologi),maka dari itu kita meletakkan gerak itu pada titik pertengahan yang meghubungkan kesempurnaan. Dan gerak secara alami pada dirinya sendiri bukanlah sesuatu yang ingin dicapai ada pencapaian puncak yang ingin dituju pada alam ini,begitupun manusia sebagai subjek menuju kesempurnaan pasti melelui gerak tentunya gerak ini ada juga lingkup proses ikhtiar,manusia,mau mempercepat atau memperlambat kesempurnaannya. Maka hal-hal yang materi niscaya melelui proses evolusi.

Seputar konsep gerak umum: gerak itu pasti memiliki subjek yang bergerak,subjek ini merupakan eksistensi yang ingin bergerak dengan tujuannya maka,kesmpurnaan ada pada subjek dan predikat (esensi),mari kita ambil sebuah contoh,misalnya pada air,perlu teman-teman atau pembaca tau bahwa dalam sebuah contoh jangan di analisis contoh tersebut,contoh hanya mendekatkan pada objek yang kita bahasa,terkadang dalam hal ini banyak dari kita menganalis sebuah contoh (kata guru saya),baiklah mari kita coba contohnya dalam hal subjek air,dalam hal ini air ia bisa menjadi dingin dan panas secara proses perubahan,namun perubahan tersebut tetap tidak mengubah subjeknya yaitu air,yang berubah adalah esensinya panas menjadi dingin,dalam poroses perubahan tersebut itu adalah tahap kesempurnaanya dari sisi subjek,jadi air dingin berubah menjadi panas itu adalah proses kesempurnaanya,bagiaman prosesnya baik dingin ataupun panas tetaplah ada tujuan menyempurnya,bagaimana kalau subjek air kita ganti kepada manusia sebagai subjek maka jalan apapun yang di lalui manusia baik atau buruk ia tetap akan menjadi menyempurna,cuman tergantung pilihan manusia itu sendiri dimana ikhtiarnya atau kondisi yang ia pilih untuk menyempurnan. Maka dari itu dalam gerak tawassutia (pertengahan) baik gerak yang mudah ataupun susah niscaya akan menuju kesempurnaan,akan tetapi persoalannya apa yang kan kita pilih,jalan yang baik atau yang buruk,kedua jalan ini adalah jalan untuk menyempurna. Misalnya tuhan yang actual (sempurna) manusia mempunyai potensi dan aktualitas menuju kesempurnaan melalui gerak subtansial,seluruh hal-hal yang bergerak akan mencari tingkat kesempurnaanya dan dari kesempurnaan itu tergantung kualitas wujudnya,jadi manusia atau alam semesta menuju ke wujud melalui gerakpertengahan (tawassutia).

Dari ulasan sturuktur gerak subtansial tersebut yang telah penulis bahas kita bisa meemukan titik penekanan yaitu,kemungkinan ada tuhan dan kemungkinan kita bertemu dengannya,mengapa mesti memakai hal kemungkinan karena kemungkinan ini ada proses aktualitas untuk menemukan tuhan dan bertemu dengannya di alam,seperti pembahasan di awal tadi bukan adanya tuhan yang menarik di bahas,akan tetapi bagaiman proses kemungkinannya itu dibuktikan dan bertemu dengannya melalui gerak subtansial ini. Mari kita ulas yang satu ini gerak peyempurna : realitas gerak yang kesatuannya ada potensi dan aktualitas,actual membahas mengenai hal yang ilmiah dan potensi dalam hal kemungkinan rasional,maka untuk mengaitkan realitas dengan kemungkinan  yaitu pada gerak materi. Kita tidak akan lepas dari struktur yang telah kita bahas sebelumnya, yaitu kemungkinan (ide yang tidak bergerak) realitas (bergerak ilmiah,ide (potensi) yang tidak bergerak ini akan kita tasdik di alam melalui gerak subtansi dan tujuan gerak itu sendiri,di dalam pahaman kita ada konsepsi mengenai tuhan,konsep itu akan kita turunkan ke alam yang identic dengan gerak,dan menemukan pahaman yang tidak bergerak itu jelasnya melalui tahapan ilmiah,misalnya dalam teori nubua (nabi) jadi ada kemungkinan bertemu tuhan?.  Kalau begitu mari kita bahas perubahan evolusi : perubahan yang bertahap makna menyempurna tidak dikaitkan dengan penambahan,misalnya kita memasukkan hal-hal yang ada didalam pikiran manusia melalu pengingstalan seperti computer agar manusia tersebut menjadi pintar,ini bukan proses menyempurna melainkan tambahan aksidesial, atau tambahan manusia agar ia menjadi cantik atau ganteng misalnya dan mengubah tubuhnya sesuai ke inginannya,inipun bukan perubahan meyempurna (ingat sekali lagi jengan analisis contohnya) ini hanya untuk mendekatkan saja pada pembahasan, jadi gerak meyempurna dalam kesempurnaannya hanya pada capaian yang ada pada diri manusia itu sendiri yang akan sampai pada suatu yang actual,misalnya manusia ingin sempurna tidak mau cacat,tidak ingin kekurangan,dan tidak ingin ada kesusuhan dalam hidupnya,ini sudah ada dalam diri manusia yang kita namakan fitrah,dari sinilah proses kesmpurnaan yang tidak ditambahkan,karena manusia telah memiliki hal ini sejak ia ada,potensi dalam diri ini untuk mengaktualkannya itupun tergantung ikhtiar manusia itu sendiri,mau cepat atau lambat.

Dan setiap gerak adalah menyempurna (evolusi) evolusi disini bukan evolusi pahaman darwinisme,akan tetapi evolusi penyemperna yang tidak di tambahakan dari diri manusia,yang artinya bahwa melalui gerak subtansial menyekpurna itu akan kita dapatkan,kesempurnaan itu dasarnya aktualitas dan bertingkat (kurang)dan potensi ini mengalir dalam semua tingkatan misalnya dari tingkatan dari 10 ke 15 dan bisa melebihi lagi sampai pada titik diluar dari lingkup gerak. Tetap dalam proes ini struktur yang kita gunakan sesuai pembahas sebelumnya materi dan non materi (pahaman),materi aktualitas dan pahaman potensi,di antara kedua hal ini ada gerak subtansi kesatuan realitas,potensi (kemungkinan) ini akan bergerak menuju kesempurnaan realitas,gerak tawassutia (pertengahan). Kita menyempurna apa yang telah ada dalam diri kita,bukan sesuatu yang ditambahkan dari luar,karena potensi kita ada untuk menyempurna dalam diri manusia,jadi dalam hal ini kemungkina kita menjadi manusia suci,denagn landasan potensi,untuk menjadi actual,sebab seperti yang pembahasan sebelumnya ada fitrah manusia yang dituntut untuk itu,gerak subtansi itu pada dirinya adalah fitrah.namun gerak ikhtiari itu dihubungkan dengan fitrah manusia,jadi ada ihktiar yang kita bagun dalam hal menyempurna,ihktiar ini adalah usaha manusia untuk itu,ingat pembahasan sebelumnya,mau cepat atau lambat dan mau dalam keadaan baik ataupun buruk tetap kita akan menuju kesempurnaan dalam hal ini sekali lagi ada kemungkinan tuhan itu ada dan ada kemungkinan kita bertemu dengannya,ini gerbang masuk dalam pentasdikan tuhan di alam,jadi materi itu bersama dengan non materi,bukan dualitas seperi pahaman sebagian orang,jika ada dualitas,berarti bisa dianggap tuhan ada dua,jadi materi dengan non materi itu bersama di alam,inilah dikatakan Muhammad Baqir ada materi ilmiah dan filosofis,bukan dualitas,lalu pertanyaannya apa yang menghubungkan materi dengan nonmateri ini? Analisis ini masuk pada kausalitas gerak dan yang bergerak,jadi setiap yang bergerak pasti pelakuknya juga begregrak,tidak mungkin akibat bergerak pelakunya atau sebabnya tidak bergerak pasti pelakunya juga bergerak,nah apakah tuhan bergerak?,jika tuhan bergerak maka apa tujuan ia bergerak?,berarti tuhan tidak sempernua?,apa yang dimaksud para paripatetik yaitu sebab efisien sabab yang tidak disebabkan,penggerak yang tak digerakkan,lantas pertanyaanya bagaimana ia tidak bergerak,apa yang menghubungkan kausalitas ini?pahaman paripatetik masih perlu ada kritikan lagi,nah setiap sebab pasti meiliki akibat,atau gerak dan yang bergerak tidak bisah dipisahkan,lantas apa yang membuat ia tidak bisa dipisahkan? Apa yang menghubungkannya?,sudah pasti yang menghubungkannya sesutua yang tidak bergerak,jika sesutau yang menghubungkan hal ini juga bergerak maka gugurlah kalusalitas,maka seluruh alam semasta ini mejadi hancur. Maka jika gerak dan yang bergerak atau sebab dan akibat yang mengubungkannya ini tidak ada maka seluruh alam semesta ini juga tidak aka ada? ,maka dari itu jika Sesutu yang menghubungkan semua ini itu abadi maka tentu saja semua ini akan abadi,pertanyaanya lagi apakah kita pernah tidak ada?karna sperti yang penulis bahasa,sesuatu yang menghubungkan ini ia ada,dan ia tidak perna tidak ada dan menjadi ada.

Kita akan membahas persolan ini,tentunya denga gerak subtansi dan kausalitas,tapi kita tunda dulu,penulis  hanya membahas gerak subtansi saja,seperti yang  telah dijelaskan di atas,pembahasan berikutnya mengenai kausalitas dan apa yang menguhubungkannya,tentaunya gerak subtansi disini belumlah selesai masih ada pembahasan lanjutannya dan insya allah penulis akan bahsa lagi.

  • view 217