PANDANGAN DUNIA TAUHID

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 10 Juli 2016
PANDANGAN DUNIA TAUHID

 

Dalam pembahasan ini,pertanyaan awal yang akan dilontarkan adalah tentang aktifitas manusia,bahwa kita selama satu hari melakukan aktifitas,bahka tidur itu sendiri merupakan aktifitas,maka dari itu pertayaannya adalah  apa dasar atau pendorong kita melakukan aktifitas?,inilah pertanyan yang cukup penting untuk memulai,misalnya,kenapa kita makan,kenapa kita bekerja,ada mengatakan kebutuhan,harapan,kepentingan,pengabdian,naluri,dan tanggung jawab.

Artinya dari itu beberapa jawaban di atas ini,dapat dimengerti bahwa ada beragam motif atau dasar yang mendorong sesorang untuk melakukan suatu aktifitas,Muthahhari dalam bukunya semoga dia diberkahi Allah,beliau mengatakan aktifitas manusia di bagi dua,yang pertama aktifitas yang menyenangkan. Dan yang kedua adalah aktifitas politik,aktifitas menyenangkan artinya adalah aktifitas dalam rangka memperoleh kesenangan atau menghindar dari penderitaan ini merupakan aktifitas menyenangkan. Seseorang melakukan aktifitas untuk memperoleh kesenangan kenikmatan. Atau tidak mungkin untung menghindari penderitaan karena manusia tidak ingin menderita,ini merupakan dasar dari naluri,dan aktifitas semacam ini tidaklah hanya dimiliki oleh manusia,akan tetapi dimiliki pula oleh hewan,sebab hewan juga melakukan aktifitas dengan nalurinya misalnya makan,minum,kawin,tidur dan semacamnya.

Aktifitas yang kedua adalah aktifitas politik,dasar dari aktifitas ini ialah seperti yang disebutkan di awal adalah kepentingan,ada perbedaan,jadi seseorang melakukan aktifitas bukan karna ada hasrat,kesenangan,tetapi dia melakukan aktifitas karna suatu tujuan yang jauh dibalik aktifitas yang pertma. Misalnya seseorang dia harus meminum obat yang pahit,dalam hal ini siapa yang suka meminum obat yang pahit. Naluri kita tidak ingin meminum obat tersebut, tetapi dia meminumnya. Dia merasakan penderitaan kepahitan dari obat tersebut,karna dia ingin sembuh dari penyaitnya,dengan kesembuhan itu dia bisa bekerja dan berktifitas seperti semula,ini adalah contoh aktifitas politik. Dalam aktifitas politik bedanya dengan aktifitas naluri yang menjadi pendorong bukan rasa senang atau sedih buakn seperti itu, tetapi kebahagiaan atau kepuasan.

Maka dari itu aktifitas politikpun tidak semata-mata  bahwa itu mempunyai nilai kesucian,mari kita melihat misalnya tentara amerika merka melakukan aktifitas  politik tetapi untuk tujuannya pada akhitnya hanya sesuai dengan narulirnya. Kadang poliyik digunakan untuk kepentingan naluri dan kadang juga tidak,ini sebuah mukaddimah mengenai aktifitas initinya bahwa kita setiap hari beraktifitas dan aktifitas tersebut mempunyai dasar,dalam hal ini manusia mencari suatu ideology, ideology yang menjadi dasar atau landasan dari aktifitas,sehingga manusia memilih agama sebagai ideology atau syariat,syariat melandasi setiap tindakannya boleh dan tidak boleh,harus dan tidak harus itu melndasi tindakannya. Kita melihat sekarang ini bahwa tidak ada manusia yang hampir tidak memiliki ideology,apakah ideology itu agama atau ideology berupa sistem pemikiran yang saat ini banyak ditawarkan seperti ideology matrealisme,yang banyak sub-subnya,kapitalisme,komunisme dan isme-isme yang lain.

Agamapun bermacam-macam menawarkan ideology, dari ideology agama samawi seperti Yahudi,Kristen,Islam atau agama-agama non samawi,artinya masing-masing dari pengikut ideology tadi mengagungkan ideology mereka dan menyucikan ideology mereka dan mereka bertindak berdasarkan suatu ideology,yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita memilih ideology tadi yang ditawarkan,dan mengasumsikan bahwa ideology ini merupakan yang tepat,baik,untuk melandasi aktifitas kita. Apakah dengan kita ini mengikuti tradisi nenek moyang yang memiliki ideology tertentu maka kita mengikuti ideology tersebut atau kita mengambilnya dengan bentuk prasangka tanpa sebuah pengetahuan yang valid,atau sebuah neraca yang benar,atau dengan cara yang mungkin kita terburu-buru tanpa sebuah pengkajian yang mendalam,atau karna ada tokoh-tokoh sehingga kita tergiur dengan pesona tokoh tersebut dan akhirnya mengituti ideologinya. Hal-hal yang seperti ini merupakan cara berfikir yang keliru untuk menetapkan sebuah ideology.

Untuk menentukan sebuah ideology bukan cara serampang seperti tulisan diatas,buakan seperti itu,dibutuhkan sebuah filter,dan pengetahuan yang mendalam,sebab ini masalah ideology yang praktis kita bawa ke alam dalam aktifitas kita kebahagian,dan keselamatan kita,bukan persoalan yang mudah seperti hal yang lain misalnya pilih baju atau makanan. Ini banyak dari kita yang belum sampai batas keyakinan hanya dugaan langsung mengikuti ideology tersebut,untuk memilih sebuah ideology kiranya kita memiliki landasan pengethuan atau yang baisa kita pelajari ialah epistemology.

Ideology juga dilandasi sebuah pandangan yang disebut pandangan dunia,jika ideology adalah bagaimana kita  membina kehidupan,akan tetapi pandangan dunia itu bagaimana saya memandang alam ini artinya pandangan dunia bercerita tentang bagimana adanya alam semesta ini apakah dia ciptaan ataukah bukan?,apakah alam ini ada hubungannya dengan alam yang lain? Atau tidak sama sekali. Apakah kehidupan ini hanya di dunia saja?,atau ada kehidupan lain, ini berbicara tentang adanya kehidupan dan alam ini. Takkala kita memberikan jawaban maka jawaban tersebut akan melandasi bagaimana seharusnya kita hidup,membina kehidupan kita secara individu maupun seosial ,jadi apa hubungan pandangan dunia ideology dan aktifitas kita tentunya dari pandangan dunia itu dilandasi oleh epistemology .

Membahas mengenai hal pandangan dunia ialah memandanga alam ini secara keseluruhan (universal),dan muncul pertanyaan kita mengenai alam ini,maka dari pertayaan ini ada dua jawaban global yaitu pandangan materialis dan pandangan ketuhanan (ilahiya). Dari dua jawaban tersebut pandangan materialis memandang alam ini hanya berupa materi (tanpa penciptaan),adanya adanya alam ini tanpa sebab ketunggalan,jadi materialis hanya berpatokan dari segi betasan materi,berbeda dengan padangan ilahiya,yang memandang dari segi universal alam ini,bahwa ada sesuatu yang menciptaakan alam ini,bukan adanya alam ini dengan sendirinya.pandangan-pandangan kedua hal ini akan memunculkan ideology yang praktis ke sosila,aktifitas social tersebut berdasarkan cara memandang alam ini,seperti kedua pembahasan antara materialis dan ilahiya.

Dari sudut pandangan ini,yang sangat berbeda jauh,adalah bagaimana kita memilih pandangan dunia yang berdasarkan proses intelektul dan spiritual,yang bukan sekedar asumsi,maka dari itu haruslah dalam memilih pandangan dunia dan ideology seperti pembahasan diatas bahwa kita bukan hanya mengikuti sebuah ideology atau pandangan dunia,akan tetapi apakah pilihan kita tepat,dan bagiman proses penetapan itu,maka diperlukan suatu epirtemologi dengan kejernian pikiran kita dan neraca untuk memilih sebuah pandangan,tentu pandangan kita ini menghasilkan ideology. Dari uraian diatas pandangan tauhid lah yang akan menuntun kita dalam aktifitas di alam ini,guna bagaiaman kita bisa berperilaku terhadap manusia,alam dan sejarah. Untuk itu kita mestinya berusaha mencari pengetahuan itu guna kehidupan kita di alam ini dan dialam yang lebih indah lagi.

(Wallahu A’lam bi Sawab)

 

Sumber refernsi: epistemology Murthadha Muthahhari

                                Pandangan dunia tauhid Segaf Assegaf

   

  • view 177