Gerak Dialektik Pikiran

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 05 Juli 2016
Gerak Dialektik Pikiran


Dalam pembahasan ini Marxisme disebut relatifisme, karna berpijak kepada alam yang senantiasa berubah,berarti ada relatifitas benar pada saat kondisi tertentu tapi disisi lain ada berubahan atau perkembangan bisa menjadi salah dalam kondisi tertentu. Jadi ada sesuatu itu dipandang sebagai kebenaran dan pada waktu yang lain dalam perkembangannya sesuatu itu bisa juga dipandang salah inilah relatifisme. Jadi perubahan itu bukanlah pada pikiran itu sendiri,akan tetapi realitas alam materi memanglah demikian berubah,materi senang tiasa berubah karna materi itu sendiri secara internal memiliki kekuatan kontradiktif karna itu basis gerak ada pada materi,bukan dipengetahuan tentunya tidak lah tertolak.
Karna itu Marxis dianggap menerima relatifisme itu secara objektif bukan dalam pikiran. Ada pandangan relatifis pada pikiran (subjektif) tapi Marxisme relatifis pada realitas itu sendiri,artinya realitas onjektif senang tiasa mengalami proses perubahan benar pada waktu tertentu bisa salah pada waktu yang lain. Ini merupakan relatifisme yang objektif. Dan ada pula dinamaika feleksibilitas berpijak pada realitas tentu kita tekankan bahwa kita tidak menolak gerak pada materi,kita hanya berbeda dari sumbergeraknya,apakah kontradiksi internalnya materi atau kah ada sumber lain,jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa gerak itu murni dari materi,kita akan menekankan pada fleksibilitas dalam kata kuncinya,fleksibilitas dipakai secara objektif ,jadi dinamaika alam itu objektif,namun Lenin mengatakan bahwa jika fleksibilitas itu di pakai secara subjektif maka ini akan membawa pada purism (pemurnian) dan sofis,maksudnya bahwa ketika fleksibilitas itu dipikiran maka orang tidak akan bisa meniscayakan karna akan mengalami keraguan,karna itu fleksibilitas dalam pikiran marxis adalah realitas,jadi apa yang disebut fleksibilitas itu bukan pikiran,jadi dalam filsafat islam,gerak itu memang tidak bergerak ide kita tentang gerak itu tidaklah bergerak,misalnya kita mempresepsi jam,umpakan jam 9 lewat 15 kemudian kita presepsi 20 menit kemudian, ide kita yang pertama jam 9.15 itu dikepala kita,akan tetapi tidaklah bergerak menjadi 20 menit kemudian.
Jadi yang bergerak itu jamnya ,artinya yang bergerak itu direalitas bukan di ide.sebab kalau di ide berubah,kita tidak perlu lagi mengacu pada realitas,disisi inilah kita juga sependapat bahwa pikiran itu tidak bergerak dan yang bergerak adalah realitas itu sendiri,dan ini tidak bertentang dengan pendapat kita. Mari kita uraikan pendapat dari pendapat yang lain,lanjutnya ia mengatakan,bahwa disitu mungkin ada satu kecenderungan subjek tertentu,bukan sekeder ketika kita bergerak atas dasar kategori tetap dan beku dari logika formal,jadi pemikiran itu tetap tidak bergerak mungkin sebagai contoh 2+2=4 tapi di alam bisa bergerak bahwa dua itu di spidol,dua itu ke buku,tapi ide kita tetap saja membutuhkan bentuk objektifnya secara ilmiah,akan tetapi ketika kita bergerak menggunakan kategori fleksibel dan berubah dalam kasuss terdahulu kita sampai pada metefisika dalam kasus berikutnya kita sampai pada teori relatifis sofisme dan porisme artinya kalau kita belajar metafisika itu tetap dan kalau kita belajar meneganai aspek alam (ilmiah) itu relative kemudian bisa menjadi sofis,dan metode dialektika marxis mensyaratkan bahwa refleksi dari dunia objektif dalam pikiran berkorespondensi dengan sesuatu yang direfleksikan dan tidak melibatkan apapun yang asing dari dari sesuatu itu.
Maka benrlah bahwa alam ini tidak ada yang masuk dalam benak kita dari alam,berbeda dengan alam ada penambahan ada perubahan karna adanya fleksibel sedangkan pikiran tidak menambahkan apa-apa makanya kesan yang di rasakan oleh marxis bahawa pikiran itu tidak merasakan apa-apa ,kami tidak menolak hal ini,cuman kita mau membedakan mana tassawur dan mana tasdik,dan konsekuaensinya,maka ada kecenderungan kaum kiri itu anti pada para filsuf metefisika. Jadi hal-hal yang metefisika itu tidak ada penambahan apapun klau bahasan Kant analitik tidak bisa di urai,kita hanya menunjuk saja,jadi kalau kita melakukan interpretasi subjektif maka itu asing bagi realitas karna realitas itu lebih kuat dan lebih awal dari seluruh penafsiran ,oleh karna itu penafsirah harus berpijak pada pengalaman. Ada ungkapan menerapkan hokum dialektika,ungkapan menerapka mengacu pada tasdik,hokum dialektika itu pikiran dan realitasnya itu alam,jadi sebenarnya dia percaya akan hukum dan hokum itu tetap, hokum ini kemudian diterapkan ke alam,teori di aplikasikan dan disatukan dipengalaman,maka mereka tidak mungkin dan mereka tidak pernah berbicar mengenai kebenaran yang logis karna kebenaran itu dibentuk oleh alam,jadi saat kita mengatakan benar pada waktu tertentu dan kalau alamnya berubah yang benar itu kita bisa mengatakan salah jadi Marx tetap percaya adanya kebenaran dan kesalahan namun perbedaannya ialah onjek yang benar itu yang mana dan objek yang salah itu dimana,bukan suatu kebenaran yang bicaranya logis.
Bahwa benar tidak sama dengan salah,tapi dia bisacara bahwa kebenaran itu senantiasa fleksibel itu ide kita yang mengatakannya karna itu ide kita yang mengatakan kebenaran relative itu sudah tidak berubah karna di pikiran,bagaiman ia melegitimasi filsafat dalam klaim ilmiah pada waktu yang sama filsafatnya dihasilkan melalui pengalaman ilmiah. Mereka tidak membangun struktur logika mengenai kriteria benar dan salah dalam pikiran kita tapi benar itu dibentuk dan disusun atas perkembangan-perkembangan alam. Jadi kalau dia mengatakan kebenaran senangtiasa berkembang,maksudnya kebenaran tidak pernah berubah akan tetapi materi kebenaranya akan bisa berubah-ubah,maka dialektika itu sifat dari materi tetapi prinsip dialektika itu pikiran kita sebagai prinsi tidak berubah. Maka pandangan Marx dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah mestinya kalau Marx konsisten dengan teori dialektikanya pikiran itu harusnya berdialektika juga,tapi dia mengatakan pikiran tidak bergerak memang benar pada tahap ini,dan dia menguncinya disini.
Jadi kita tidak punya cela mengkritisi pikirannya karna anggapan dipikiran itu tidak berubah dan yang berubah itu alam,anehnya dalam hal ini alamnya senangtiasa berubah namun pikirannya tidak berubah,tetap saja dia percaya bahwa perubahan itu tetap saja dipengaruhi oleh factor produksi padahal ini telah berubah,tapi dia punya sebuah prinsip bahwa gagasan filsafat dipengaruhi factor produksi. Sebagai sebuah ide sudah tidak berubah,artinya dia mengunci pikiran tidak akan bergerak,dia mengatakan alam bergerak dan pikiran tidak bergerak ini kita sepakat,Cuma ketika dia gabungkan bahwa pikiran itu dibentuk oleh alam dan ketika alam berkontradiksi maka pikiran kita menagkap prinsip kontradiksi.
Pertanyaan bagi Marx apakah kontradiksi ini mengalami perubahan? Meurut asas kontradiksi bahwa kenapa prinsip kontradiksi itu tidak dikontradiksikan ke alam?.kita sepakat bahwa alam mengalami perubahan tetapi,ketika ia mengatakan berubahan itu dibentuk oleh kontradiksi kita berbeda pendapat disini letak patahannya. Maka pandangan dia tentang sifat alam ini adalah relative,tapi ide dia tentang gerak itu tidak bergerak ini termaksud prinsip,dari konstruksi ini,kita inigin mengkritisi. Adapun tanggapan dari Lenin mengatakan bahwa kebenaran itu bersifat relative dan terus berkembang,disini dia berbicara mengenai realitas,ini yang ada dalam kutipannya: pikiran manusia tidak harus memahami kebenaran sebagai sesuatu yang tidak bergerak semata. Maksudnya bahwa kebenaran itu bergerak dalam pikiran kita,pengetahuan adalah kedekatan pikiran yang tiada batas dan tidak pernah habis terhadap sesuatu berti ia mengatakan pengetahuan it uterus berkembang,jadi apa yang berkembang di alam menyebabkan kita terus bertambah pengetahuan kita, satu sisi dia mengatakan pikiran itu tidak bergerak lagi dan disisi lain itu bergerak sesuai dengan gerak alam. Jadi kesadaran kita tidak mungkin menolak perkembangan,sampai dia mengatakan kontardiksi,dielektika itu dalam pikiran kita itu akan bertumbuh sesuai dengan bertumbuhnya alam.
Kemudian gerak dari dialektika pikira,menjadi apa yang membautnya bergerak yaitu alam. Jadi alam ini membentuk karna bergerak sesuai dengan dinamika alam,kalau kita melihat pernyataan ini mestinya ia tidak usah mengatakan bahwa ide itu tetap,mengapa ia tidak mengatakan bahwa ide itu berubah mengikuti arus perubahan alam,jadi asumsi ketetapan itu dari mana ia dapatkan,Jika ia mengatakan tetap kita sapakat dalam hal itu,akan tetapi kemudia ia mengatakan berubah dengan teori gerak dan gerak dipengaruhi oleh apa?,tentunya dinamika alam. Ini merupakan kerancuan pikiran diantara kaum Marxisme dalam struktur pemikirannya,sebab ia mencoba menrik ketetapan itu ke alam. Sebuah pemikiran yang banyak di adopsi para pemikir barat maupun di negri sendiri,jika kita tidak punya analisis dan neraca pengetahuan maka akhir dari intelektual kita akan terhisap dengan teori mereka.

  • view 201