Kosmologi Perempuan Dalam Struktur Tasdik

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 15 Juni 2016
Kosmologi Perempuan Dalam Struktur Tasdik

 

 Saya Telah membahas kosmologi perempuan dalm struktur tassawur pada tulisan yang dimuat terdahulu,bahwa kosmologi dalam tasawwur selain tuhan adalah perempuan dalam artian bahwa alam ini sifatnya penerima,sekarang kita akan memasuki sturuktur tasdik,untuk mentasdik sifat feminism di alam ,kita melalui pendekatan ilmiah terlebih dahulu,maka yang lebih dekat dalam tataran ilmiah adalah perempuan,kita telah membahas bahwa feminitas itu nonmaterial,namun secara ilmiah ada pada perempuan. Jadi dalam tasdik kita bertumpuk pada tataran ilmiah,sebab konsepsi juga berlandaskan ilmiah,hasil konsepsi ini,kita mau menurunkan kea alam.

Maka apa yang kita punyai yaitu sifat feminism untuk mengaktulkannya kita harus mencari kea lam yang dekat pada sifat ilmiahnya yaitu pada perempuan. Dari perempuan inilah kita mencari feminitas laki-laki secara ilmiah,dalam istilah bahwa laki-laki ini adalah yang kesasar,tuhan mempunyai sifat maskulin (aktif) kemuadian selain darinya adalah perempuan,namun secara ilmiah fakta bahwa ada laki-laki dan perempuan,akan tetapi secara watak keduanya mempunyai sifat feminism,jadi ketika kita ingin  mentasdik feminitas secara material itu melalui perempuan. Maka feminitas pada alam itu landasan ilmiahnya ada pada perempuan,laki-laki dalam kosmik itu aktif sedangkan perempuan yang fasif,karna dalam konsepsi kita mendapati pertama kali keharusan feminis ,maka dari itu kita mau mentasdik feminism secara material,namun secara material ini jalan satu satunya ialah perempuan.

Digambarkan secara kosmik perempuanlah yang menerima,mengandung,melahirkan,bukan dari laki-laki secara material dalam tasdik. Dalam konsepsi semuanya sudah jelas feminism namun dalam tasdik kita memulai landasan ilmiah perempuan,mungkin perumpamaan bahwa laki-laki itu sesuatu yang lain pada alam,yang kita tau bahwa alam ini sifatnya feminism,disini ada keliangan pada laki-laki,jadi ketika dikatakan bahwa Adam dan Hawa  “minnafsin wahida” dari diri yang satu (tuhan). Nafnya sendiri adalah feminism dari diri yang satu,kemudian jadi bagian laki-laki,perempuan,ini merupakan dari diri yang satu ,jadi jiwa terbagi separuh di laki-laki dan separuh lagi ada pada perempuan.

Inilah fakta yang terjadi di alam secara material ada jenis laki-laki dan perempuan yang secra watak keduanya feminism namun secara ilmiah keduanya terpisah.laki-laki dengan kecenderungan maskulinnya sebagai perempuan kecenderungan-kecenderungan feminitasnya.jadi ketika ada laki-laki bercorak feminism dan perempuan bercorak masukulin,maka yang  kuat coraknya bukan tampilannya. Dengan begitu pola tasdik kita menerapkan pemikiran Baqir Sadr yang secara konsepsi itu adalah feminism dan ketika kita mencari di alam,kita menggunakan landasan material perempuan secara ilmiah disinilah latak tasdiknya.

Namun dalam posisinya laki-laki juga material,akan tetapi kita ingin mencari nonmaterinya yang kita sebut feminism ,dalam tasdik kita memulainya pada perempuan. Jadi dalam kosmologi dijelaskan bahwa tuhan mengutus nabinya itu yang laki-laki,Nabi di utus oleh tuhan itu dengan laki-lakinya karna alam ini feminism,jadi kalau orang mengatakan mengapa  secara teologi Nabi laki-laki karna alam dan selain tuhan ini adalah feminism,maka perkawinan itu terjadi kalau maskulin yang datang,jadi kalau nabi laki-laki maka kosmologinya perempuan. Ketika dikatakan kenapa dalam islam nabinya tidak ada perempuan,maka pertanggung jawaban kosmologinya,karna Nabi datang kepada alam ini yang berwatak feminism,maka yang dikirim ialah laki-laki secara material.

Maka yang harus ditekankan bahwa kita mencari yang nonmateri (feminism),sebagaimana kita ketahui bahwa laki-laki dan perempuan secara watak keduanya sama yaitu feminism dalam konsepsi,jika kita mentasdik maka landasanya melalui material ilmiah perempuan. Maka yang feminitas pada perempuan sebagaimana feminitas yang ada pada laki-laki kita tidak bisa temukan kalau diantara laki-laki dan perempuan tidak ada saling berhubungan secara material. Karan keduanya memiliki watak feminism tetapi struktur kosmik harus memulai dari perempuan secara material,jadi dalam teolgi pasca kosmik,bagaiman menempatkan dan menjaga perempuan di alam dalam pembahasan teologi.

Dalam pondasi kosmik yang aktual pertama kali feminism di alam itu pada perempuan sedangkan feminitas pada laki-laki masih tahap proses pencarian. Maka laki-laki mencari feminitasnya pada perempuan,sebagimana perempuan mencari maskulinitasnya melalui laki-laki akan tetpi makna sebenarnya mereka mau mencari dirinya.

Kemudian kita akan petakan kosmologinya agar pembahasan lebih terstruktur,alam (material) laki-laki,jiwa (feminism) dan tuhan (maskulin). Di dalam bahasa kosmologi laki-laki itu mau dikembalikan ke  tuhan dan tentu perempuan yang mengembalikan dia kepada tuhan,kata Ibn Arabi laki-laki kembali ketuhan melalui perempuan,maka dapatlah kita katakana bahwa feminitas adalah jalan kembali kepada tuhan. Maka diluar jalur  alamia ini (feminism ), tuhan mengutus Nabi melalui diluar jalur ilmiah tersebut. Jalur cepat sebab tidak melalui jalur feminism,dalam teologi laki-laki dikirim melalui jalur cepat dari tuhan kea lam, agar laki-laki dibimbing sebab dia tidak bisa kembali sendiri.

Maka dalam pesan-pesan agam yang dibawa oleh Nabi,pesan tersbut bukanlah seorang mukmin jika tidak menyayangi perempuan,jadi ketika tuhan mengirim Nabinya itu melalui jalur cepat,disiapkan dua opsi. Opsi alamia di alam dan opsi nomaterial dari langit,jiak tidak akan terjadi resiko karna yang alami sering kali ada yang merusak sehingga dibutuhkan jalur cepatnya Nabi. Ketika Nabi di alam beliau dating untuk menjaga kondisi alamiah ,jadi munculnya laki-laki dalam teologi dari tuhan mengirim Nabinya laki-laki itu bukan dalam jalur kosmik,padahal teologi berlandaskan kosmologi. Jadi bukan karna laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan karna struktur kosmiknya memang seperti demikian,laki-laki yang diberikan tanggung jawab sebagai seorang Nabi.

Jadi ketika ada pertnayaan maka kita mengacu kepada sturktur kosmik kita, dalam pesan agama laki-laki lebih tinggi satu derajat itu ontologis,bukan derajat social. Dalam artian bahwa laki-laki lebih tinggi derataj dalam struktur wujud atau ontologis,inilah struktur hirarki wujud bukan social. Dari pata inilah bagai mana kita membawa yang perempuan agar bisa berhubungan dengan laki-laki untuk kembali kepada tuhannya yang maskulin, gambarannya sebenarnya siapa yang di utus,siapa yang mengutus,dan siapa yang membawa dan siapa yang akan dijaga. Tampaknya laki-laki yang disuruh menjaga tapi,yang mau diselamatkan adalah laki-laki ini dalam pembahasan kosmik.

Secara kosmik tampaknya yang mau dikembalikan itu adalah laki-laki (maskulin),kita perlu menemukan feminitas dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Untuk itu kita harus mengetahui perempuan secara ilmiah,keindahan,kecantikan. Yang disaksikan jiwa pada wajahnya,aspek-aspek feminism fisik pada perempuan,jadi yang ada pada perempuan adalah pandangan jiwanya (feminism) dan laki-laki memandang perempuan langsung dengan feminitasnya melalui fisik. Jadi dipandang dalam alam ini adalah perempuan sebagai objek keindahan. Maka yang paling pertama ditasdik di alam ini  memang perempuan dengan dasar feminism ,jadi kecenderungan laki-laki yang tertarik pada perempuan,artinya yang segera actual di alam ini adalah feminitas yang ada pada perempuan.dan yang paling mencari pertama kali feminitas adalah laki-laki,maka dari itu perempuan adalah objek feminism pertama di alam dan actual pencari feminis di alam adalah laki-laki. Ini mrupakan sturuktur tasdik dalam falsafatuna,mudah mudahan kami akan melanjutkan tulisan ini dalam nilainya di alam.

 

 

 

 

 

  • view 710