siapa kamu

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 17 Mei 2016
siapa kamu


  • berawal dariku melihatmu sebagai materi ,mersakanmu dengan sentuhan,melihatmu dengan mataku sendiri dan aku merasakan semua ralitasmu di alam tapi aku tak mengerti mengenai dirimu,engkau terus mengalami proses perubahan tiap detik,seusai aku merasakanmu dengan segenap indrawiku,aku mencoba ingin memahamimu lagi,seakan aku memaksakan diriku merasuki dirimu,tapi diriku tetap tak sanggup mengerti,malah engkau hadir di dalam pahamanku.
  • sungguh aku bertambah heran memahamimu,tadinya aku berusaha ingin mengerti tentang dirimu di alam ini,tapi mengapa engkau hadir di wujud yang berbeda,engkau berpindah tempat menjadi yang lain,siapakah dirimu ini,yang manakah kau sesungguhnya,sebab di pahamanku engkau tak tak bermateri,tapi di luar engkau mempunyai materi,sungguh aku takjub dengan keadaan ini,aku bingung yang manakah dirimu sesungguhnya,di alam atau di pahamanku.
  • di alam engkau mengalami perubahan,akan tetapi,di pahamanku engkau tak sirna bahkan mandiri,meski aku tak lagi memberimu perhatian secara materi,aku bertanya dari manakah asal pahaman ini,sebab engkau sangat berbeda,dengan caraku memperesepsimu,engkau berasal dari alam,aku mulai yakin dengan hal itu,engkau pahamanku yang tak bermateri,tapi ketika aku ingin menurunkan engaku ke alam,aku di perhadapkan suatu persoalan,mengapa engkau tak berubah menjadi nonmateri,engkau tetap materi ketika aku ingin mentasdikmu,aku semakin bertanya siapa kamu sebenarnya,dari mana engkau muncul wahai engkau yang tak bermateri.
  • aku tidak mampu menemukan kesesuaianmu di pahaman dan di alam,seharusnya engka sesuai,tapi mengapa engkau sangat berbeda,apakah yang salah dengan hal ini.aku ingin menyesuaikanmu antara ideku dengan realitas di alam,tapi aku tak punya metode untuk itu,pahamanku belumlah sampai.bagaimanakah aku bisa menemukanmu di alam ini,aku tak mampu untuk menilaimu,metode apa yang harus ku gunakan agar aku bisa menilaimu di alam sesuai dengan pahaman yang ada di kepalaku,ini hanya persoalan engkau dan aku yang sangat rumit aku tuntaskan,apa lagi dengan sang ilahi yang ingin aku tasdik di alam sungguh aku belum mampu menuntaskan persoalan ini,siapa kamu,siapa kamu aku ingin menyatu denganmu.
  •