TUHAN YANG TERPENJARA

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Filsafat
dipublikasikan 16 Mei 2016
TUHAN YANG TERPENJARA

 

Sajak dari dulu pembahasan menganai Tuhan telah membawa manusia menuju keyakinan terhadapnya,mengenai hal ini ada beberapa pendapat yang muncul karena pahaman mereka tentang tuhan.Dari zaman yunani kuno orang-orang telah memahami tuhan dengan berupa bentuknya sebagai penyembahan terhadap sang ilahi,mereka yakin bahwa tuhan itu bentuknya begini dan begitu,sebab tuhan yang mereka yakini itu awalanya melalui alam,melihat fenomena alam yang begitu indah dan juga menakutkan,kemudian mereka menarik sebuah pahaman bahwa ada yang menciptakan alam ini,maka munculah berbagai bentuk tuhan mereka.

Ada yang menyembah matahari sebagai bentuk tuhan itu,ada pula yang menyembah batu,patung,petir (kilat) dan sebagainya,mereka membuat itu semua guna penyembahan mereka terhadap pencipta alam ini yang di namakan pada saat itu ialah Dewa. Karna kegelisan mereka pada saat itu begaimana bentuk dan rupa dewa (tuhan), alhasil mereka membentuk tuhannya sendiri sesuai yang ia pahami. Dalam sejarah masa yunani tersebut,oaring-orang telah membahas tentang tuhan,mereka berusaha mengetahui melalui fenomena alam,dan mereka meyakini bahwa tuhan itu ada,ada yang menciptakan alam ini walaupun agama belum ada pada zaman tersebut, meskipun ia menyebutnya dengan dewa,meski masih timbul pertanyaan bagi kita bahwa tuhan yang mana mereka sembah,apakah sudah benar bahwa tuhan yang mereka sembah dan membuat patungnya itu adalah tuhan yang hakiki.

Meski masih butuh klarifikasi mengenai hal itu,akan tetapi kita paham bahwa di zaman tersebut telah membahasan mengenai tuhan,jauh sebelum kita. Begitupun di zaman para nabi,ummat di zaman Nabi tersebut juga membuat patung mengenai tuhan mereka yang kita sebut sebagai berhala,berhala inilah mereka sembah sebagai Tuhan.Dari zaman ke zaman para masyarakat terdahulu telah mempunyai pahaman tentang tuhan,meski dengan nama yang berbeda beda,tapi mereka meyakini ada yang menciptakan alam ini juga manusia.

Kalau seperti itu adanya,bagaimana dengan zaman kita ini,apakah masih menganut pahaman tuhan seperti di zaman dahulu.di zaman ini kita juga meyakini adanya tuhan,yang menciptakan kita dan seluruh alam semesta ini,sama seperti pahaman kita dalam sejarah yunani dan penyembah berhala.Sejak kita masih kecil,kita telah di pahamkan mengenai tuhan dengan beberapa metode,yang di ajarakan oleh orang tua kita dan masyarakat,berbagai pendapat mengatakan tuhan itu ada di langit yang jauh dari bumi,ada yang mengatakan Tuhan itu di surga,kita tidak bisa menjangkaunya sebelum kita mati.

Ini merupakan doktrin tanpa struktur sejak kita masih kecil dan mungkin sampai saat ini kita masih menganut pahaman tersebut,sebab masih ada fakta berpahaman seperti itu di alam ini,sepertinya dalam pahaman itu seolah tuhan itu jauh dari kita, ada pula yang  berdasarkan keyakinan mengenai Tuhan,kita yakin saja tentang pahaman kita mengenai sang ilahi,persoalan tuhan tidak usah di bahas katanya,sebab dalam keyakinan tuhan itu sudah ada,jadi berdasarkan hal ini Tuhan hanya menjadi konsep yang di yakini tanpa pembuktian,penyembahan kita hanya konsep,kita memisahkan tuhan dan alam ini,mengapa tuhan tidak kita konsepsikan juga di alam sebagai konsep primer.apa yang menyebabkan pahaman ini bisa memisahkan Tuhan dan alam,kita seolah batasi Tuhan dengan ciptaannya,bukankah dalam ke yakinan kita bahwa Tuhan melingkupi alam ini,tapi mengapa dalam doktirn kita memisahkannya. Dalam doktirn ini kita butuh klarifikasi menganai hal tersebut,tanpa klarifikasi apa bedanya kita dengan sejarah yunani dan zaman nabi yang meyembah berhala,kita juga menyembah tuhan di konsep,sebab doktrin memisahkan tuhan dengan alam.Apa bedanya kita dengan mereka-mereka itu,khusnya di barat,tuhan hanya sampai pada haman keterjadian dualitas,jika terjadi dualitas berarti ada dua sumber penciptaan,mereka berakhir pada idealisme,dan tuhan di pisahkan dalam pengetahuan mereka,tuhan di kesampingkan,kalau pahaman kita Tuhan tidak bisa di jangkau di alam ini,untuk apa dia menurunkan Nabi,buakankah itu sebuah epistemolgi tanda. Jika kita sampai saat ini masih mempunyai keberfikiran seperti itu,kita akan kembali ke zaman berhala.seolah Tuhan itu di batasi dan di penjaran dalam kaidah berfikir kita.Tuhan tak mampu membebaskan dirinya dalam cengkram berfikir kita,sebab kita memisahkannya dengan alam,pertanyaannya Tuhan apa yang kita penjarakan tuhan yang menciptakan kita,atau tuhan buatan pikiran kita.tentunya itu buatan pikiran kita.

 

  • view 140