Tuhan yang Diciptakan dan Nabi baru dalam dunia modern

rahmatullah usman
Karya rahmatullah usman Kategori Lainnya
dipublikasikan 07 Mei 2016
Tuhan yang Diciptakan dan Nabi baru dalam dunia modern

 

Sejak dari dulu pembahasan menganai tuhan telah membawa manusia menuju keyakinan terhadapnya,mengenai hal ini ada beberapa pendapat yang muncul karena pahaman mereka tentang tuhan.Dari zaman Yunani kuno orang-orang telah memahami tuhan dengan berupa bentuknya sebagai penyembahan terhadap sang ilahi,mereka yakin bahwa tuhan itu bentuknya begini dan begitu,sebab tuhan yang mereka yakini itu awalanya melalui alam,melihat fenomena alam yang begitu indah dan juga menakutkan,kemudian mereka menarik sebuah kesimpulan bahwa ada yang menciptakan alam ini,maka munculah berbagai bentuk tuhan mereka.

Ada yang menyembah matahari sebagai bentuk tuhan itu,ada pula yang menyembah batu,patung,petir (kilat) dan sebagainya,mereka membuat itu semua guna penyembahan mereka terhadap pencipta alam ini yang di namakan pada saat itu ialah tuhan. Karna kegelisan mereka pada saat itu begaimana bentuk dan rupa tuhan, alhasil mereka membentuk tuhannya sendiri sesuai dengan yang ia pahami. Dalam sejarah  Yunani tersebut,orang-orang telah membahas tentang tuhan,mereka berusaha mengetahui melalui fenomena alam,dan mereka meyakini bahwa tuhan itu ada,ada yang menciptakan alam ini walaupun agama pada saat itu belum ada,Meski masih butuh klarifikasi mengenai hal itu,akan tetapi kita paham bahwa di zaman tersebut telah membahasan mengenai tuhan,jauh sebelum kita. Begitupun di zaman para nabi,ummat di zaman Nabi tersebut juga membuat patung mengenai tuhan mereka yang kita sebut sebagai berhala,berhala inilah mereka sembah sebagai tuhan.Dari zaman ke zaman masyarakat terdahulu telah mempunyai pahaman tentang tuhan,meski dengan nama yang berbeda beda,tapi mereka meyakini ada yang menciptakan alam ini dan juga manusia.

Kalau seperti itu adanya,bagaimana dengan zaman kita ini,apakah masih menganut pahaman tuhan seperti di zaman dahulu.di zaman ini kita juga meyakini adanya tuhan,yang menciptakan kita dan seluruh alam semesta ini,sama seperti pahaman kita dalam sejarah yunani dan penyembah berhala.Sejak kita masih kecil,kita telah di pahamkan mengenai tuhan dengan beberapa metode,yang di ajarakan oleh orang tua kita dan masyarakat,berbagai pendapat mengatakan tuhan itu ada di langit.

Ini merupakan doktrin tanpa struktur sejak kita masih kecil dan mungkin sampai saat ini kita masih menganut pahaman tersebut,sebab masih ada fakta berpahaman seperti itu di alam ini,sepertinya dalam pahaman itu seolah tuhan itu jauh dari kita, ada pula yang  berdasarkan keyakinan mengenai Tuhan,kita yakin saja tentang pahaman kita mengenai sang ilahi,persoalan tuhan tidak usah di bahas katanya,sebab dalam keyakinan tuhan itu sudah ada,jadi berdasarkan hal ini Tuhan hanya menjadi konsep yang di yakini tanpa pembuktian,penyembahan kita hanya konsep,kita memisahkan tuhan dan alam ini,mengapa tuhan tidak kita konsepsikan juga di alam sebagai konsep primer.Apa yang menyebabkan pahaman ini bisa memisahkan tuhan dan alam,kita seolah batasi tuhan dengan ciptaannya,bukankah dalam ke yakinan kita bahwa tuhan melingkupi alam ini,tapi mengapa dalam doktirn kita memisahkannya. Dalam doktirn ini kita butuh klarifikasi menganai hal tersebut,tanpa klarifikasi apa bedanya kita dengan sejarah yunani dan zaman nabi yang meyembah berhala,kita juga menyembah tuhan di konsep,sebab doktrin memisahkan tuhan dengan alam.Apa bedanya kita dengan mereka-mereka itu,khusnya di barat,tuhan hanya sampai pada pahaman keterjadian dualitas,jika terjadi dualitas berarti ada dua sumber penciptaan,mereka berakhir pada idealisme,dan tuhan di pisahkan dalam pengetahuan mereka,tuhan di kesampingkan,kalau pahaman kita tuhan tidak bisa di jangkau di alam ini,untuk apa dia menurunkan Nabi,bukankah itu sebuah epistemolgi tanda. Jika kita sampai saat ini masih mempunyai keberfikiran seperti itu,kita akan kembali ke zaman berhala.seolah tuhan itu di batasi dan di penjaran dalam kaidah berfikir kita.Tuhan tak mampu membebaskan dirinya dalam cengkram berfikir kita,sebab kita memisahkannya dengan alam,sebagaian dari kita menciptkan tuhan itu sendiri,melalui keyakinan turunan,maksudnya turunan pengetahuan mengenai tuhan yang tanpa pengkajian dan verifikasi lebih mendalam.

Akibat dari pengetahuan turunan ini banyak dari kita tidak lagi berfikir menganai hal itu,sebab kita telah puas dengan pengetahuan mengenai tuhan tersesbut,kita seolah yakin bahwa apa yang saya pahami mengenai tuhan telah sampai kepada pengetahuan puncak.Inilah akibat kemalasan berfikir bagi kita,padahal sejarah membuktikan bahwa begitu banyak para pemikir islam yang meninggalkan warisan pemikirannya mengenai Tuhan dan agama,apa lagi dengan warisan pemikiran para Nabi terdahulu,kemalasan berfikir kita di zaman ini tidak mau menelusurui jejak jejak pemikiran itu,kita hanya membutuhkan yang prakis saja,dengan pengetahuan turunan,dan ceramah para pemuka agama yang tidak mau di pertanyakan lagi mengenai ilmunya,seolah ia memberi isyarat bahwa apa yang dikatakannya itu benar menurut al-Qura’an dan wahyu.

Kita hanya terima pemahaman dari hal seperti itu,tanpa kita proses ulang apa yang dikatakannya itu sudah benar atau kah tidak,inilah keberfiran praktis yang merasuki pahaman kita di zaman ini,apapun yang di katakana seseorang yang kita percayai dalam hal pembahasan mengenai pokok agama atau tuhan itulah yang kita yakini.seolah Nabi baru datang didunia modern,kita tidak lagi mengkaji warisan pemikiran para Nabi-nabi Allah,kita hanya sibuk dengan urusan duniawi.

Seperti yang telah saya katakana tadi bahwa Nabi baru telah datang di dunia modern ini,apapun yang diucapkannya itulah yang benar,kita hanya melihat siapa yang mengatakan,bukan apa yang dikatakan,begitu banyak Nabi baru bermunculan,bukan hanya para pemuka agama,akan tetapi Nabi baru tersebut menewarkan berupa ragam yang sangat menawarkan kebahagian material dan pemuas keinginan manusia seperti produksi periklanan mengenai busana,gaya hidup yang sangat membuka jalan untuk kita lebih percaya diri lagi,produk iklan tersebut sengat menewarkan beragam kebahagian bagi kita yang terhasut di dalamnya,kitapun ikut diproduksi dengan hal itu,berbagai produk periklanan yang di tawarkan seperti,busan,sepatu,mak-up,dan lain sebagainya,kita langsung tertarik untuk mendapatkan tawaran dari iklan tersebut,ini seperti periklanan mengeluarkan sabdanya sendiri dan kita langsung terpengaruh olehnya,begitupun dengan media sosial saat ini,yang beragam pemberitaan di dalamnya,yang tanpa kejelasan,apakah berita valid,ataukah hanya berita yang tidak berbobot,dari beragam berita tersebut,biasanya kita langsung menilai isi berita tersebut tanpa menganalisa terlebih dahulu,dari informasi yang kita dapat dan yang kita baca,itulah menjadi penilaian kita,kita hanya langsung menerima hasil dari berita tersebut,tidak berfikir salah atau benarnya,yang jelas berita itu sedang buming,sama halnya dengan media elektronik seperti,hp,tv dan radio,banyak dari kita sangat bergantung kepadanya,untuk keberlangsungan hidup sosial,kita tak ingin lepas dari benda tersebut,kapan benda elektronik terpisah dari kita,eksistensi kita sebagai manusia juga akan hilang,sebab darinya kita menerima beragam gaya hidup,kita tergantung darinya jadi apaun yang kita terima atau informasi dari media elektronik tersebut kebanyakan dari kita langsung menerima dan menilai bahwa itu benar,ini seolah megalahkan apa yang di ucapakan Nabi-nabi terdahulu,kita tidak lagi berurusan dengan akidah sebagai manusia yang di sebarkan ajaran agama yang di bawa oleh Nabi-nabi Allah,kita lebih mengunggulu apa yang di ucapkan oleh Nabi-nabi modern yang muncul saat ini,yang begitu mengeksistensikan manusia.

Yang sangat kuat pengaruhnya,sebab ia menjanjikan hal yang praktis untuk kemajuan suatu kehidupan masyarakat,dalam hal ini kita sebagai manusia yang fitrah untuk berfikir seolah tak sanggup menggunkan fitrah itu lebih berguna lagi,kita dicengram habis oleh Nabi baru yang bermunculan.persoalan semacam ini,perlunya kita ubah dalam pola pikir masyarakat kita terutama para kaum muda yang sangat ingin eksis,kita perlu neraca epistemik guna membentuk suatu keberfikiran yang objektif,mengenai pemahan kita dalam persolana saat ini,generasi kita dikembalikan lagi dalam struktur berfikir yang benar dalam penilaian kehidupan sosialnya,tak syak lagi bahwa pengetahuan intelektual sangat diperlukan untuk membangun pola berfkir masyarakat saat ini,agar kiranya dapat menentukan tinjaun hidupnya,bukan lagi hasil produk Nabi modern tapi hasil berfikir yang mandiri,kita tidak menolak apaun yang terjadi saat ini dalam hal Nabi yang bermunculan tersebut seperti media sosisoal,elektronikdan semacamnya,sebab dalam hal tertentu kita juga membutuhkan hal itu,untuk menemukan informasi yang ada di alam ini,kita hanya menolak isi dari media tersebut,dan untuk menentukan kebenaran isi tersebut,kita butuh pemahaman nilai pengetahuan dan epistemik agar kita dalam menganalis sesuatu ada nilai yang objektif yang bisa kita pegang.

 

 

  • view 106