Pertemuan

Intan Retma
Karya Intan Retma Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Juni 2016
Pertemuan

Aku kira pertemuan akan menjadi obat mujarab bagi rinduku yang biru. Aku kira sapaanmu yang hangat akan selalu menyelimuti pagiku yang berkabut. Pada kenyataannya tidak seperti itu.

Pertemuan kita yang sementara, sejatinya justru menjadi tunas rindu yang mereplika melahirkan rindu-rindu baru. Pertemuan kita yang sementara hanya mencipta sendu setelah kita meninggalkan titik pertemuan. Saling berpunggungan melangkahkan kaki menjauh kembali untuk kesekian kalinya, dengan jarak dan waktu yang tak bisa ditolerir. Tak ku ketahui kapan dan dimana ujungnya.

Temu, bukan pangkal dan ujung dari rindu, ia justru awal dari melipatgandanya keinginan untuk pertemuan-pertemuan berikutnya. Barangkali pertemuan hanyalah sebuah hadiah dari Tuhan atas kesabaranmu menumpuk dan menata berlipat-lipat rindu. Atau bisa jadi sebuah pertemuan hanyalah ujian terindah Tuhan untuk sebuah hati yang rapuh. Agar kuat, agar naik, semakin baik.

Maka untuk mu yang sedang ku rindu, aku mendamba pertemuan baru kita. Bukan sekedar pertemuan biasa. Aku melangitkan doa agar pertemuan kita yang luar biasa nanti adalah sebuah pertemuan atas nama keluarga untuk meleburkan kita menjadi satu keluarga atas ridho-Nya.

Aku rindu...

 

Kantor, 28 Juni 2016 (11.10)

  • view 207